Sejak Akhir 2016, DHL Kota Jayapura Terapkan Aplikasi ODK Collect

Aplikasi Open Data Kit (ODK Collect) yang berfungsi untuk memonitoring jenis pohon yang di tanam, rusak atau bahkan yang masih hidup, kini telah dimanfaatkan Pemerintah Kota Jayapura.
Share it:
Salah satu staf Dinas LH Kota terlihat menunjukkan aplikasi ODK Collect kepada Wali Kota saat penanaman pohon
Jayapura, Dharapos.com 
Aplikasi Open Data Kit (ODK Collect) yang berfungsi untuk memonitoring jenis pohon yang di tanam, rusak atau bahkan yang masih hidup, kini telah dimanfaatkan Pemerintah Kota Jayapura.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat, aplikasi tersebut bisa di akses menggunakan perangkat Smartphone Android ini dengan cara memasukan jenis pohon serta titik koordinat yang dimasukkan ke server.

Hingga kemudian bisa terdeteksi, semua jenis pohon berikut berapa jumlah yang masih hidup dan rusak.

“Aplikasi ini tentu sangat memudahkan kita untuk mengetahui pohon yang telah kita tanam di hutan atau 
yang rusak di Kota Jayapura,” terang Kepala DLH Kota Jayapura, Ir. Ketty Kailola, usai mengikuti acara pembentangan Bendera Merah Putih di Bukit Jayapura City, Rabu (16/8).

Diakuinya, inovasi baru ini sudah mulai digunakan sejak Desember 2016 lalu guna membantu dalam pengambilan data yang dientri oleh beberapa orang dengan lokasi yang berbeda.

Hasilnya akan terkumpul di satu server sehingga dapat dimonitor perkembangannya melalui gambar foto.

“Pada saat penanaman, kita bisa mengambil foto dan semua jenis pohon kita masukkan sekaligus dengan titik koordinat lokasinya. Setelah itu kita kirim ke server WWF karena Dinas Lingkungan Hidup Kota Jayapura bekerja sama dengan mereka selaku pemilik server,” urai Kailola.

Data ini bertujuan untuk membantu pihaknya dalam memonitoring kembali pohon yang telah ditanam serta bisa diketahui ketinggian maupun kerusakan pohon untuk kemudian dipetakan.

Lanjut Kailola, pohon yang di tanam pada 2 Desember 2016 lalu, setelah dilakukan monitoring dipastikan sebanyak 50 persen berhasil hidup pada lahan seluas 5 hektar.

Sementara untuk tahun ini, juga telah ditanam sebanyak 1.111 pohon di tanah seluas 1 hektar.

Aplikasi ini, sambung Kailola, sudah mendapat respon baik dari Wali Kota bahkan pihaknya telah diwanti-wanti untuk segera dilakukan pengadaan.

“Keuntungan dari aplikasi ini juga kita dapat memantau selama 5 tahun perkembangan pohon yang telah ditanam karena selama ini hanya menggunakan manual sehingga sulit untuk melakukan pantauan terhadap setiap jenis pohon yang ditanam di hutan maupun di kota,” bebernya.

Setiap enam bulan, pihaknya bisa memonitoring pertumbuhan dari pohon yang telah ditanam seperti yang dilakukan pada 2 Desember lalu dimana 50 persen telah tumbuh dengan baik.

“Jadi, WWF yang punya server sementara Dinas Lingkungan Hidup Kota Jayapura yang punya aplikasinya,” cetus Kailola.

Ditambahkan, DLH Kota juga berkeinginan dan untuk memiliki server sendiri namun saat ini pihaknya masih bekerja sama dengan WWF karena harus didukung dengan dana.

“Wali Kota juga sudah memberikan sinyal untuk mendatangkan server tersebut,” tukasnya


(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga