Pemda Jayawijaya Tindaklanjut Keluhan Mahasiswa di Bali

Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya berjanji akan menindaklanjuti keluhan yang disampaikan 51 mahasiswa asal daerah tersebut yang terancam di usir karena asrama yang ditempati telah habis masa kontrak.
Share it:
Wabup Jayawijaya, Jhon Richard Banua
Jayapura, Dharapos.com
Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya berjanji akan menindaklanjuti keluhan yang disampaikan 51 mahasiswa asal daerah tersebut yang terancam di usir karena asrama yang ditempati telah habis masa kontrak.

Bahkan, Wakil Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua telah memerintahkan pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat untuk menyelesaikannya.

“Saya sudah perintahkan Kepala Kepegawaian Daerah Kabupaten Jayawijaya untuk segera menindaklanjuti dan menyelesaikan permintaan mahasiswa di sana,” tuturnya.

Menurut Wabup, keterlambatan pembayaran asrama tersebut dikarenakan adanya pelimpahan tugas dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) ke BKD.

“Dananya sudah ada, dan saya sudah perintahkan kepada Kepala BKD dan Keuangan untuk segera melakukan proses pembayaran sesuai dengan data yang ada,” jelasnya.

Dikatakan Wabup, kejadian tersebut tidak hanya di Bali, tapi di beberapa kota studi  juga mengalami hal serupa. Dananya sudah ada hanya prosesnya menjadi terkendala.

Sementara itu, Kepala BKD Kabupaten Jayawijaya, Hironimus Huby menjelaskan, setiap tahun Pemda menganggarkan dana studi akhir bagi mahasiswa asal Jayawijaya, dan di dalamnya juga ada dana kontrakan.

“Jadi begini, tugas inikan sebenarnya di Bappeda, tetapi dilimpahkan ke BKD, kami punya tugas itu melakukan pendataan dan membuat permintaan ke keuangan dan keuangan langsung transfer ke pemilik kontrak dan untuk dana studi akhir itu dikirim ke rekening mahasiswa,” urainya.

Dikatakan, pihaknya akan membayar secara serentak di semua kota studi mahasiswa asal Kabupaten Jayawijaya dimana biayanya ada dalam DPA perubahan.

“Kami sudah buat surat kami akan bayar, tinggal menunggu DPA perubahan keluar, sidang perubahan sudah selesai dan mungkin minggu ini sudah keluar,” sambung Hironimus.

Sebelumnya, sebanyak 51 mahasiswa/i asal Kabupaten Jayawijaya di Denpasar Bali, terancam diusir karena belum bayar kontrakan kepada pemilik.

“Batas waktu sewa kontrakan yang digunakan untuk asrama sudah berakhir sejak tanggal 16  Juni 2017 lalu,” pungkasnya.

(Vian)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga