Komisi C DPRD Kota Jayapura Apresiasi Program PMS Pemkot Batam

Komisi C DPRD Kota Jayapura yang membidangi Perekonomian dan Keuangan melakukan kunjungan kerja ke sejumlah dinas dan badan di Pemerintah Kota Batam sejak Senin (4/9).
Share it:
Tim Komisi C DPRD Kota Jayapura juga berkesempatan mengunjungi salah satu mall di Kota Batam
Batam, Dharapos.com
Komisi C DPRD Kota Jayapura yang membidangi Perekonomian dan Keuangan melakukan kunjungan kerja ke sejumlah dinas dan badan di Pemerintah Kota Batam sejak Senin (4/9).

Maksud kedatangan rombongan Legislator asal ibukota Provinsi Papua tersebut adalah ingin mengetahui sistem pengelolaan perizinan yang ada di Pemkot Batam.

Salah satu instansi yang dikunjungi Komisi C adalah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Batam.

Rombongan dijamu langsung oleh Kepala DPMPTSP setempat, Gustian Riau dan sejumlah kepala bidang.

Pada momen tersebut, Gustian membeberkan sejumlah terobosan yang telah dan yang akan dilaksanakan untuk memudahkan investor dan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan terutama perizinan yang mudah, murah dan tentunya cepat.

Menurutnya lagi, DPMPTSP Batam sendiri telah menjadi role model PMPTSP secara nasional.

Dalam paparannya, Gustian menyebutkan beberapa terobosan yang dilakukan yakni diterapkannya perizinan online dan percepatan perizinan.

"Agar lebih cepat kami membuat  kebijakan paket perizinan. Ada juga perizinan keliling, door to door juga mall to mall. Ini bentuk jemput bola yang dilakukan untuk memudahkan masyarakat dan tentunya investor mengurus izinnya," paparnya.

Khusus untuk kawasan industri, Gustian menyebutkan bahwasannya ada terobosan baru yang diterapkan yakni investor diminta membangun terlebih dahulu kemudian pengurusan izin menyusul.

"Jadi investor kami suruh bangun saja dulu, izinnya belakangan," katanya.

Terobosan lain yang dilakukan adalah coffe morning pihaknya dengan para pemangku kepentingan yang bergerak di bidang jasa, industri dan lainnya.

“Coffee morning ini sebagai forum diskusi membahas semua persoalan termasuk hambatan perizinan dan investasi yang dihadapi," sambungnya.

Menariknya adalah paparan Gustian terkait pengoperasian Public Service Mall (PSM) seperti di gedung Sumatera Expo dan Batam Center.

Konsep Public Service Mall (PSM) ini meniru apa yang dilakukan di Georgia, salah satu negara yang terkenal dengan perizinan tercepat di dunia saat ini.

Direncanakan, untuk peresmian PSM ini seluruh kepala daerah di tanah air akan diundang. Di Indonesia menurut Gustian, Bali serta Surabaya juga akan melakukan inovasi ini.

PSM ini menjadi tempat untuk seluruh hal yang berkaitan dengan perizinan akan terkoneksi dalam satu sistem. Bea Cukai, Imigrasi, Samsat, BP Batam, DPMPTSP, perbankan dan lainnya akan berada dalam satu area terpadu.

"Semua perizinan digabungkan jadi satu sebagai project nasional. Misalnya orang ingin perpanjang paspor, tak perlu antre lagi di kantor Imigrasi. Tapi langsung ke Public Service Mall," tandas Gustian.

Di PSM ini ada tiga bahasa yakni Indonesia, Inggris dan China yang diterapkan untuk mempermudah komunikasi dalam pelayanan.

Terkait itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Jayapura, Jhon Betaubun, SH, MH mengapresiasi terobosan tersebut.

"Ini hal baru yang kami dapat dari kunjungan ini. Terutama Public Service Mall. Kami nantinya akan panggil dinas terkait untuk menyampaikan hal ini agar ke depan Jayapura bisa mencontoh Kota Batam," ujar politikus PDI Perjuangan tersebut.

Pihaknya berharap apa yang diterapkan di Kota Batam ini bisa diterapkan di Kota Jayapura.

Senada, Wakil Ketua Komisi C, Jan Williem Ongge juga mengaku termotivasi dengan apa yang telah dan akan dilakukan dalam pelayanan DPMPTSP di Batam untuk memudahkan perizinan.

Anggota Komisi C lainnya, Elia Karuri juga berharap agar Pemkot Jayapura dapat meniru terobosan yang dilakukan Pemkot Batam.

"Karena selain memudahkan masyarakat, terobosan ini juga tentunya bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) di Kota Jayapura," tukas politikus Partai Demokrat ini.

Rombongan Komisi C DPRD Jayapura juga berkesempatan berkunjung ke Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD).

Rombongan diterima langsung oleh Sekretaris BPRD Pemko Batam Zulkifli Aman. Tujuan kunjungan ini untuk mengetahui trik BPRD Batam mengelola sumber-sumber pendapatan serta terobosan untuk menambah pundi-pundi PAD yang nilainya hampir Rp 1,2 Triliun saat.

Salah satu terobosannya menurut Zulkifli adalah kerjasama dengan perbankan untuk penempatan typing box (semacam ATM) di sejumlah objek pajak yang datanya terintegrasi dengan sistem perpajakan di BPRD Kota Batam.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga