Kedepankan Kasih, Rumaropen Bedah Rumah Keluarga Miskin di Mambra

Kondisi rumah keluarga Robert Colebah yang merupakan warga asli Suku Baudi di Kabupaten Mamberamo Raya (Mambra) benar-benar sangat memprihatinkan bahkan dapat dikatakan tak layak untuk dihuni.
Share it:
Robert bersama ketiga buah hatinya berfoto bersama di depan kediaman mereka yang telah selesai dibedah
Jayapura, Dharapos.com
Kondisi rumah keluarga Robert Colebah yang merupakan warga asli Suku Baudi di Kabupaten Mamberamo Raya (Mambra) benar-benar sangat memprihatinkan bahkan dapat dikatakan tak layak untuk dihuni.

Bahkan kenyataan itu turut membuat Kapolres Mambra, AKBP. Dominggus Rumaropen, S.Sos, MM, begitu iba menyaksikan sebuah keluarga yang hidup dalam sebuah gubuk dengan kondisi rumah sangat memprihatinkan.

“Rumah itu hanya ditutupi dengan daun atap dan terpal yang sudah usang, sehingga setiap turun hujan, seluruh anggota keluarga yang berada di dalam rumah basah akibat tetesan air,” kisah Rumaropen, yang ditemui, Rabu (13/9).

Kapolres Mambra AKBP Dominggus Rumaropen, S.Sos, MM saat menyempatkan diri menjemput
dan mengantar ketiga anak Robert ke tempat mereka bersekolah
Kehidupan sehari-hari keluarga yang beranggotakan 5 orang ini, yaitu suami - istri dan 3 anak hanya dalam sebuah gubuk.

“Kehidupan mereka sangat memprihatinkan namun dalam hal ini adalah bagaimana Pemerintah dapat melihat itu apalagi posisi rumah tersebut berada tepat di depan jalan,” akuinya.

Mengedepankan kasih, Rumaropen yang saat itu melintas di depan rumah Robert Colebah langsung spontan turun dari mobil dan melihat langsung secara dekat kehidupan mereka.

Sosok yang berjiwa sosial dan suka menolong ini, tanpa pikir panjang langsung mengambil langkah dengan memerintahkan anggotanya untuk melakukan bedah rumah sementara ibu dari sang pemilik rumah masih berada di hutan.

Diantar langsung anggota Polisi, putra Robert saat diterima gurunya di depan ruang kelas
“Kita tidak punya anggaran untuk membangun atau merehab rumah namun kami menggunakan kekuatan sebagai pimpinan Polri, karena yang saya miliki adalah anak buah,” sambungnya.

Pihaknya juga meminta bantuan dari warga masyarakat asal Suku Toraja yang memang dikenal ahli dalam membangun rumah untuk membantu proses bedah.

Hingga akhirnya, atas penyertaan Tuhan, proses bedah rumah berlangsung hingga selesai dalam sehari.

“Waktu istri Pak Robert kembali ke rumah dari kebun, beliau tak kuat menahan tangis karena melihat rumah yang tadinya tidak layak kini sudah berubah menjadi sebuah rumah yang layak dihuni,” terang Rumaropen.

Kondisi rumah keluarga Robert sebelum di bedah
Tak sampai di situ saja, 3 anak Robert yang diketahui tak satu pun yang bersekolah turut menjadi perhatian putra pasangan Yosua Rumaropen dan Constantina Yarangga ini.

“Dua putra seusia anak SD kelas 3 dan 2 sementara yang satunya seusia anak PAUD. Dan setiap saya melintas di depan rumah mereka, ketiga anak ini hampir setiap harinya memakai baju yang sama,” akuinya.

Mantan Kapolsek Abepura ini pun tersentuh hatinya untuk membantu ke 3 buah hati Robert.

“Tanpa pikir panjang, saya jemput mereka bertiga dengan menggunakan mobil jabatan Kapolres dan saya bawa mereka ke pusat pertokoan untuk dibelikan baju,” tukasnya.

Kini 3 putra dan putri Robert telah kembali bersekolah seperti anak-anak lainnya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Daerah

Mamberamo Raya

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga