Perkawinan Usia Muda Sangat Berisiko Tinggi

Perkawinan di usia muda dinilai sangat berisiko tinggi, khususnya dampak yang ditinggalkan bagi laki-laki maupun perempuan yang masih menggantungkan diri pada keluarga masing-masing.
Share it:
Betty A. Puy, SE, MPA
Jayapura, Dharapos.com 
Perkawinan di usia muda dinilai sangat berisiko tinggi, khususnya dampak yang ditinggalkan bagi laki-laki maupun perempuan yang masih menggantungkan diri pada keluarga masing-masing.

Khususnya perempuan yang memikul beban mengandung jabang bayi hingga proses persalinan.

Karena tak siap menghadapi itu, jalan pintas dihalalkan seperti peristiwa penemuan bayi yang di buang di Pantai Base”G, dua hari lalu.

“Selama 9 bulan 10 hari perempuan memikul kehamilan hingga melahirkan dan jika tidak ada perhatian dari pihak laki-laki maka solusi yang di ambil adalah membuang anak tersebut,” demikian pernyataan yang disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Kelurga Berencana (DP3AKB) Kota Jayapura, Betty A. Puy, SE, MPA yang dikonfirmasi, Selasa (8/8) menyikapi temuan bayi tersebut.

Menurutnya, kemungkinan anak tersebut dibuang akibat hubungan gelap atau juga karena kasus pemerkosaan.

Namun terkait itu, Kepala DP3AKB kota Jayapura tidak menginginkan hal itu terjadi.

“Perempuan  memikul beban kandungan sampai melahirkan dan jika tidak ada solusi maka anaknya akan dibuang. Apalagi ketika ditolak oleh orang tua dan tidak memberi solusi sementara pendidikan untuk anak-anak kita di mulai dari keluarga,” bebernya.

Masalah ekonomi juga dimungkinkan karena jika perempuan dan laki-laki berada pada pernikahan usia dini maka mereka tidak punya pilihan lain karena masih menggantungkan hidup kepada kedua orang tuanya.

Untuk itu Betty menghimbau kepada para kawula muda khususnya mereka yang masih belajar atau duduk di bangku sekolah agar dapat memanfaatkan waktu mudanya dengan baik dengan merancangkan pendidikannya dengan baik hingga berhasil kelak.

“Saya secara khusus selalu ingatkan perempuan untuk menempuh pendidikan dengan sebaik-baiknya guna memberikan nilai sendiri kepada dirinya sehingga jika laki-laki yang datang untuk melamar pasti berpikir panjang,” imbuhnya.

Betty pada kesempatan tersebut juga berharap agar peristiwa pembuangan bayi tidak boleh terulang kembali di Kota Jayapura.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga