Target Kota Layak Anak Masih Harus Diperjuangkan

Target Pemerintah daerah untuk menjadikan Kota Jayapura sebagai kota layak anak masih membutuhkan perjuangan keras..
Share it:
Keua Komisi D DPRD Kota Jayapura, Kenan Sipayung
Jayapura, Dharapos.com 
Target Pemerintah daerah untuk menjadikan Kota Jayapura sebagai  kota layak anak masih membutuhkan perjuangan keras..

Hal ini disampaikan Ketua Komisi D DPRD Kota Jayapura, Kenan Sipayung saat membawa materi pada kegiatan Temu Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) yang  digelar Pemerintah Kota melalui Bagian Hukum Setda setempat yakni Peraturan daerah (Perda) Nomor 14 Tahun 2106 tentang Kota Layak Anak.

“Perda ini merupakan kebutuhan kita dan setiap fasilitas yang ada di Kota Jayapura baik umum maupun pemerintah harus disiapkan tempat bermain untuk anak. Sehingga apa yang diinginkan Pemerintah tentu harus di dukung oleh orang tua dan masyarakat sekitar,” terangnya.

Namun untuk merealisasikannya, masih membutuhkan perjuangan dan kerja sama berbagai pihak untuk merealisasikan itu

“Karena sekolah harus layak, tapi kenyataannya masih ada juga sekolah yang belum dipagari menyebabkan masyarakat lalu lalang saat proses belajar mengajar dan menurut saya hal ini tidak boleh terjadi. Bahkan ada juga beberapa kasus kekerasan yang terjadi di sekolah,” nilainya.

Untuk itu, diharapkan agar tidak boleh ada lagi kekerasan terhadap anak di sekolah.

Dengan adanya Perda ini, maka semua bisa berkontribusi baik keluarga, masyarakat begitu pula swasta yang juga harus berkontribusi.

Untuk itu menjadi kota layak anak, Sipayung juga mengharapkan di setiap RT RW harus ada tempat
bermain anak seperti ruang terbuka hijau baik itu di lingkungan mereka masing-masing termasuk
dibuatkan perpustakaan mini.

Diakuinya, kemauan semua pihak untuk membangun fasilitas seperti tempat bermain anak di lingkungan masing-masing tentu membutuhkan anggaran dan Pemerintah bisa mengawalinya dengan membentuk panitia yang diketuai Kepala Bappeda setempat.

“Namun yang kita dorong  adalah masyarakat dan pihak swasta. Kalau pihak swasta bangun swalayan, maka kita berikan harapan untuk membangun satu ruang terbuka dan diberikan fasilitas seperti tempat bermain anak. Karena untuk membangun fasilitas bermain anak tidak semua  anggaran diharapkan dari pemerintah,” lanjut Sipayung.

Untuk itu, diharapkan semua organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membantu baik pendidikan sosial maupun kesehatan.

Lebih lanjut dijelaskan, kota layak anak adalah inisiatif DPRD, walaupun regulasi dari pusat yang dianjurkan untuk setiap kota harus menjadi kota layak anak dan Dewan menginisiasi.

“Kita juga sampaikan ke anak-anak agar mereka juga mengetahui dan setiap sidang dewan, maka forum anak juga harus ikut agar mereka bisa mendengar apa yang direncanakan Pemerintah kota untuk mereka,” tukasnya.

Kepala Bagian Hukum Setda Kota Jayapura, Maxi Atanai, SH mengaku kesadaran hukum harus perlu didorong dan anggota keluarga yang diharapkan untuk nantinya meneruskan informasi adalah dari anak-anak.

“Dua tahun ini, Pemerintah Kota cenderung untuk kelompok siswa dengan harapan perilaku anak-anak diarahkan pada sesuatu yang positif terkait kepatuhan mereka terhadap produk-produk hukum daerah maupun peraturan perundangan yang dikeluarkan,” akuinya.

Tetapi menurutnya, masih banyak elemen masyarakat yang harus disentuh.

“Pada tahun pertama masuk pada kelompok ibu-ibu lewat PKK kemudian tahun berikutnya kita masuk pada masyarakat umum dan 2 tahun terakhir ini kita masuk kepada anak sekolah. Dan ada kerinduan untuk masuk perguruan tinggi,” tukasnya.

Puluhan pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas di Kota Jayapura mengikuti kegiatan Temu Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) yang  digelar Pemerintah Kota melalui Bagian Hukum Setda setempat

Kegiatan Temu Kadarkum ini dilaksanakan dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke 72 Tahun 2017

Sosialisasi yang digelar di gedung serba guna Sian Soor, Kantor Wali Kota Jayapura, Senin (7/8) bertujuan untuk menambah wawasan para pelajar khususnya di bidang hukum, dengan harapan mereka dapat menyebarluaskan ini kepada sesama rekan sekolahnya.

Serta membina dan meningkatkan kesadaran hukum para aset masa depan bangsa dalam bermasyarakat dan bernegara. Dengan begitu maka mereka mampu menyampaikan aspirasi baik di sekolah, rumah atau di tempat dimana mereka berada.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga