9 ASN Mappi Lakukan Studi Tiru ke Bapenda Kota Jayapura

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Jayapura kini telah menjadi tempat menimba ilmu bagi sejumlah kabupaten yang ada di Provinsi Papua bahkan Papua Barat, terutama dalam hal pengelolaan PAD.
Share it:
Momen sharing Bapenda Kota Jayapura bersama ASN BPPRD asal Kabupaten Mappi
Jayapura, Dharapos.com 
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Jayapura kini telah menjadi tempat menimba ilmu bagi sejumlah kabupaten  yang ada di Provinsi Papua bahkan Papua Barat, terutama dalam hal pengelolaan PAD.

Kali ini, ASN  Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Mappi, melakukan studi tiru ke Bapenda Kota Jayapura, Rabu (20/9).

Kasubid Penerimaan lain-lain BPPRD Kabupaten Mappi, Willibrodus Muyak mengakui kedatangan pihaknya guna melakukan studi tiru di Bapenda  Kota Jayapura.

“Hal ini kami lakukan mengingat pemungutan retribusi tidak bisa kami terapkan, karena kondisi dan situasi di kabupaten Mappi. Sehingga, hasil studi tiru di Bapenda Kota Jayapura ini, akan kami aplikasikan di daerah kami,” akuinya.

Apa yang telah diterapkan di Kota Jayapura, nantinya juga akan dilakukan di Mappi sebagai pedoman untuk melakukan pungutan pajak retribusi dan Pajak Bumi Bangunan (PBB) .

Dirincikan, ASN yang datang untuk melakukan studi tiru ini sebanyak 9 orang yang berasal dari masing-masing bidang yang ada yakni pajak, retribusi dan bidang pembukuan dan akan melakukan studi tiru selama 6 hari.

“Kami berterima kasih kepada Kepala Bapenda Kota Jayapura karena apa yang di sampaikan kepada kami sangat jelas dan terinci, sehingga apa yang kami dapat akan diimplementasikan di Kabupaten Mappi,” ucap Muyak.

Lanjutnya, Badan yang baru terbentuk sejak Januari 2017 tersebut, tentu ingin merubah main set yang selama ini belum bisa dilakukan semaksimal Kota Jayapura.

“Karena untuk melakukan pungutan retribusi pajak tidaklah mudah. Karena tentu akan bebenturan dengan masyarakat sehingga ada pola yang harus di dapat di Kota Jayapura untuk nantinya akan di terapkan tentu dengan sumber daya manusia yang sudah piawai,” lanjut Muyok.

Ia juga menegaskan soal kesiapan SDM di Kabupaten Mappi untuk menghandel semua pungutan pajak.

“Namun perlu diakui sangat sulit bagi kami di Kabupaten Mappi, dengan keberadaan masyarakat yang pendidikan dan pengertiannya sangat terbatas, sehingga saat kami mengejar target PAD sangat sulit tercapai,” beber Muyok

Untuk itu, pihaknya juga berharap dukungan Bupati dan Wakil Bupati Mappi, agar dalam melakukan aksi pungutan tidak berbenturan dengan masyarakat.

Ditambahkan, target PAD Kabupaten Mappi tahun 2017 hanya sebesar Rp19.577.623.000, yang merupakan pemasukan dari sektor pajak retribusi dan penyumbang terbesar yakni PBB dan Retribusi.

“Olehnya itu, apa yang kami dapat dari  studi tiru ini, akan kami terapkan demi menggenjot PAD Kabupaten Mappi di tahun-tahun mendatang,” tukasnya.

Di tempat yang sama, Bapenda Kota Jayapura, DR. Fachruddin Pasollo, M.Si, memberikan rasa hormat kepada Pemda Kabupaten Mappi dalam hal ini BPPRD yang mana mereka mengambil lokus studi tiru atau forum silaturahmi untuk saling menukar informasi dan sharing.

Hal ini menegaskan bahwa Bapenda Kota Jayapura kini telah menjadi lokus studi tiru untuk semua kabupaten di seluruh Papua bahkan juga dari Provinsi Papua Barat.

“Saya sendiri merasa bahwa kami belum maksimal akan tetapi dari kabupaten lain di Papua dan Papua Barat mereka mau datang untuk melakukan studi tiru di Bappeda Kota Jayapura,“ akui Pasollo.

Dikatakan, dalam momen seperti ini tidak saja melakukan sharing, namun masukan dari kabupaten lain juga sangat diperlukan, karena karakter daerah mereka sulit namun dari sisi penerimaan mereka cukup bagus.

“Sedangkan kita yang mudah terjangkau kenapa penerimaan berkurang sehingga kita bisa sharing dengan kabupaten lain di Papua,” kata Pasollo.

Pihaknya pun berharap hikmah yang bisa dipetik dari pertemuan ini kalau  mereka merasa ada yang baik dari Kota Jayapura maka bisa mereka terapkan di Kabupaten Mappi dengan harapan tingkat efektivitas pengelolaan PAD disana bisa maksimal sesuai dengan potensi daerah yang ada.

Karena, untuk PAD sangat bervariasi di masing-masing kabupaten dan semuanya tergantung pada potensi daerah.

Ditambahkan Pasollo, sebaik apapun teknologi informasi dan sistem administrasi yang diterapkan di pendapatan daerah tapi semua itu bergantung pada orang yang menjalankannya.

“Artinya bukan tergantung pada secanggih apapun senapan yang digunakan tapi kemampuan orang di belakang senapan yang menarik pelatuknya,” sambungnya.

Dan dari semua ini yang paling penting adalah komitmen seorang pimpinan atau political will dari seorang kepala daerah.

“Wali Kota Jayapura sangat mendukung kita dan beliau sangat menaruh perhatian dengan Bapenda dan juga komitmen antara kepala dinas dengan staf-stafnya di samping juga integritas dalam bekerja dengan hati,” tandas Pasollo.

Ditegaskan pula bahwa bekerja di Bapenda tidak boleh ada orientasi lain atau orientasi mengumpulkan uang untuk pribadi dan ini hal yang harus dijauhkan.

“Karena sebaik apapun sistem dan sebaik apapun penataan kalau tidak dibarengi dengan kualitas sumber daya aparatur  yang punya komitmen dan integritas, atau ketulusan bekerja dan pengabdian serta tanggung jawab maka janganlah bermimpi,” tegas Pasollo.

Ia menambahkan, dalam studi tiru ini secara administrasi strategi dan secara konseptual diberikan kepada Kabupaten Mappi.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments: