Wali Kota Sukacita Sambut Kehadiran Wagub Papua di Festival Teluk Humbold

Kehadiran Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, SE, MM sekaligus membuka Festival Teluk Humbold, menjadi satu sukacita tersendiri bagi Wali kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM
Share it:
Wagub Papua, Klemen Tinal, SE, MM diapit Wali kota, DR. Benhur Tomi Mano, MM dan Wakil Wali Kota
Ir. H. Rustan Saru, MM saat pembukaan Festival Teluk Humbold ke 9 di Pantai Hamadi, Kamis (3/8)
Jayapura, Dharapos.com
Kehadiran Wakil Gubernur (Wagub) Papua, Klemen Tinal, SE, MM sekaligus membuka Festival Teluk Humbold, menjadi satu sukacita tersendiri bagi Wali kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM.

“Sejak event budaya ini pertama kali digelar hingga pelaksanaan yang ke 9 ini kami berjalan seorang diri. Namun pada hari ini tanah dan negeri ini bersukacita, leluhur di atas tanah ini bersukacita karena mereka melihat seorang pemimpin yang rendah hati datang ke negeri mereka,” ucap Wali Kota saat menyampaikan sambutannya pada pelaksanaan Festival Teluk Humbold, yang digelar dui Pantai wisata Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kamis (3/8).

Karena di atas negeri ini berdiri Pemerintah Provinsi Papua sehingga tanah ini turut menyaksikan dengan sukacita seorang figur yang punya dedikasi dan loyalitas tinggi bersama dengan orang adat yang mempunyai tanah dan air yang dijadikan sebagai ibukota provinsi di ujung timur Indonesia ini.

“Saya atas nama Ondoafi memberkati Bapak Wakil Gubernur di atas tanah dan negeri ini untuk terus menjadi pemimpin yang hebat demi meneruskan pembangunan di atas tanah dan negeri saya,” ucapnya.

Wali Kota pada kesempatan tersebut juga mengungkapkan jikalau Pemprov Papua menyiapkan dana senilai Rp 20 Miliar bagi Pemkot maka dirinya akan menata struktur di Kota Jayapura lebih baik.

“Saya bisa menata kota ini tetapi karena dana yang dikucurkan bagi Pemerintah Kota oleh Pemerintah pusat terbatas sehingga sangat kesulitan merealisasikannya,” tegasnya.

Diakuinya, APBD Kota Jayapura di tahun 2016 senilai Rp 1,4 Triliun namun di 2017 turun menjadi Rp 1,3 Triliun karena semua anggaran terserap kepada Pemerintah pusat.

Lebih lanjut, jelasnya, Kota Jayapura telah membentuk panitia Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke-72.

“Kegiatan yang akan kita laksanakan di tingkat Kota Jayapura sesuai dengan surat Menteri Sekretaris Negara kepada seluruh Gubernur, Bupati dan Wali Kota tentang pemasangan bendera merah putih. Dan kami telah melaksanakan itu sejak 1 - 31 Agustus 2017 yang kami sebut sebagai Bulan Kemerdekaan,” jelas Wali Kota.

Juga dilakukan pemasang bendera merah putih dari batas kota Angkasa sampai ke Muara Tami sebagai upaya menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada masyarakat Kota Jayapura tentang cinta kepada bangsa.

Pemkot juga akan menggelar pertemuan sehari bersama masyarakat perbatasan pada Sabtu (5/8) dan Muspida serta seluruh jajarannya.

“Kami akan seharian duduk bersama, makan bersama dan melihat mereka. Kami akan melayani masyarakat sesuai Nawacita Presiden dari kampung menuju ke kota dengan pelayanan kesehatan gratis, pengobatan gratis, pasar murah dan juga kegiatan lain seperti pelayanan administrasi kependudukan gratis kepada masyarakat,” rinci Wali Kota.

Wujud dari perayaan HUT Kemerdekaan RI juga akan dilangsungkan kegiatan yang langsung menyentuh ke masyarakat seperti lomba kebersihan di tingkat RT dan RW hingga ke tingkat Kota Jayapura.

Lanjutnya, Kota Jayapura juga merupakan salah satu kota yang sangat unik karena di dalamnya terdapat 14 kampung yang seharusnya berstatus Kelurahan.

“Pemerintah kota berupaya mempertahankan hal ini agar nilai-nilai tatanan adat istiadat di semua kampung bisa kita pertahankan dengan baik. Pertahankan tarian mereka, makanan khas di kampung, ukiran-ukiran serta kain batik khas kampung agar tidak hilang sampai anak cucu dan mereka mengetahui ini adalah adat istiadat kita di kampung,” cetusnya.

Pemkot juga mengeluarkan Peraturan daerah bahwa setiap hari Kamis wajib memakai noken.

Hal ini merupakan wujud menghargai bahwa noken ini dikerjakan dengan tangan sendiri sehingga bernilai ekonomis dan bisa menambah masukkan bagi mama-mama.

“Saya harapkan selama tiga hari mama-mama Papua bisa siapkan noken untuk dijual noken sehingga kita bisa beli. Mama-mama bisa tawarkan noken dengan bermacam-macam warna dan corak. Tapi, saya melarang membuat noken dengan bentuk dan corak bendera Bintang Kejora,” imbuhnya.

Orang nomor satu di negeri berjuluk Port Numbay ini juga memperingatkan ASN tidak boleh membeli noken yang bermotifkan bendera Bintang Kejora.

“Kalau boleh tas noken yang dibuat dengan warna merah putih,” dorongnya.

Pria yang sering disapa BTM ini mengapresiasi panitia pelaksana Festival Teluk Humbold yang telah menyiapkan dengan baik hingga acara pembukaan di dengan penuh sukacita.

“Inilah ajang edukasi dimana kita bisa melihat tampilan dari masyarakat ada di 14 kampung melalui peragaan gerak dan tari mereka, serta menjual potensi yang ada seperti destinasi wisata di Kota Jayapura kepada masyarakat,” tandasnya.

BTM secara khusus juga mengundang mitra-mitra kerja pariwisata untuk menjual potensi wisata di Kota Jayapura yang begitu indah.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga