Astaga, Harga BBM di Wamena Melonjak

Persoalan melonjaknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada beberapa daerah di kawasan Pegunungan Tengah Papua kembali menjadi sorotan.
Share it:
Ilustrasi pengiriman BBM ke kawasan Pegunungan Tengah Papua 
Jayapura, Dharapos.com
Persoalan melonjaknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada beberapa daerah di kawasan Pegunungan Tengah Papua kembali menjadi sorotan.

Kali ini, giliran Wakil Ketua Komis V DPR Papua dan juga berasal dari Daerah Pemilihan VI, Nioluen Kotouki.

“Saya merasa di sini ada kejanggalan yang terjadi sehingga harga BBM ini bisa melonjak naik dan juga pendistribusian dari agen ke masyarakat tidak berjalan seutuhnya,” bebernya, ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (26/9).

Contoh kongkrit, yang sekarang dialami masyarakat di Wamena, BBMnya naik sampai harga Rp 50.000 per liter dan sebenarnya menurut dia kondisi tersebut sudah tidak logis.

Untuk itu, Nioluen meminta Pemerintah setempat dalam hal ini dinas terkait harus tunjukkan sikap tegas atas fakta ini.

“Jangan kerja demi kepentingan yang terselubung,” kecamnya.

Nioluen mengaku punya alasan untuk membeberkan hal ini, karena terindikasi ada yang tidak beres dalam penyalurannya.

“Kuota yang sudah disediakan oleh Pertamina sendiri saya rasa sudah cukup tapi kenapa harganya tiba-tiba melonjak seperti itu,” herannya.

Nioluen berharap dengan kejadian ini, Dinas terkait di kabupaten setempat maupun Provinsi harus melihat persoalan yang terjadi ini secara baik agar masyarakat bisa merasakan hak yang sama seperti di daerah lain.

“Dan yang terpenting usahakan pelayanan ke masyarakat harus dengan hati,” cetusnya.

Nioluen juga menyoroti pihak DPRD setempat yang harus melihat hal ini.

Dan bila perlu panggil dinas terkait untuk melakukan hearing sehingga bisa segera diketahui apa penyebabnya hingga harga BBM bisa melonjak.

“Jangan-jangan ada terjadi penimbunan BBM oleh pihak-pihak tertentu,” sambungnya.

Di tambahkan pula, apabila dalam hearing yang dilakukan tidak menemui adanya masalah maka bisa dipastikan masalahnya ada pada sisi yang lain.

“Kalau kuota BBM-nya kurang, kita bisa mendesak Pemerintah pusat untuk penambahan kuota BBM ke wilayah pegunungan,” tukasnya.

(Vian)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga