Terkait Keributan Eks Karyawan PT FI, Kadepa Bantah Singgung Unsur TNI

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua, Laurenzius Kadepa membantah dengan tegas jika dirinya dituding membawa-bawa nama institusi TNI dalam persoalan keributan ribuan eks karyawan PT. Freeport Indonesia (FI), beberapa hari lalu.
Share it:
Ribuan eks karyawan PT. FI saat menggelar aksi demo yang berujung rusuh, beberpa hari lalu
Jayapura, Dharapos.com
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua, Laurenzius Kadepa membantah dengan tegas jika dirinya dituding membawa-bawa nama institusi TNI dalam persoalan keributan ribuan eks karyawan PT. Freeport Indonesia (FI), beberapa hari lalu.

“Saya sedikitpun tidak menyinggung Pangdam ataupun institusi TNI dalam permasalahan pengamanan keributan eks karyawan PT. Freeport  Indonesia,” tegasnya saat memberikan klarifikasinya di Jayapura, Selasa (22/8).

Karena itu, ia mempertanyakan kenapa dirinya dikaitkan dengan hal itu.

“Saya heran kenapa Pangdam marah kepada saya, ada apa?? Sedangkan saya tidak pernah menyinggung sedikit pun tentang TNI,” bantah Kadepa.

Ia menegaskan, bahwa soal keributan eks karyawan PT. FI, dirinya hanya mengingatkan pihak Kepolisian dan Pemerintah setempat agar dalam menangani masalah eks karyawan dengan manajemen dengan PT Freeport jangan memposisikan diri sebagai juru bicara.

“Tugas Kepolisian adalah mengawal mereka untuk mencari solusi bukan menghalangi nasib ribuan karyawan yang di rumahkan ini,” tegas Kadepa.

Anggota Komisi I DPR Papua ini juga menambahkan pihaknya masih berpatokan pada pertemuan yang dilakukan bersama manajemen PT FI di kantor DPR Papua, beberapa waktu lalu.

Dalam rapat tersebut ada langkah-langkah yang sudah disepakati bersama.

“Oleh karena itu, kami memberikan kepercayaan kepada Pemda Mimika dalam hal ini Disnaker setempat selama dua minggu untuk memfasilitasi pertemuan antara manajemen PT FI dengan pekerja,” lanjut Kadepa.

Tetapi sampai sekarang, sudah melewati dua Minggu, Pemda setempat belum juga melaporkan hasilnya ke DPR Papua sebagai pengawas dalam masalah ini.

Akibatnya, ternyata karena dalam dua minggu tidak pernah ada langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemda dan PT FI, sehingga memicu karyawan mengamuk  dan terjadilah hal-hal yang tidak diinginkan

"Ini adalah kegagalan Pemerintah setempat," kecam Kadepa.

Bahkan diakuinya lagi, samapai sekarang ini juga pihaknya tidak tahu sampai jauh mana komunikasi yang sudah dilakukan.

“Sampai saat ini, kami DPR Papua tidak pernah tahu bagaimana tingkat komunikasi antara manajemen PT FI dan Pemda seperti apa dan sudah sejauh mana? Tidak pernah ada itu,” tukas Kadepa.

(Vian)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Politik dan Pemerintahan

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga