3 Bulan Terakhir, Keberadaan HTI - Narkoba Warnai Kondisi Kamtibmas Kota Jayapura

Keberadaan kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan peredaran narkoba menjadi poin penting yang diangkat dalam Rapat Koordinasi Intelijen Tingkat Kota Jayapura, yang digelar Jumat (15/9).
Share it:
Kota Jayapura, Provinsi Papua
Jayapura, Dharapos.com
Keberadaan kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan peredaran narkoba menjadi poin penting yang diangkat dalam Rapat Koordinasi Intelijen Tingkat Kota Jayapura, yang digelar Jumat (15/9).

Rakor tersebut digelar Pemerintah Kota Jayapura, dengan agenda  melakukan pertemuan bersama pemangku kepentingan di wilayah tersebut menyikapi situasi perkembangan di 3 bulan terakhir yang terpantau di ibukota provinsi paling timur Indonesia ini.

Rapat Koordinasi Intelijen Tingkat Kota Jayapura  ini melibatkan pihak Kepolisian, Kodim 1701 Jayapura, Intel Kodam XVII Cendrawasih, Lantamal 10 Jayapura, BIN dan juga BAIS serta Kesbangpol setempat.

“Dalam pertemuan tersebut masing-masing pihak melaporkan perkembangan situasi dan kondisi yang diketahui dalam 3 bulan terakhir,” terang Wakil Wali Kota Ir. H. Rustan Saru, MM, Jumat (15/9).

Dikatakan, Kepolisian sementara menyikapi keberadaan kelompok (HTI) di Kota Jayapura.

“Bahkan polisi telah mengantongi sejumlah data dan sudah mengetahui lokasi serta kegiatan HTI,” kata Wawali.

Berkaitan dengan itu, pihaknya meminta Kepolisian untuk melakukan pendekatan agar HTI tidak dikembangkan di Kota Jayapura karena merupakan garis keras yang dilarang Pemerintah.

“Selain itu juga, tentu harus ada kerja sama semua pihak baik Pemerintah kota, TNI, Polri, RT, RW Lurah/Kampung dan Distrik untuk bersatu memberikan pemahaman agama mereka tidak mengembangkan organisasi terlarang ini di Kota Jayapura,” imbuh Wawali.

Turut disinggung pula, masalah penjambretan, perkelahian dan sejumlah tindak kriminal lainnya.

Polisi, lanjut Wawali, tetap melakukan patroli untuk menyikapi situasi dan kondisi di ibukota provinsi Papua ini.

“Mendukung upaya itu, maka Pemerintah Kota Jayapura akan mengambil langkah-langkah dalam membantu aparat kepolisian dengan membangun dua pos keamanan di Buper Waena dan Jalan Alternatif,” cetusnya.

Pemkot juga nantinya akan menyiapkan dana untuk  mendukung operasi Garnizun di malam hari guna memantau situasi dan kondisi perkembangan Kota Jayapura dalam rangka mengamankan oknum atau pihak-pihak  yang dianggap bisa mengganggu kamtibmas.

Langkah pengamanan ini  lebih kepada upaya memberikan pemahaman agar mereka tidak membuat hal-hal yang berdampak pada terganggunya kenyamanan penduduk di kota ini.

Selain itu, juga turut dibahas mengenai pos-pos batas keamanan yaitu pos lintas batas hingga pos keamanan laut terkait upaya pemberantasan penyelundupan narkotika dari negara tetangga yang saat ini merebak di kota dan sudah banyak diperjualbelikan.

“Mereka sengaja mendatangkan barang haram tersebut dari luar untuk dimasukkan ke kota Jayapura baik melalui kapal laut maupun lewat kapal udara dan pintu perbatasan,” bebernya.

Wawali mengakui pihaknya termasuk Pemerintah Provinsi Papua telah memantau kondisi di lapangan terkait peredaran narkoba.

“Tetapi kenyataannya, walau pun di wilayah perbatasan ada pos lintas batas untuk memeriksa semua orang yang melintas tapi mereka juga menggunakan jalan tikus untuk masuk ke wilayah Indonesia dan membawa barang haram yang di kuatirkan akan merusak masa depan generasi kita di kota ini,” akuinya.

Dirincikan, ada dua pos keamanan yang belum difungsikan yaitu Pos Laut di Hamadi yang saat ini masih kosong dan masih menunggu surat keputusan dari Badan Narkotika Nasional Provinsi Papua.

“Jika sudah ada SK maka segera akan ditempatkan aparat gabungan baik Kepolisian, Imigrasi, Bea Cukai dan TNI untuk mengawasi lalu lintas dari laut termasuk ke Kota Jayapura tanpa dokumen yang jelas,” sambung Wawali.

Begitu pula dengan Pos Kantor Perbatasan Muara Tami yang juga akan dijadikan pos.

“Selama ini belum difungsikan karena perubahan nomenklatur yang berubah menjadi bagian di Pemerintahan sehingga masih menunggu surat keputusan dari BNN baru bisa difungsikan,” tandasnya.

Olehnya itu, pihaknya mengharapkan kerja sama semua pihak karena mengingat aparat keamanan sangat terbatas untuk mengawal semuanya itu.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga