SMKN 1 Kota Jayapura dan Nabire Terpilih Masuk Program Revitalisasi

SMK Negeri 1 Kota Jayapura terpilih bersama 124 sekolah kejuruan di seluruh Indonesia yang masuk dalam revitalisasi.
Share it:
Sekda Kota Rasmus D. Siahaya, SH, MM saat memberikan sambutan pada pembukaan Workshop Revitalisasi
SMK untuk Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing Bangsa bertempat di Aula SMKN 1 Kota Jayapura
Jayapura, Dharapos.com
SMK Negeri 1 Kota Jayapura terpilih bersama 124 sekolah kejuruan di seluruh Indonesia  yang masuk dalam revitalisasi.

Untuk Provinsi Papua, SMKN 1 Jayapura terpilih bersama SMKN 1 Nabire.

Hal ini sesuai kebijakan dalam Nawacita Presiden RI dengan yang berkaitan dengan kebutuhan terkini perkembangan pembangunan Indonesia.

Implementasinya dengan menunjuk pada Inpres Nomor 9 Tahun 2016 dimana Presiden meminta atau menginstruksikan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan revitalisasi terhadap ribuan SMK yang ada di Indonesia hingga akhirnya terpilih 125 SMK program dimaksud.

“Ada 5 keterampilan yang direvitalisasi yaitu revitalisasi SMK Bidang Bisnis, Agro Teknologi, Kemaritiman, Pariwisata dan Revitalisasi Industri Produktif," rinci Sekretaris Daerah Kota Jayapura, Rasmus D. Siahaya, SH, MM saat membuka Workshop Revitalisasi SMK untuk Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing Bangsa yang berlangsung di aula SMK Negeri 1 Jayapura, Rabu (30/8).

SMKN 1 Jayapura berorientasi pada penyiapan SDM dalam bidang perhotelan dan tata boga.

“Itu berarti ada kajian khusus tentang  Kota Jayapura Papua karena dilakukan revitalisasi kepada SMK Negeri 1 Jayapura yang berorientasi kepada perhotelan dan boga,” jelasnya.

Lanjut Sekda, Kota Jayapura melalui SMKN 1 mendapat kesempatan yang difokuskan untuk merevitalisasi yakni kurikulum SDM pendidik dan tenaga kependidikan, dimana hubungan kerja samanya adalah lulusan harus betul-betul sesuai kebutuhan.

Kebutuhan yang ada di dunia perhotelan harus dibentuk di SMK sehingga saat mereka tidak gagap saat diterjunkan ke dunia kerja.

“Dengan tuntutan revitalisasi ini maka perlu ada semangat perubahan dari tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah. Karena perubahan yang paling hakiki itu berawal dari dirinya sendiri dan tentu juga harus komitmen serta disiplin,” urainya.

Ditegaskan, apa yang dilakukan saat ini merupakan sebuah investasi sumber daya dalam rangka menjawab tuntutan dari keberpihakan kepada masyarakat Papua yaitu mengejawantahkan UU Nomor 21 tentang Otonomi Khusus.

Pada kesempatan yang sama, Kepsek SMKN 1 Jayapura, Elisabeth Paksoal membenarkan kegiatan revitalisasi yang dilakukan kali ini sebagai wujud Inpres Nomor 9 Tahun 2016 yang telah dicanangkan untuk merevitalisasi SMK.

Pada revitalisasi ini ada empat poin yang menjadi fokus yaitu kurikulum yang dianggap masuk kategori kaku dan harus direvitalisasikan SDM pendidik  dan tenaga kependidikan.

“Selain itu juga terkait bagaimana hubungan kerja dengan industri karena industri sebagai pemakai yang akan memakai lulusan dari SMK dan fokus pada kualitas lulusan ke depan,” sambungnya.
SMKN 1 Jayapura masuk dalam paket 125 dari 13700 SMK di seluruh Indonesia.

“Untuk Provinsi Papua hanya 2 SMK yang masuk dalam sekolah revitalisasi yaitu SMKN 1 Jayapura dan SMKN 1 Nabire,” tukasnya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Pendidikan

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga