Di Puncak, BI Papua Serukan Rawat Rupiah dengan Baik

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua pada tanggal 18-22 September 2017 menyambangi Kabupaten Puncak untuk melaksanakan kegiatan layanan kas keliling dan pengedaran uang.
Share it:
Penukaran uang layak edar pada pelaku usaha 
Jayapura, Dharapos.com
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua pada tanggal 18-22 September 2017 menyambangi Kabupaten Puncak untuk melaksanakan kegiatan layanan kas keliling dan pengedaran uang.

Selain itu turut pula dilakukan sosialisasi bagaimana merawat rupiah dengan baik, mengenalkan uang rupiah baru tahun emisi 2016 dan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah.

“Kami bersyukur kondisi keamanan di Puncak stabil sehingga kami bisa datang ke sana untuk melaksanakan tugas pengedaran uang serta sosialisasi kepada masyarakat,” ungkap Adi Purwantoro selaku Kepala Tim Pengedaran Uang Rupiah dan Operasional Sistem Pembayaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Jumat (22/9).

Kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan oleh BI di kabupaten yang berada dikawasan Pegunungan Tengah Papua ini langsung mendapat apresiasi dari Pemerintah Daerah, pelaku usaha dan juga masyarakat setempat.

Lanjut Purwantoro, dari 29 kabupaten/kota di Provinsi Papua, Puncak merupakan kabupaten ke-28 yang dikunjungi oleh BI dalam rangka menjamin ketersediaan uang rupiah layak edar di tengah-tengah masyarakat.

“Masyarakat di pegunungan juga berhak mendapatkan uang layak edar, tidak hanya di perkotaan saja,” cetusnya.

Untuk itulah, BI juga datang ke Puncak untuk menarik uang lusuh dari masyarakat dan menggantinya dengan uang layak edar.

Purwantoro juga menuturkan BI memiliki tantangan tersendiri untuk melaksanakan clean money policy di Papua.

Diantaranya geografis untuk beberapa lokasi sulit dijangkau melalui darat dan hanya bisa dijangkau oleh pesawat, serta faktor keamanan yang tidak menentu menjadi tantangan terberat.

Dari layanan kas keliling, sambung Purwanto, didapatkan fakta bahwa kondisi uang di Puncak, termasuk di pelaku usaha maupun masyarakat secara umum, rata-rata dalam kondisi sangat lusuh bahkan lembab, terutama untuk pecahan kecil yaitu Rp 20.000 ke bawah.

Untuk itu, pada momen tersebut, BI mengajak masyarakat agar dapat merawat uang rupiah dengan baik.

“Kalau untuk mengenai keaslian uang rupiah adalah dengan cara 3D yaitu Dilihat, Diraba,
Diterawang, maka untuk menjaga dan merawat rupiah adalah dengan cara 5J yaitu Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, Jangan Dibasahi. Karena rupiah adalah salah satu simbol negara yang patut dijaga kehormatannya di mata dunia,” dorongnya.

Jika uang rupiah dirawat maka akan tahan lama, sehingga negara bisa berhemat biaya dalam cetak uang.

“Dengan demikian anggaran yang lebih banyak dialokasikan untuk pembangunan,”tukasnya.

Sementara itu, Lamberthus Wakerwa selaku Plh. Sekda Kabupaten Puncak mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi kehadiran BI dan masyarakat senang bisa mendapat uang baru.

“Semoga harga-harga sembako di Puncak nanti bisa stabil,” tandasnya.

Kegiatan sosialisasi turut dihadiri jajaran Pemda, Komandan Pos Paskhas, Komandan Pos 751, Koramil, Komadan Pos Brimob, dan Komandan Satgas Maleo/Kopassus.

Hadir pula, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku usaha, perwakilan gereja, serta Kepala Cabang dan karyawan Bank Papua Cabang Ilaga.

(Vian)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Ekonomi

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga