Pemprov Apresiasi Pelaksanaan Wisuda ASMI Jayapura

Akademi Sekretaris dan dan Manajemen Indonesia (ASMI) Jayapura berhasil mewisuda 150 orang dari 300 orang, dimana 99 persen adalah Orang Asli Papua (OAP) asal Pegunungan Tengah Papua.
Share it:
Direktur ASMI Jayapura, Yulianus  Worabay  Bettay, SE, MM, saat memimpin prosesi wisuda 150 mahasiswa
Jayapura, Dharapos.com
Akademi Sekretaris dan Manajemen Indonesia (ASMI) Jayapura berhasil mewisuda 150 orang mahasiswa.

Pada momen kali ini begitu spesial karena 99 persen  peserta wisuda adalah  Orang Asli Papua (OAP) asal sejumlah wilayah di kawasan Pegunungan Tengah Papua.

Berkaitan dengan itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua  memberikan apresiasi yang tinggi kepada  Pimpinan dan Manajemen ASMI Jayapura, yang  telah berhasil melaksanakan wisuda bagi kelulusan 150 mahasiswanya.

Pemprov juga secara khusus memberi apresiasi kepada 99  persen lulusan ASMI Jayapura yang adalah OAP  asal wilayah Pegunungan Tengah Papua.

“Dengan demikian secara berjenjang mulai dari Akademi D 3, anak-anak Papua kita mulai melihat mereka sudah bangkit dan memahami  bahwa saat ini dunia kerja betul-betul membutuhkan pendidikan,” puji Staf  Ahli Gubernur Papua Bidang Potensi dan Pembangunan Daerah Johana  OA Rumbiak, SE, M.Si, mewakili Gubernur Papua saat Rapat Senat Terbuka Wisuda Angkatan XVI Program Diploma III (D 3) Tahun Akademik 2016/2017 ASMI Jayapura di Aula RRI Jayapura, Sabtu (29/7).

Ia pun mengingatkan, meski dibiayai oleh ASMI Jayapura tapi jangan sampai anak-anak Papua terbuai dengan beasiswa atau fasilitas  yang diberikan.

“Kadang kita sudah mendapat fasilitas, malah  kita jadi malas belajar karena semua sudah ada,” imbuhnya.

Namun demikian, dengan  kepercayan dan perhatian dari  pihak Perguruan Tinggi khususnya ASMI Jayapura, anak-anak Papua lebih semangat sekaligus bangkit dari keterpurukan.

“Karena satu sisi, telah membantu mengurangi  beban orang tua,” lanjut Gubernur.

Dengan fasilitas ini juga diharapkan menjadi motivasi bagi  OAP untuk  memberi perhatian atau fokus pada dunia pendidikan,  sehingga bisa selesai sesuai target yang ditentukan.

“Dan memiliki kemampuan untuk nantinya setelah sampai ke  masyarakat, dia bisa menerjemahkan ilmu yang sudah dia terimanya,” harapnya.

Pada momen yang sama, seiring dengan rencana peningkatan status ASMI  jadi Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM), Gubernur Papua telah memberikan bantuan pembangunan Gedung ASMI Jayapura sebanyak tiga  (3) lantai, yang berlokasi di Hamadi,  Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura.

Tak hanya itu saja, Gubernur juga telah memberikan  rekomendasi, sehingga diharapkan  Kopertis   Wilayah  XIV Papua-Papua Barat  segera  memproses  perubahan status  ASMI menjadi  STIM, sebagaimana persyaratan  yang diminta Kopertis bahwa satu  Program Studi (Prodi) membutuhkan  6 tenaga pendidik.

Awalnya ASMI berencananya mewisuda  300 orang, tapi hanya 150  orang yang diwisuda, sedangkan 150 orang lainnya tertunda, karena terkendala transportasi  dan faktor teknis lainnya.

Acara wisuda ini dibuka secara  resmi  oleh Ketua Yayasan Harapan Bangsa dan Direktur ASMI Jayapura, Yulianus  Worabay  Bettay, SE, MM,  dihadiri Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah  XIV Papua-Papua Barat Dr. Suriel S. Mofu, S,Pd., M.Ed., M.Phil serta  orang tua/wali para wisudawan dan wisudawati.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Politik dan Pemerintahan

Masukan Komentar Anda:

0 comments: