DPC Peradi Jayapura Gelar Muscab ke II 2017

Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Jayapura menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke II, Jumat (22/9).
Share it:
Gubernur yang diwakili Kadis Perumahan dan Pemukiman Rakyat Papua, Daud Ngabalin saat membuka
Muscab II DPC Peradi Jayapura bertempat di Hotel Aston, ditandai penabuhan tifa, 
Jumat (22/9) 
Jayapura, Dharapos.com
Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Jayapura menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke II, Jumat (22/9).

Muscab yang berlangsung di Hotel Aston Jayapura, adalah dalam rangka memilih pimpinan DPC Peradi yang baru periode 2017 – 2022.

Tema yang diusung “Melalui Muscab II Peradi Kita Tingkatkan dan Pertahankan Profesionalitas, Solidaritas dan Imunitas Profesi Advokat”.

Gubernur yang diwakili Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Rakyat Provinsi Papua Daud Ngabalin, mengharapkan Peradi mampu menegakkan serta mewujudkan prinsip hukum di negara ini.

Lanjutnya, Peradi adalah salah satu organisasi wadah advokat yang dalam arti luas bersifat mandiri.

“Dalam kaitannya, Peradi merupakan satu-satunya wadah advokasi yang mandiri dan sejajar dengan instansi lainnya,” lanjut Ngabalin.

Olehnya itu, ia meminta seluruh advokat yang tergabung dalam Peradi untuk bersama-sama mewujudkan Peradi yang kuat dan independen demi meningkatkan harkat dan martabat advokat di mata hukum.

“Kami mengharapkan, Muscab Ke II ini tetap menjaga persatuan dan kesatuan dan terutama mengedepankan nilai demokrasi,” imbuh Ngabalin.

Selanjutnya, dalam pemilihan nanti diharapkan dapat memilih figur ketua yang memiliki komitmen untuk membuat Peradi maju ke depannya dan menjadi mitra yang sejajar dengan Pemerintah selaku wadah penegak hukum di Indonesia dan di Papua.

Sementara itu, Ketua DPC Peradi Sefnat Masnifit mengatakan untuk diketahui Peradi berbeda dengan parpol dan ormas lainnya.

Organisasi ini dibentuk berdasarkan UU yang ditetapkan untuk melaksanakan tugas dan wewenang seperti yang diatur dalam hal yang terikat. Saat ini telah melaksanakan UU sesuai perintah dalam tugas dan wewenangnya.

“Peradi merupakan wadah bagi advokat yang sejajar dengan institusi negara lainnya,” ungkapnya.

Ditambahkan, Peradi hadir di tanah Papua karena amanat UU 2013, dan masyarakat secara umum sudah mengenal apa itu Peradi dan secara khusus lembaga penegak hukum lainnya.

Ketua Panitia, Hotwy Gultom dalam laporannya menyampaikan harapan agar Muscab ini berjalan dengan lancar.

“Kirannya dalam Musda kali ini kita mendapat seorang pemimpin untuk periode 2017-2022 dengan visi misi Memajukan Peradi ke depan dengan jujur, kredibel dan takut akan Tuhan,” harapnya.

Dirincikan pula, Muscab tersebut dihadiri 220 orang yang tersebar di wilayah kabupaten/kota di seluruh Papua dengan status peserta yang memiliki hak pilih dan tidak.

Sementara dana yang dialokasikan pada kegiatan Musda sebesar Rp 175 juta rupiah, yang bersumber dari dana Peradi sendiri serta sumbangan dari anggota dan juga pemerhati.

(Vian)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments: