Keberagaman di Kota Jayapura harus Dikelola dengan Baik

Keberagaman di Kota Jayapura yang dihuni oleh berbagai suku, bangsa, agama dan kepercayaan harus dikelola secara baik melalui kebersamaan, saling toleransi dan menghargai terhadap berbagai perbedaan yang ada.
Share it:
Mewakili Wali Kota, Sekda Kota Rasmus D. Siahaya, SH, MM saat menyampaikan sambutan pada acara sertijab
Badan Pengurus Klasis (BPK)  GKI Port Numbay periode 2012-2017 kepada BP Klasis periode 2017-2022, 

yang berlangsung di gedung GKI Jemaat Kampung Skouw Yambe, Distrik Muara Tami, Minggu (3/9)
Jayapura, Dharapos.com 
Keberagaman di Kota Jayapura yang dihuni oleh berbagai suku, bangsa, agama dan kepercayaan harus dikelola secara baik melalui kebersamaan, saling toleransi dan menghargai terhadap berbagai perbedaan yang ada.

“Sehingga perbedaan itu menjadi kenikmatan yang dianugerahkan Tuhan untuk menjadi berkat bagi seluruh masyarakat atau umat yang kita pimpin hingga menjadikan Kota Jayapura kondusif, aman dan damai,” harap Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Kota Jayapura Rasmus D. Siahaya, SH, MM pada  acara serah terima jabatan Badan Pengurus Klasis (BPK)  Por Numbay periode 2012-2017 kepada BP Klasis periode 2017-2022 , yang berlangsung pada ibadah minggu bertempat di gedung GKI Jemaat Kampung Skouw Yambe, Distrik Muara Tami, Minggu (3/9).

Hal ini, sebagaimana visi Pemkot mewujudkan kota Jayapura yang beriman, maju, mandiri, sejahtera, modern, berbasis kearifan lokal.

Wali Kota juga berpesan agar para pemimpin umat dari semua agama di kota ini harus secara sungguh-sungguh mengawal dan mengantarkan seluruh umat yang dipimpin ke arah pengenalan akan Tuhan sesuai dengan ajaran dan keyakinan masing-masing.

Dan khususnya bagi umat Kristiani dan lebih khusus bagi Gereja Kristen Injili  (GKI) di Tanah Papua, dimana tantangan hari ini adalah merupakan sebuah pengaruh yang tidak bisa dihindari.

“Namun kita harus maju dan ada bersama di dalamnya untuk mengantar semua umat yang kita pimpin ke arah yang lebih baik supaya GKI di Tanah Papua menjadi sebuah organisasi gereja yang patut mendapat apresiasi yang kuat dari seluruh kalangan yang menghuni tanah ini,” pintanya.

Adapun tantangan masa kini, lanjut Wali Kota, berupa tawaran perkembangan informasi dan teknologi yang begitu cepat menawarkan berita-berita yang bisa menjadi sesuatu yang positif dan negatif.

“Walaupun belakangan ini kita sering diperdengarkan dengan berita-berita Hoax, dan menyesatkan yang tentu akan merusak persekutuan bersama,” lanjutnya.

Untuk itu, semua pihak di Kota Jayapura harus mampu menjaga diri dari pengaruh-pengaruh radikalisme sehingga kota ini tetap terjaga, terkawal dan lestari sehingga damai itu tetap dinikmati bersama dengan sesama warga masyarakat yang lain.

Sertijab di tandai dengan penanda tanganan berita acara dari Ketua Klasis lama kepada pejabat yang baru 
“Ke depan kita diperhadapkan dengan berbagai tantangan yang mengarah kepada godaan yang bersifat individu maupun dalam kerangka menata kehidupan bersama sebagai organisasi. Karena itu, mari kita bergandengan tangan untuk bersama menolak tantangan sehingga dapat menjadi peluang dan kesempatan untuk menciptakan sebuah masa depan yang lebih baik dari hari ini,” tukasnya.

Pada momen yang sama, Ketua Klasis GKI Port Numbay Pdt. Hein Carlos Mano, S.Th, M.Si, meminta dukungan doa dari jemaat-jemaat.

“Karena ketika kita melangkah besok untuk menunaikan tugas dalam upaya mengembangkan pelayanan, tentu tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan jemaat. Karena itu sangat penting untuk melangkah bersama dalam mencapai tujuan,” tandasnya.

Diakui Mano, selama 5 tahun ke depan, GKI akan menjalankan tugas di bawah sorotan tema "Datanglah Kerajaan-Mu".

Menurutnya, Kerajaan Allah bukanlah batas-batas teritorial tetapi sudah datang dan sedang berlangsung serta akan terus berlangsung,dimana tanda-tandanya harus terwujud dalam kehidupan umat Tuhan.

Mantan Ketua Klasis GKI Port Numbay, Pdt. Wilem Itaar, MTh juga mengatakan semangat yang terbangun dari sebuah kearifan lokal dimana anak-anak lokal dipersiapkan oleh Gereja untuk memimpin kampung dan rumahnya sendiri.

Dan sejarah itu mencatat bahwa GKI Klasis Port Numbay telah membantu kampung-kampung yang tidak pernah mendapat sentuhan dan pendampingan yang luar biasa untuk menyekolahkan anak-anak setempat.

“Untuk itu, kita menitipkan kepada Badan Pekerja Sinode untuk mempersiapkan anak-anak Port Numbay agar ketika Pendeta Carlos Mano, meletakkan jabatan setelah selesai dua periode maka haruslah anak Port Numbay melanjutkan kepemimpinan itu,” cetusnya.

Pdt. H. Mofu, M.Th selaku Ketua Badan Pekerja Am Sinode juga mengatakan hal ini merupakan
peristiwa penting dan sangat bersejarah dalam satu perjalanan dalam kepemimpinan gereja di klasis GKI Port Numbay.

“Kita menyadari bahwa Tuhan menghendaki dan memberikan ruang dan waktu bagi kita untuk bekerja dan melayani maka itu bekerjalah berdasarkan firman Tuhan selama hari masih siang sebab akan datang malam dan tidak seorang pun dapat bekerja,” tandasnya.

Pengurus BPK dan BPPG yang lama telah meletakkan dasar dan jalan yang kuat sehingga diharapkan kepengurusan yang baru agar terus berjalan di dasar yang kuat, sempurna dan benar.

Sertijab di tandai dengan penanda tanganan berita acara dari mantan Ketua Klasis lama kepada pejabat yang baru.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga