Disdik Biak Numfor Gelar Pelatihan Penyusunan RPS/RPBS

Dinas Pendidikan Kabupaten Biak Numfor melaksanakan pelatihan Penyusunan RPS/RPBS bagi pengawas, kepala sekolah, guru dan komite sekolah pada Satuan Pendidikan Menengah Pertama Tahun 2017.
Share it:
Dinas Pendidikan Biak Numfor melaksanakan pelatihan Penyusunan RPS/RPBS bagi pengawas, kepala
sekolah, guru dan komite sekolah pada Satuan Pendidikan Menengah Pertama Tahun 2017
Biak, Dharapos.com
Dinas Pendidikan Kabupaten Biak Numfor melaksanakan pelatihan Penyusunan RPS/RPBS bagi pengawas, kepala sekolah, guru dan komite sekolah pada Satuan Pendidikan Menengah Pertama Tahun 2017.


Pelatihan dalam rangka Penguatan Standar Pelayanan Minimal tersebut dilaksanakan di Hotel Intsia Biak, Kamis (28/9).

Ditemui Beritapapua.Dharapos.com, Japosman Situmorang, S. Sos, M.MPd, selaku Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Pengajaran pada Disdik Biak Numfor mengatakan sasaran dari kegiatan ini ditargetkan sebanyak 100 orang.

Dirincikan, Kepala sekolah tingkat SMP, guru dan komite sekolah masing-masing sebanyak 32 orang, ditambah dengan pengawas SMP di lingkungan Disdik Kabupaten Biak Numfor.

Japosman mengharapkan pihak sekolah bisa menyusun perencanaan secara baik dan komprehensif terkait dengan pengenalan satuan pendidikan di sekolah masing-masing untuk lima tahun kedepan.

“Tetapi juga untuk menyusun rencana tahunan yang terapektasi seluruh kegiatan-kegiatan maupun seluruh pembiayaan sehingga bisa disusun perencanaan secara baik,” tandasnya.

Japosman Situmorang, S. Sos, M.MPd
Misalnya, penggunaan Dana BOS harus masuk dalam perencanaan sekolah, mulai dari rencana menengahnya, rencana tahunan sehingga mengacu pada berapa sumber yang didapat di sekolah.

“Apakah itu melalui dana BOS ataukah sumbangan dari orangtua melalui komitte harus tersusun dengan baik dan digunakan untuk melakukan kegiatan yang harus jelas. Sehingga hal ini menjadi bentuk pertanggungjawaban pihak sekolah kepada masyarakat juga kepada Pemerintah terkait dengan akuntabilitas penyelenggara satuan pendidikan disekolah masing-masing,” sambung Jamposman.

Ketika disinggung mengenai waktu pelaksanaan kegiatan yang sepertinya terbatas, Japosman membenarkan bahwa kegiatan selama tiga hari tidak cukup untuk menyusun dan memproduksi menjadi sebuah perencanaan yang baik karena waktunya sangat singkat.

Dikatakan pula bahwa kegiatan yang sedang berlangsung adalah kegiatan penyusunan rencana menengah sekolah, dalam perencanaan ini harus melibatkankan stakeholder seperti harus melibatkankan seluruh dewan guru, komitte sekolah dan juga pengawas sekolah.

Diharapkan penyusunan ini menjadi sebuah produk yang dari sisi perencanaannya melibatkankan seluruh stakeholder di lingkungan sekolah masing-masing.

Dengan adanya pelatihan ini diharapkan pihak sekolah bisa dan mampu menyusun rencana menengah sekolah yang harus menjadi dokumen yang terdokumentasikan dengan baik.

“Hal inilah yang menjadi landasan operasional dalam penyelenggaraan satuan pendidikan dalam lima tahun ke depan,” tukas Japosman.

(Hend DK)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Pendidikan

Masukan Komentar Anda:

0 comments: