Rencana Relokasi 10 KK oleh Yayasan Gabungan Tak Membuahkan Hasil

Rencana pihak yayasan pengelola untuk merelokasi 10 kepala keluarga yang selama ini bermukim di kompleks SMA Gabungan mendapat respons positif dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, DR. Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M. Sc.
Share it:
Menteri PUPR RI, Gubernur Papua Barat, Ketua Yayasan Pendidikan Gabungan serta Ketua KPA Papua
(kemeja batik) saat menghadiri acara Temu Kangen Alumni SMA Gabungan Jayapura, Sabtu (9/9)
Jayapura, Dharapos.com
Rencana Yayasan Pendidikan Gabungan selaku pengelola SMA Gabungan untuk merelokasi 10 kepala keluarga yang selama ini bermukim di kompleks sekolah tersebut belum membuahkan hasil.

Pasalnya, untuk upaya relokasi tersebut dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit karena pihak yayasan diminta menyediakan lahan yang diperuntukkan bagi pembangunan 10 unit rumah dimaksud.

Padahal Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, DR. Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M. Sc menyanggupi hal itu dan siap untuk membangun rumah bagi 10 kepala keluarga termasuk para guru dan tata usaha yang tinggal di kompleks SMA gabungan tersebut.

Namun dengan catatan pihak pengelola harus menyiapkan lahan yang bersertifikat atas nama yayasan dan bukan nama pribadi.

"Apa yang diharapkan terhadap 10 kepala keluarga yang tinggal di kompleks  SMA Gabungan yang ingin di relokasi maka akan saya bangun 10 unit rumah itu. Dalam hal ini, apabila ketua bisa menyiapkan lahan atas nama yayasan, " imbuhnya saat menghadiri acara Temu Kangen Alumni SMA Gabungan Jayapura, Sabtu (9/9).

Untuk membangun 10 rumah dimaksud, Menteri juga mengaku bukan atas nama pribadi dirinya selaku alumni namun Kementrian PUPR mempunyai program untuk rumah khusus.

“Tetapi itu tadi, asalkan pihak yayasan menyediakan lahan atas nama yayasan dan bersertifikat atas nama yayasan dan bukan atas nama pribadi," cetusnya.

Sambungnya pula, Kementrian PUPR telah membuat master plan penataan kawasan SMA Gabungan yang telah dikerjakan oleh Cipta Karya Dinas PU Provinsi Papua.

Lebih lanjut, ungkap Menteri PUPR, sejak berdiri tahun 1968 hingga 1990, SMA Gabungan telah berhasil melahirkan sejumlah pejabat yang kini menduduki berbagai posisi strategis di berbagai bidang baik daerah hingga pusat.

“Seperti saya sendiri selaku menteri, kemudian Gubernur Papua Barat, Dirjen SDA bahkan melahirkan jenderal-jenderal seperti Freddy Numberi dan Frans Kaisiepo. Mereka bisa berhasil dalam hidupnya semua berawal dari SMA Gabungan,” tandasnya.

Bahkan, salah satu ilmuwan nomor satu Indonesia yang telah almarhum juga merupakan alumni SMA Gabungan.

Untuk itu, Menteri PUPR berpesan kepada para siswa-siswi agar memiliki semangat untuk belajar.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Gabungan Rudolf Morin, SE, MBA, M.Si mengakui rencana merelokasi 10 kepala keluarga yakni warga dan Dewan guru serta tata usaha yang tinggal di kompleks SMA Gabungan masih terkendala lahan.

“Langkah ini tentu membutuhkan biaya yang cukup besar sehingga upaya yayasan tidak juga membuahkan hasil karena keterbatasan dimaksud,” akuinya.

Selain itu, Morin juga menyinggung soal aula yang rencananya akan dibangun dengan konstruksi 2 lantai dimana untuk lantai I  akan digunakan sebagai perkantoran.

“Lantai 2 akan digunakan sebagai tempat acara sekolah dan bisa juga ditawarkan kepada masyarakat yang hendak melakukan kegiatan sehingga menjadi pemasukan untuk membiayai sekolah ini,” bebernya sembari menambahkan kantor Yayasan juga akan di bangun bersamaan di samping aula tersebut.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga