Pemprov Papua Siap Maskimalkan Peluang Sebagai Tuan Rumah PON XX

Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 mendatang di Provinsi Papua dipastikan bakal menghadirkan berbagai peluang.
Share it:
Kepala Dispora Papua, Yusuf Yambe Yabdi saat membuka Pelatihan Pengembangan Kewirausahaan Pemuda
Jayapura, Dharapos.com
Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 mendatang di Provinsi Papua dipastikan bakal menghadirkan berbagai peluang.


Pasalnya, pada pagelaran even olahraga terbesar di Indonesia ini diperkirakan bakal menghadirkan
lebih kurang lebih 42 ribu orang yang akan masuk ke Papua.

Salah satunya, melalui ajang ini bakal menjadi peluang bagi pemuda di Papua untuk menampilkan berbagai potensi yang dimiliki yang tentunya harus dipersiapkan sejak dini.

Guna memaksimal peluang itu, Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) setempat menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Kewirausahaan Pemuda.

Pelatihan yang dilaksanakan di Grand Abe Hotel, Selasa (29/8) di buka secara resmi oleh Kepala Dispora Papua, Yusuf Yambe Yabdi.

“Pelaksanaan PON di Papua ini tentunya sangat menguntungkan kita semua karena secara geopolitik kita berada di jalur perdagangan potesial Asia dan Pasifik, sehingga satu saat nanti Papua akan menjadi masa depan Indonesia,” cetus Yambe.

Dia menegaskan, Jawa dan Sumatera itu masa lalu, Kalimantan dan Makassar adalah masa kini dan Papua adalah masa depan dengan posisi yang strategis.

Hal ini juga sejalan dengan visi misi Gubernur Lukas Enembe, ”Papua harus bangkit, Papua harus mandiri dan akhirnya bisa mencapai kesejahteraan”.

“Dan untuk mencapai itu semua tentu banyak tantangan yang berat dan ini tidak mudah terutama bagi generasi muda karena mencapai Papua yang mandiri ada di tangan kita semua. Apalagi dengan kita memiliki seorang Gubernur yang berpikiran cerdas dan terus berupaya menghadirkan hal-hal besar di Papua demi tanah ini bisa bangkit, mandiri dan akhirnya kita bisa mencapai sejahtera itu,” tandasnya.

Inilah satu kondisi objektif yang ada di Papua yang harus dipahami bersama sebagai generasi muda .

Papua saat, lanjut Yambe, mendapatkan kewenangan yang lebih oleh Pemerintah yaitu diberlakukan UU khusus untuk Papua (Otonomi Khusus).

“Begitu pula dukungan sektoral dalam bentuk penganggaran, bahkan ada kebijakan-kebijakan langsung dari Presiden untuk bagaimana Papua bisa segera bangkit mensejajarkan diri dengan semua provinsi yang ada di Indonesia,” urainya.

Penyematan tanda peserta pelatihan oleh Kepala Dispora Papua
Lebih lanjut, jelas Yambe, melalui program pengembangan kewirausahaan ini merupakan satu langkah penting yang harus dimiliki seluruh generasi muda Papua.

“Papua untuk bisa bangkit dan mandiri, maka kita harus berpikir bisnis, harus berpikir marketing, serta harus berpikir bagaimana mengolah potensi yang ada dalam diri sendiri. Sehingga itu bisa memberikan penghasilan bahkan  wirausaha yang dikaitkan dengan bagaimana mengembangkan potensi yang ada di luar kita seperti sumber daya alam, tetapi potensi diri juga harus dikembangkan,” jelasnya.

Pagelaran PON XX di Papua tentu menjadi satu bisnis besar karena semua kebijakan akan ikut ke provinsi ini.

“Bahkan Presiden telah mengeluarkan Inpres khusus untuk PON Papua dan hal ini di nilai sebagai satu hasil marketing, untuk menjual potensi dan kapasitas kita kepada Negara untuk bagaimana negara memberikan kontribusi anggaran yang besar kepada Papua,” sambungnya.

Yambe berharap pserta dapat mengukur kemampuannya dengan  merubah sesuatu barang menjadi bernilai ekonomis tetapi yang terpenting adalah Bagaimana anda merubah diri anda sendiri bernilai ekonomis untuk Papua dan negara Indonesia

Harapannya, Papua akan menjadi masa depan Indonesia yang benar-benar diisi oleh orang-orang yang memiliki pikiran-pikiran besar, ekonomis dan strategis untuk membangun Papua dari segala sektor menuju Indonesia jaya dan mandiri.

Rina Antaribaba selaku ketua panitia dalam laporannya mengatakan tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam berbagai aspek pengembangan dan perluasan skala usaha.

Kemudian, meningkatkan minat motivasi pemuda untuk terjun ke dunia usaha, memperkuat motivasi wirausaha muda dalam upaya menyukseskan PON XX tahun 2020, serta berkurangnya pengangguran di kalangan pemuda melalui aktivitas ekonomi produktif.

Kegiatan pelatihan ini akan dilaksanakan dari tanggal 29 Agustus - 2 September 2017.

Peserta pelatihan sebanyak 25 orang yang berasal dari  Kota Jayapura sebanyak 7 orang, Kabupaten Jayapura (2), Keerom (2), Sarmi (2), Merauke (2), Jayawijaya (2), Mimika (2), Boven Digoel (2), Tolikara (2) dan Kabupaten Paniai sebanyak 2 orang.

Narasumber yang dihadirkan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Dispora Provinsi Papua, Universitas Cendrawasih Jayapura dan Why House Indonesia.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Politik dan Pemerintahan

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga