Satu-satunya di Papua, TRA di Biak Raih Penghargaan Kemen PPPA

Target Bupati Thomas AE. Ondy untuk menjadikan Kabupaten Biak Numfor sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) kini mulai mendapat pengakuan Pemerintah pusat.
Share it:
Menteri PPPA Prof Yohana Yembisa saat menyerahkan penghargaan kepada Bupati Thomas AE. Ondy
bagi salah satu Taman Ramah Anak (TRA) di Kabupaten Biak Numfor 
Biak, Dharapos.com
Target Bupati Thomas AE. Ondy untuk menjadikan Kabupaten Biak Numfor sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) kini mulai mendapat pengakuan Pemerintah pusat.


Hal tersebut dibuktikan dengan pemberian penghargaan dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) terkait Taman Ramah Anak (TRA) di kabupaten yang terletak di utara provinsi berjuluk “Bumi Cendrawasih” ini.

Penghargaan ini juga menjadi yang pertama kalinya diterima dan satu-satunya di Provinsi Papua.

"Saya mengapresiasi usaha Bupati dan Pemerintah daerah karena Biak Numfor telah dicanangkan sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA),” ucapnya.

Pernyataan tersebut sebagaimana siaran pers Humas Kemen PPPA yang diterima Beritapapua.Dharapos.com, disampaikan Menteri PPPA Prof. Yohana Yembisa saat menghadiri perayaan Hari Anak Nasional di Kabupaten Biak Numfor, dan menyelenggarakan Dialog Penguatan Ketahanan Keluarga Dalam Upaya Meningkatkan Ekonomi Keluarga dan Pelatihan Kewirausahaan bagi Perempuan Lansia.

Penyerahan akta kelahiran anak sebanyak 2017 lembar oleh Bupati Ondy kepada dirinya secara simbolis ini juga menjadi salah satu dari beberapa indikator sebuah Kabupaten Ramah Anak (KRA).

“Saya yakin, jika Pemerintah mampu bekerja bersama masyarakat, maka Indonesia Layak Anak (ILA) akan tercapai pada tahun 2030 dan Biak Numfor menjadi Kabupaten/Kota Layak Anak," cetusnya.

Kunjungan Menteri PPPA ke Biak Numfor mendapat sambutan tari-tarian adat setempat
Di tanah kelahirannya itu, Menteri Yohana menghimbau agar pemerintah dapat bekerja bersama masyarakat untuk mewujudkan perlindungan anak dan meningkatkan ekonomi keluarga, khususnya bagi perempuan lansia.

Ia juga menyinggung mengenai Suara Anak Biak Numfor yang disampaikan oleh perwakilan dari Forum Anak Nasional bahwa suara, aspirasi, kebutuhan, dan kepentingan anak perlu menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan merupakan bagian tidak terpisahkan dalam setiap perencanaan proses pembangunan.

Terkait permasalahan yang dialami oleh anak-anak, Menteri Yohana mengingatkan kepada orang tua bahwa permasalahan yang terjadi salah satunya berasal dari ketidaksesuaian pola pengasuhan keluarga.

Diakui Menteri Yohana pula, memang tidak mudah untuk menurunkan angka kekerasan pada anak-anak dan keterlibatan mereka pada minuman keras, khususnya di Papua.

Namun, dengan komitmen dan kerja sama antara Pemerintah dan masyarakat, mata rantai kekerasan pada anak dapat diputuskan.

Sebelumnya, Bupati, Thomas Alfa Edison Ondi, mengatakan bahwa Kabupaten Biak Numfor baru saja menerima penghargaan Adipura 2017.

Dan dalam meraih penghargaan Adipura tidak terlepas dari kontribusi anak-anak melalui pemberian pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan.

Pemerintah Daerah Biak Numfor telah menggerakan anak-anak dari rumah dan sekolah untuk selalu menjaga kebersihan, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun tempat bermain.

Menteri Yohana saat berbicara pada Dialog Penguatan Ketahanan Keluarga dalam Upaya  Meningkatkan
Ekonomi Keluarga dan Pelatihan Kewirausahaan dengan Perempuan Lansia
 
Oleh karena itu, peran Pemerintah sangatlah penting dalam mendidik dan melindungi anak  anak.

Selain menghadiri peringatan Hari Anak Nasional, Menteri Yohana juga berbicara pada Dialog Penguatan
Ketahanan Keluarga dalam Upaya Meningkatkan Ekonomi Keluarga dan Pelatihan Kewirausahaan dengan perempuan lansia di Balai Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), Kab. Biak Numfor, Provinsi Papua.

Dalam proses dialog tersebut, salah satu perwakilan perempuan lansia, Albertina Buas, meminta Menteri Yohana agar kelompok lansia diberikan pendampingan, khususnya pendampingan secara finansial, karena selama ini mayoritas perempuan di Biak hanya menjual buah pinang di depan rumah.

Menurut dia, perempuan di Biak Numfor, khususnya lansia, harus mampu mengembangkan usahanya.

Diakuinya pula, Perempuan-perempuan Papua memang masih membutuhkan pendampingan dan pengembangan usaha, lebih dari sekedar menjual buah pinang.

“Pengembangan usaha tersebut dapat dilakukan melalui pelatihan yang disesuaikan dengan kearifan lokal Papua, seperti kerajinan tangan, tas sulam, atau makanan khas dan pendampingan yang dapat menjembatani antara kelompok perempuan lansia dan Pemerintah," tukas Menteri Yohana.

Di momen perayaan Hari Anak Nasional, Menteri Yohana menari dan bernyanyi lagu Apuse bersama anak-anak.

(Hend-DK)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga