Wali Kota Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Kota Jayapura

Kota Jayapura kini dipandang sebagai pusat perubahan di tanah Papua (Central of Change), salah satunya sebagai barometer pendidikan di provinsi paling timur Indonesia ini.
Share it:
Pembukaan seminar ditandai dengan penabuhan tifa secara bersama-sama
Jayapura, Dharapos.com
Kota Jayapura kini dipandang sebagai pusat perubahan di tanah Papua (Central of Change), salah satunya sebagai barometer pendidikan di provinsi paling timur Indonesia ini.


Kini perkembangan pendidikan di negeri berjuluk Port Numbay ini sangat maju bahkan menjadi kota nomor dua dari ratusan kabupaten/kota di Indonesia, setelah Yogyakarta  berbasiskan IT.

Dalam hal ini, pelaksanaan Ujian Nasional (UN), pengumuman hasil UN, pendaftaran murid baru, hingga hpengumuman kelulusan untuk semua jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA dan SMK yang semuanya telah berbasis IT.

“Kita tidak mengejar tingkat kelulusan 100 persen tapi kualitas dan mutu dari hasil pendidikan itu sendiri yang menjadi terpenting bagi kami untuk terus di gemakan,“ ungkap Wali Kota DPR. Benhur Tomi Mano, MM saat membuka seminar pendidikan Learning Metamorphosis, Sabtu (19/8).

Seminar di selenggarakan Panitia Hari Ulang Tahun ke 42 YPPK Fransiskus Asisi di Papua dan Panitia HUT ke-50 STFT Pakar Timur Papua.

Kegiatan ini juga disponsori oleh Penerbit Erlangga, perwakilan Provinsi Papua.

“Sektor pendidikan selama kepemimpinan saya menjadi salah satu program prioritas, sehingga jika berbicara tentang pendidikan, kita tidak bisa main-main tetapi harus fokus demi menjaga kualitas dan mutu pendidikan di kota ini,” urainya.

Karena itu, Wali Kota tegaskan jika dirinya tidak inginkan di kota ini ada guru yang hanya masuk ruang kelas, memberikan catatan untuk siswa dan kembali meninggalkan ruang kelas dan tidak fokus sebagai profesi  guru.

Pada momen ini, Wali Kota memberikan apresiasi kepada  YPPK selaku pelaksana seminar pendidikan Learning Metamorphosis

“Semoga seminar ini memberi manfaat bagi tenaga pendidikan yang ada di Yayasan Katolik. Demikian pula kepada kepala sekolah dan para dewan guru untuk terus menjaga kekompakan dan kebersamaan demi meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di daerah ini,” harapnya.

Wali Kota menunjukkan 3 buku pemberian panitia
Seminar Pendidikan Learning Metamorphosis
Wali kota kemudian mengingatkan seluruh guru baik negeri maupun swasta yang mengajar di Kota
Jayapura untuk fokus memberikan pelajaran, menyiapkan materi untuk diberikan kepada anak-anak serta tidak boleh melakukan aktivitas lain selain belajar mengajar.

Ia menegaskan Kota Jayapura merupakan barometer di tanah Papua dan itu bukan slogan semata namun hal itu telah terbukti.

“Tugas dari seorang guru adalah berada di depan kelas untuk mentransfer ilmu kepada anak-anak didik kita, karena itu tidak diperkenankan seorang guru melakukan pengurusan di kantor Wali Kota,” tegas Wali Kota.

Terkait masalah kenaikan pangkat atau kenaikan berkala sertifikasi guru, itu menjadi tugas Dinas Pendidikan untuk mengatur semuanya.

Pria yang sering disapa BTM juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Yayasan Katolik yang telah mendidik anak-anak bangsa yang ada di kota ini menjadi cerdas dan hebat.

Ia juga mengingatkan, guru tidak diperkenankan untuk memukul murid di sekolah.

“Sebaliknya sekolah kita harus seperti Ki Hajar Dewantoro yang menjadikan sekolah sebagai taman siswa, hijau, indah, damai dan ramah agar anak didik kita merasa enjoi datang ke sekolah dan tidak takut kepada gurunya,” imbuh BTM.

Tak lupa, putra asli Port Numbay ini meminta Yayasan Katolil untuk mendukung  program Pemkot Jayapura sebagai sekolah ramah lingkungan, bersih dan indah.

“Dengan begitu jika orang ingin melihat Tanah Papua cukup dengan melihat kota Jayapura karena merupakan wajahnya Papua bagi Indonesia,” tukasnya.

Direktur Sekretariat Eksekutif YPPK Kota dan Kabupaten Jayapura, Sylvester Libya, S.Sos, menambahkan pihaknya menyelenggarakan seminar pendidikan ini bekerja sama dengan  Penerbit Airlangga.

YPPK yang bertanggung jawab terhadap pendidikan, memiliki komitmen yang kuat untuk terus menyiapkan kader-kader guru terlebih menyiapkan guru-guru yang hebat dalam menghadapi persaingan di kompetisi pendidikan.

Ketua Komisi Pendidikan Keuskupan Jayapura, Pastor Yan You mengaku, seminar ini merupakan satu
kerinduan menjadi guru yang hebat dan siswa yang dahsyat.

“Kita juga mau agar sekolah yang ada di Kota Jayapura dan di tanah Papua, menjadi sekolah yang hebat namun tentu harus dimanajemeni dengan baik,” tukasnya.

Pada momen tersebut Ketua Panitia menyerahkan 3 buah buku kepada Wali Kota yang salah satunya berjudul Learning Metamorphosis, Hebat Gurunya Dahsyat Muridnya.

Narasumber yang dihadirkan yakni Inspirator Metamorphosis dan penulis buku, Drs. H Dwiyono Irianto, MM.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Pendidikan

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga