Indeks Kebahagian Jadi Alasan KPK Soroti Pemerintahan di Papua

Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia saat sedang serius menyoroti penyelenggaraan pemerintahan di Provinsi Papua.
Share it:
Sekda TEA Hery Dosenaen, M.Si.. MKP mewakili Gubernur Papua saat membuka
Kolaborasi Tunas Integritas Nasional II, Selasa (12/9)
Jayapura, Dharapos.com
Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia saat ini sedang serius menyoroti penyelenggaraan pemerintahan di Provinsi Papua.

Pasalnya, provinsi di ujung timur Indonesia ini diketahui berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Indeks Kebahagiaan atau Index of Happiness Papua masih berada di angka 60,09 persen.

Padahal, tingkat kebahagiaan masyarakat menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur kesejahteraan masyarakat.

“Karena itu, dengan ditunjuknya Provinsi Papua sebagai tuan rumah penyelenggaraan Kolaborasi Tunas Integritas Nasional II tahun 2017, dapat mendorong peningkatan Indeks Kebahagiaan yang selama ini masih sangat jauh tertinggal dari provinsi lain di Indonesia,” tegas Anggota Tim KPK RI, Asep Haerulloh dalam arahannya pada kegiatan Kolaborasi Tunas Integritas Nasional II 2017 di Hotel Aston Jayapura, Selasa (12/9).

Lanjut dia, Indeks kebahagiaan merupakan indeks komposit yang disusun oleh tingkat kepuasan terhadap 10 aspek kehidupan yang esensial. Kesepuluh aspek tersebut secara substansi dan bersama-sama merefleksikan tingkat kebahagiaan yang meliputi kepuasan terhadap: 1) kesehatan, 2) pendidikan, 3) pekerjaan, 4) pendapatan rumah tangga, 5) keharmonisan keluarga, 6) ketersediaan waktu luang, 7) hubungan sosial, 8) kondisi rumah dan aset, 9) keadaan lingkungan, dan 10) kondisi keamanan.

Untuk memperoleh Indeks kebahagiaan yang lebih baik maka harus dimulai dari para pemimpin di jajaran pemerintahan mulai dari tingkat pusat hingga ke daerah dan juga jajaran BUMN/BUMD untuk bagaimana menciptakan budaya berintegritas agar terhindar dari praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)

"Mudah-mudahan dengan kolaborasi ini akan jadi energi luar biasa. Apalagi Papua untuk indeks kebahagiaan masih di 60,9 persen dan masih jauh dibandingkan provinsi yang lain,” harapnya.

Asep mengaku yakin Papua nanti ke depan sesuai dengan semangatnya “Go International” yakni dengan semangat gotong royong, integritas, religius dan profesional itu yang membawa negeri berjuluk “Bumi Cendrawasih” ini bisa  berkelas dunia.

“Sebagaimana yang sering disampaikan oleh pimpinan, bagaimana bersama dengan tunas integritas yang lain berkolaborasi untuk mewujudkan hal itu," tandasnya.

Dikatakan, saat ini sebuah negara jika ingin berbicara kelas dunia, indikatornya sudah beralih jadi bukan lagi bagaimana saling maju tapi sekarang bersaing untuk bagaimana bisa saling membahagiakan.

"Ada indikator menyebutkan 'World Happy Index' atau Indeks Kebahagian Dunia, dan negara kita masih ada di jajaran peringkat 80-an. Kita berharap sepuluh tahun ke depan bisa masuk lima besar, oleh karena itu bagaimana dari awal kita berkomitmen untuk mewujudkan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang bahagia,"tuturnya.

Oleh karena itu, Asep mengajak seluruh Klub Tunas untuk sering melakukan pertemuan minimal setiap dua tahun sekali. Agar Tunas dapat terus bertumbuh.

"Dengan silaturahmi seperti inii ada hal yang spesifik yang dibahas bersama KPK terkait budaya integritas. Jadi ikatan yang dibangun ini bukan ikatan sembarangan tapi ikatan batin," tukasnya.

Pada kesempatan tersebut, Asep juga menyampaikan ucapan terima kasih karena dari pertama kegiatan kolaborasi ini diadakan pada 2015 silam hanya dihadiri sedikitnya 12 Klub, maka pertemuan kali ini sudah menjadi 139 klub yang berasal dari jajaran Kementerian/Lembaga, pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota serta jajaran BUMN/BUMD.

KPK selalu terdepan untuk pemberantasan korupsi dan terdepan untuk pencegahan melalui pembangunan budaya integritas. Beruntung yang hadir para pejabat, sebab menurutnyaintegritas dibangun melalui kekuatan atau power sehingga yang jelek dihancurkan.

"Jadi hancurkan KKN tegakkan Integritas.  Dan sekali lagi ini butuh kekuatan sebab kejahatan termasuk korupsi sudah merajalela akibat diamnya orang baik dan berintegritas dengan kekuatan kekuasaan akan menghadirkan orang  berintegritas untuk didalaminya,” tegasnya.

KPK RI bekerja sama dengan Pemprov Papua menggelar Kolaborasi Tunas Integritas Nasional II Tahun 2017.

Tema yang diusung "Papua Berintegritas Bersama Tunas Integritas Indonesia Menuju Kinerja Berkelas Dunia”.

Acara tersebut di gelar di Aston Hotel, Selasa (12/9), yang di ikuti sejumlah Bupati/Walikota dari seluruh Indonesia.

Gubernur Papua yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Papua TEA Hery Dosenaen, M.Si.. MKP dalam sambutannya sekaligus membuka Kolaborasi Tunas Integritas Nasional II, menegaskan Papua hingga hari ini tidak ada gesekan horizontal maupun vertikal atas nama ras, suku, agama dan golongan.

Kegiatan ini, lanjut dia, sangat luar biasa karena mengakomodir semua bentuk kearifan lokal yang dihadapi oleh seluruh rakyat.

“Dari Papua, integritas harus bangkit di Indonesia. Papua yang hadir untuk menghidupkan Indonesia bahkan menghidupkan dunia ini,” cetusnya.

Menindaklanjuti berbagai kebijakan Gubernur dalam rangka pemberantasan korupsi atas bimbingan
KPK, maka Pemprov telah melakukan rencana aksi dengan semua stakeholder dan semua pimpinan daerah kabupaten/kota untuk berkomitmen sehingga ada satu grafik dalam aspek penyelenggaraan pemerintahan menunjukkan satu kemajuan.

“Perjuangan belum selesai, perjalanan belum tuntas karena semua ini membutuhkan satu integritas agar ada perubahan paradigma dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan bimbingan kemasyarakatan,” tukasnya.

Pada momen yang sama, Kapolda Papua Irjen. Pol. Boy Rafli Amar dalam sambutannya juga menegaskan, Polri merupakan salah satu unsur di negara yang diberikan tugas untuk melakukan tindak pidana pemberantasan korupsi.

Dan, sebagai unsur pimpinan di daerah begitu juga BUMN/BUMD, Kementrian dan lembaga menjadikan Indonesia lebih sejahtera lagi apabila tindakan KKN tidak ada.

“Yang perlu kita perjuangkan adalah sebagai pimpinan untuk bagaimana meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakat kita,” tukasnya.

(Piet/Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga