Seluruh Komponen Bangsa Harus Bersatu Beri Perlindungan pada Anak

Seluruh komponen bangsa harus bekerja sama untuk memberi perlindungan yang maksimal kepada anak.
Share it:
Wawali Ir. H. Rustan Saru, MM saat menyampaikan sambutan pada Advokasi Kebijakan Kota Layak Anak 
Jayapura, Dharapos.com 
Seluruh komponen bangsa harus bekerja sama untuk memberi perlindungan yang maksimal kepada
anak.

Karena cikal bakal generasi penerus bangsa ini merupakan investasi masa depan sehingga semua komponen masyarakat mempunyai kewajiban untuk memberikan pendidikan kepada anak dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia sebagai mereka penentu modal dasar pembangunan.

“Tugas kita untuk memberikan pencerahan dan bekerja sama untuk bersatu termasuk juga RT dan RW dalam rangka memberikan perlindungan kepada anak,” dorong Wakil Wali Kota, Ir. H. Rustan Saru, MM  saat membuka kegiatan Advokasi Kebijakan Kota Layak Anak, bertempat di kantor Dstrik Jayapura Selatan, Senin (14/8).

Kegiatan ini digelar Pemerintah Kota melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Jayapura.

Wawali meminta semua peserta mempunyai kepentingan yang sama termasuk kepala distrik, DPRD kota , instansi non pemerintah serta LSM bahkan media harus berkontribusi membantu Pemkot Jayapura bersinergi membuat program kegiatan yang bisa memberikan manfaat bagi anak.

“Jika semuanya sudah terpenuhi maka rencana Kota Jayapura menuju Kota Layak Anak bisa tercapai,” tandasnya.

Wawali minta kepada pihak distrik untuk memulai edukasi di tingkat RW/RT menjadi contoh konkret yang permanen sebagai implementasi terhadap kelurahan atau RT RW layak anak.

“Dan semua pihak harus terlibat mendukung Pemerintah kota Jayapura untuk membuat kegiatan dalam rangka melindungi anak-anak kita di kota ini,” imbuhnya.

Selain itu, Wawali juga mendorong jurnalis yang menurutnya mempunyai potensi untuk memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat Kota Jayapura melalui pemberitaan terkait bagaimana pentingnya edukasi advokasi kota layak anak.

“Tak kalah penting juga, para orang tua, tokoh masyarakat, agama hingga tokoh adat tanpa kecuali harus terlibat,” sambungnya.

Jelas Wawali, satu kota bisa disebut layak anak jika tidak terjadi kekerasan terhadap anak, namun sebaliknya mereka bisa berekspresi dengan aman, tenang, damai dan bisa belajar tanpa gangguan apa pun.

Diakuinya, kegiatan seperti ini sangat penting karena Kota Jayapura untuk tingkat kekerasan terhadap anak masih terjadi selain upaya perlindungan anak yang masih belum berjalan maksimal.

Untuk itu, Pemkot rutin menggelar berbagai kegiatan yang mengarah untuk mencegah terjadinya diskriminasi dan kekerasan terhadap anak.

“Anak merupakan investasi bangsa di masa datang sehingga dari saat ini harus dilakukan pembinaan secara baik hingga menjadi anak yang berguna bagi bangsa Indonesia,” tandasnya.

Peserta Advokasi Kebijakan Kota Layak Anak
Mereka harus bebas berekspresi dan tidak merasa ada intimidasi atau diskriminasi tetapi sebaliknya merasa dilindungi dan merasa nyaman untuk melakukan apa saja yang berkaitan dengan perkembangan kemampuan dan karya mereka di masa mendatang.


“Jika ada tindak kekerasan terhadap anak baik itu pelecehan seksual, perdagangan anak di bawah umur ataupun diskriminasi atau anak yang ditelantarkan maka bisa menghubungi DP3AKB dalam rangka memberikan perlindungan,” dorong Wawali.

Untuk itu, diharapkan seluruh komponen bersinergi dengan baik mulai dari Pemkot, TNI - POLRI dan pemangku kepentingan lainnya termasuk media cetak dengan perannya masing-masing untuk memberikan pandangan dan pencerahan kepada masyarakat agar rencana Kota Jayapura menuju “Kota Layak Anak” bisa tercapai.

Sementara itu, Kepala DP3AKB Kota  Jayapura, Betty A. Puy, SE, MPA menambahkan kegiatan advokasi Kota Layak Anak merupakan momen penting dalam rangka mewujudkan komitmen bersama untuk menciptakan SDM yang berkualitas.

“Kota layak anak harus memenuhi syarat pentingnya perlindungan dan kelangsungan hidup anak dalam tumbuh kembangnya secara baik baik fisik, mental maupun sosial,” urainya.

Kegiatan ini juga dalam rangka mengajak semua pihak untuk ikut terlibat terhadap seluruh kebijakan kota layak anak yang telah dicanangkan Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM  pada 2014 lalu.

“Advokasi ini merupakan tindak lanjut dari masyarakat kita khususnya di distrik dan juga kepada dunia usaha yang ada di masing-masing distrik serta kalangan pendidikan dan berbagai elemen lainnya yang dilibatkan untuk memberikan advokasi tentang kebijakan kota layak anak,” sambungnya.

Di harapkan, masing-masing pihak bertanggung jawab seperti dunia usaha dengan CSRnya bisa membuat program sejalan dengan kebijakan Wali Kota.

“Pemerintah kota tidak bisa bekerja sendiri namun membutuhkan keterlibatan berbagai pihak yang tinggal di Kota Jayapur,” tukasnya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga