Wawali Buka Kegiatan Pemasangan Kontrasepsi KB di 5 Distrik

Pemerintah kota melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Jayapura menggelar kegiatan pelayanan pemasangan kontrasepsi KB bagi ibu-ibu di 5 distrik, Selasa (8/8).
Share it:
Wawali Ir. H. Rustan Saru, MM saat membuka kegiatan pelayanan pemasangan kontrasepsi KB, Selasa (8/8) 
Jayapura, Dharapos.com
Pemerintah kota melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Jayapura menggelar kegiatan pelayanan pemasangan kontrasepsi KB bagi ibu-ibu di 5 distrik, Selasa (8/8).

Masing-masing Muara Tami, Jayapura Selatan, Jayapura Utara, Abepura dan Distrik Heram.

Kegiatan yang dipusatkan di gedung serba guna Wik VII Hamadi Gunung, RT.02/RW.09 Kelurahan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Ir. H.  Rustan Saru, MM.

Turut hadir Kepala DP3AKB Kota Jayapura, Betty A. Puy, SE, MPA, Kepala Distrik Jayapura Selatan, Djong H. W. Makanuway, ST, MM, Komisi D, anggota DPRD Kota Jayapura Jum Haryati dan Kepala Kelurahan Hamadi, Raimond Karet, S.STP.

Kegiatan ini juga masih dalam rangkaian Hari Keluarga nasional (HARGANAS) ke -24 tahun 2017 dan menyongsong HUT RI ke -72 tahun 2017 Tingkat Kota Jayapura dengan tema "Wujudkan Keluarga Kecil yang Berkualitas, Bahagia dan Sejahtera".

KB merupakan salah satu program nasional yang dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo melalui Nawacita.

Mewakili Wali Kota, Wawali mengungkapkan perkembangan jumlah penduduk di Indonesia termasuk di Papua lebih khusus Kota Jayapura sangat cepat salah satu disebabkan karena adanya keluarga–keluarga yang jarak kelahiran tidak terkontrol bahkan ibu-ibu  menikah dalam usia muda.

Sehingga pemasangan alar kontrasepsi KB bagi ibu-ibu ini merupakan program  dengan tujuan untuk mengatur jarak kelahiran pada keluarga. Dimana tentu untuk membantu dan mengontrol masa pertumbuhan dari ibu usai melahirkan.

“Karena jika tidak dilakukan pemasangan alat kontrasepsi ini maka jarak kelahiran anak tidak terkontrol bisa dalam setahun bahkan dalam dua tahun sekali. Tetapi jika alat kontrasepsi KB terpasang maka tentu bisa mengatur jarak kelahiran anak sesuai dengan harapan keluarga,” ungkapnya.

Di samping mengatur jarak kelahiran anak, program ini juga berkaitan  dengan keluarga berencana secara nasional sehingga diharapkan seluruh masyarakat Indonesia mempunyai dua anak dengan jarak kelahiran minimal 3 tahun.

Wawali saat memantau proses pemeriksaan

Oleh karena itu, Pemerintah meluncurkan program tersebut dalam rangka untuk memberikan jarak kelahiran anak serta untuk menyejahterakan dan bisa menekan beban keluarga.

“Kualitas anak pun bisa kita jaga dan awasi serta dilindungi apalagi gaya hidup anak saat ini pada pergaulan bebas dan terpengaruh dengan hal-hal yang dapat menjerumuskan mereka ke hal-hal yang tidak baik,” cetusnya.

Untuk Kota Jayapura Provinsi Papua, program ini sangat diperlukan karena keluarga menginginkan anak diatur secara berencana dan tidak melahirkan secara beruntun.

Dan ini yang saat ini dimaksimalkan oleh DP3AKB Kota Jayapura agar masyarakat sadar untuk ikut mengambil bagian dalam program KB yang berdampak pada jumlah penduduk yang tidak meningkat.

Harapan Pemkot agar partisipasi masyarakat dalam mengikuti program ini karena program ini dilakukan secara gratis kepada masyarakat kota Jayapura yang ada di 5 distrik.

“Kami menyambut baik program ini dan silakan disosialisasikan kepada seluruh warga di Kota Jayapura agar ikut berpartisipasi dalam program keluarga berencana,” tukasnya.

Ketua Panitia Yaneke Samallo, SE dalam laporan mengatakan kegiatan pelayanan dan pemasangan alat kontrasepsi KB di Kota Jayapura bertujuan untuk meningkatkan jangkauan peserta KB, memenuhi kebutuhan masyarakat akan alat kontrasepsi KB  dan memberikan pelayanan secara gratis.

Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini, yaitu jumlah peserta KB makin bertambah terpenuhi dan tersedia alat kontrasepsi KB.

Peserta pada kegiatan ini berjumlah 500 orang dimana masing-masing terdiri dari 100 orang per distrik

Kegiatan ini termasuk dalam salah satu dari 9 agenda Prioritas Pembangunan (Nawacita) yaitu meningkatkan kualitas hidup Indonesia.

Keluarga yang berkualitas adalah keluarga yang sejahtera sehat maju Mandiri memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan ke depan, bertanggung jawab, harmonis dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kegiatan pelayanan pemasangan kontrasepsi KB di kota Jayapura ini juga berdasarkan UU Nomor 52 Tahun 2009, tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga di mana penduduk harus menjadi titik sentral dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia yaitu pembangunan yang terencana di segala bidang.

Dalam rangka untuk menciptakan perbandingan ideal antara perkembangan kependudukan dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan serta memenuhi kebutuhan.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga