Menteri PUPR Hadiri Temu Kangen Alumni SMA Gabungan Jayapura

Momentum acara Temu Kangen Alumni SMA Gabungan Jayapura dihadiri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, DR. Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M. Sc.
Share it:
Kepala SMA Gabungan, Sandra Titihalawa didampingi Wakasek Bidang Kesiswaan Petronela Tetelepta saat
menyambut kedatangan Menteri PUPR RI, DR. Ir. Moch. Basoeki Hadimoeljono, M.Sc dan Dirjen
SDA Kementrian PUPR Ir. Iman Santoso, M.Sc dihalaman SMA Gabungan Jayapura
Jayapura, Dharapos.com
Momentum  acara Temu Kangen Alumni SMA Gabungan Jayapura dihadiri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, DR. Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M. Sc.

Turut hadir pula, Dirjen Sumber Daya Air Kementrian PUPR RI, Ir. Imam Santoso, M.Sc dan Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan serta mantan Wakil Gubernur era JP. Solossa, dr. Constant Karma bersama para alumni lainnya.

Temu kangen tersebut di gelar Sabtu (9/9) bertempat di SMA Gabungan Jayapura, yang dihadiri alumni angkatan 70 – 80.

Momen ini dimanfaatkan secara baik oleh Menteri bersama para alumni lainnya untuk melihat secara dekat sekolah swasta yang pernah menjadi tempat mereka menimba ilmu pada tahun 1970, serta rekan-rekan se-angkatan 70 - 80.

“Hari ini menjadi momen yang sangat baik dimana 47 tahun yang lalu, kami menuntut ilmu di SMA Gabungan, dengan begitu banyak kenangan yang telah kami lalui bersama,” ungkap Menteri Basoeki.

SMA Gabungan, lanjut dia, sangat  hebat karena telah melahirkan alumni-alumni yang mampu menduduki posisi-posisi penting mulai dari Menteri hingga pejabat daerah bahkan jenderal sekalipun pernah lahir dari sekolah ini.

Orang nomor satu di Kementrian PUPR ini kemudian mengisahkan perjalanan dirinya selama mengecap pendidikan di ibukota provinsi yang berada di ujung timur Indonesia ini.

Menteri PUPR, Moch. Basoeki Hadimoeljono dan Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan
saling melepas rindu saat momen Temu Kangen Alumni SMA Gabungan Jayapura, Sabtu (9/9)  
“Saya memulainya dari SMP Negeri I Jayapura yang juga turut mendidik saya sejak kelas 2 hingga lulus dan lanjut ke SMA Gabungan hingga selesai kelas 2,” kisahnya.

Kemudian, dirinya harus pindah sekolah ke Surabaya mengikuti orang tuanya karena tugas.

“Setelah lulus di Surabaya kemudian saya kuliah di Universitas Gadjah Mada dan selanjutnya menempuh pendidikan S2 serta S3 di Amerika Serikat,” rincinya.

Belajar saat itu, lanjut Menteri Basoeki, bukan karena gedung namun karena melihat semangatnya.

“Makanya orang Papua harus semangat karena anda merupakan bibit-bibit unggul pengganti generasi kita ke depan dan tidak diragukan lagi,” tandasnya sembari menjadikan pengalamannya untuk menginspirasi para peserta didik saat ini.

Di hadapan seluruh peserta didik, Menteri Basoeki mengaku jika pada jaman tahun 70-an, generasi saat itu  diperhadapkan pada kondisi yang serba pas-pasan serta tidak secanggih saat ini namun mereka bisa berhasil.

“Apalagi peserta didik yang saat ini menikmati sekolah dengan fasilitas yang cukup memadai. Walaupun persaingan ketat namun semuanya harus bisa berinovasi demi membawa nama baik SMA Gabungan,” tukasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala SMA Gabungan, Sandra Titihalawa,  S.Pd, M.Si, juga turut menegaskan masa kejayaan SMA Gabungan di era tahun 70an hingga 90-an.

“SMA Gabungan sangat disegani pada tahun-tahun itu khususnya di dunia pendidikan,” tegasnya.

Menteri, Dirjen SDA, Gubernur PB dan alumni lainnya bersama-sama melantunkan lagu “Tanah Papua” demi
mengenang kembali kebersamaan 47 tahun silam dimana mereka pernah sekolah dan bermain bersama
Namun dengan adanya persaingan yang ketat di dunia pendidikan saat ini, maka SMA Gabungan dituntut mampu berinovasi untuk menciptakan program layanan pendidikan yang dapat menjawab tantangan.

“Dalam hal ini bagaimana menjawab kebutuhan peserta didik melalui program sekolah saat ini, meningkatkan budaya disiplin dan menciptakan sekolah berbasis lingkungan,” sambung Titihalawa.

Harapannya, ke depan, SMA Gabungan bakal menghasilkan alumni yang berkualitas sebagaimana yang ditunjukkan Menteri PUPR dan rekan-rekan seangkatan.

“Kedatangan Bapak Menteri dan para alumni lainnya yang hadir disini tentu membawa aura positif untuk anak-anak didik kita ke depan,” harapnya.

Diakui Titihalawa, guna merealisasikan program-program tersebut maka pihaknya tentu tidak bisa berjalan sendiri.

“Karena kita merupakan sekolah swasta sehingga pembiayaan itu harus berasal dari sekolah sendiri," akuinya.

Olehnya itu, pihaknya sangat mengharapkan dukungan dari para alumni dalam hal ini Menteri PUPR RI, Gubernur Papua Barat dan Dirjen Sumber Daya Air Kementrian PUPR serta para alumni lainnya untuk dapat membangun kembali kejayaan SMA Gabungan.

“Kehadiran para alumni pada acara Temu Kangen Alumni SMA Gabungan ini merupakan suatu penghargaan dan kehormatan yang luar biasa kepada kami keluarga besar SMA Gabungan Jayapura,” tukas Titihalawa.

Pantauan Beritapapua.Dharapos.com, demi menghapus rasa rindu, Menteri, Dirjen SDA, Gubernur Papua Barat dan alumni lainnya bersama-sama melantunkan lagu “Tanah Papua”.

Lagu tersebut sebagai salah satu momen indah mengenang kembali kebersamaan 47 tahun silam dimana mereka pernah sekolah hingga bermain bersama.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga