Banyak Warga Kota Jayapura Belum Memiliki e-KTP

Hingga menjelang batas waktu penutupan pada 31 September mendatang, ternyata masih banyak warga di Kota Jayapura belum memiliki kartu identitas diri atau e-KTP.
Share it:
Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM
Jayapura, Dharapos.com
Hingga menjelang batas waktu penutupan pada 30 September mendatang, ternyata masih banyak warga di Kota Jayapura belum memiliki kartu identitas diri atau e-KTP.

Bahkan data saat ini yang dimiliki Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Jayapura, dimana dari sebanyak 417.000 jiwa masih harus diperlukan kecocokan dengan data kongkrit e-KTP khususnya bagi yang berumur 17 tahun ke atas

Wakil Wali Kota Ir. H. Rustan Saru, MM seusai memimpin apel penertiban masyarakat yang tidak memiliki e-KTP, Sabtu (16/9) mengakui dari data di atas mungkin saja ada yang hilang, ada KK-nya tetapi tidak ada perekaman.

“Oleh karena itu, perlu adanya pengecekan lapangan seperti yang dilaksanakan hari ini oleh  Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dengan membentuk tim gabungan untuk menelusuri adanya warga yang belum melakukan perekaman e-KTP,” terangnya.

Wawali berharap dengan adanya tim yang turun menelusuri rumah-rumah warga, maka paling tidak ada hasil yang didapat untuk mengoreksi dan memperbaiki data yang ada.

“Pendataan ini sangat penting karena lewat langkah ini, kita bisa mengetahui jumlah KK dan juga untuk pendistribusian beras raskin di Kota Jayapura,” cetusnya.

Menurutnya, saat ini fakta di lapangan menunjukkan banyak warga yang belum memiliki identitas diri.
Olehnya itu, atas instruksi Wali Kota selain Dispendukcapil, para RT/RW dapat mendata warganya agar bisa mengetahui berapa banyak warga yang AOP dan non Papua di tempatnya masing-masing.

“Karena ini terkait juga dengan penggunaan dana Otsus. Kalau warga tidak terdata dengan baik maka akan berdampak pada pendistribusian dana-dana tersebut,” bebernya.

Maka hal ini perlu dituntaskan secepatnya, agar bantuan dapat segera tersalurkan.

"Tetapi kalau RT/RW tidak bekerja dengan baik maka diberhentikan saja. Dan untuk mengangkat RT/RW yang baru, saya sudah sampaikan ke Wali Kota kita adakan fit and proper test agar kita bisa mengetahui prestasinya,” sambung Wawali.

Orang nomor dua di ibukota Provinsi Papua ini juga menghimbau kepada warga yang datang ke Papua khususnya Kota Jayapura, harus melengkapi diri identitas yang jelas agar Pemerintah disini juga bisa tahu warga tersebut datang dari mana dan datang ke sini bertujuan untuk apa.

“Bila perlu siapapun warga yang datang ke sini harus membuat surat pengantar dari daerah tujuannya untuk apa ke kota ini? Jangan sampai ke sini membuat persoalan baru baik penganguran maupun mengganggu keamanan dan kenyamanan warga Kota Jayapura, tukasnya.

(Vian)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga