Program Kampung KB untuk Mengatur Jarak Kelahiran

Kepala Dinas P3AKB Kota Jayapura, Betty A. Puy, SE, M.PA menegaskan kehadiran Pemerintah sebagai wakil Allah di dunia adalah untuk melayani masyarakat.
Share it:
Kepala Dinas P3AKB Kota Jayapura Betty A. Puy, SE, M.PA menyampaikan sambutan saat menutup
kegiatan Sosialisasi Kampung KB bertempat di gedung serbaguna Reimai GKI Petrus waena   
Jayapura, Dharapos.com
Kepala Dinas P3AKB Kota Jayapura, Betty A. Puy, SE, M.PA menegaskan kehadiran Pemerintah sebagai wakil Allah di dunia adalah untuk melayani masyarakat.


Hal tersebut disampaikannya saat penutupan kegiatan Sosialisasi Kampung Keluarga Berencana di Kota Jayapura, Jumat (29/9).

“Sehingga saran dan masukan kepada Pemerintah adalah sangat wajar karena berbagai program kegiatan yang Pemerintah lakukan belum menyentuh kepada masyarakat seperti kegiatan sosialisasi Kampung KB,” terangnya.

Jelasnya, program ini diturunkan dari Kementerian/lembaga yang ada di Republik Indonesia untuk menyejahterakan masyarakat

Hal ini berkaitan dengan KB pada kepentingan khusus dari Pemerintah Kota Jayapura.

Lanjutnya, laju pertumbuhan penduduk itu dipicu oleh angka kelahiran yang ada di Kota Jayapura selain juga karena arus mudik.

“Dan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia, Presiden mengusung program Nawacita yang harus kita sampaikan melalui berbagai instansi organisasi perangkat daerah khususnya di lingkup Pemerintah Kota Jayapura,” lanjut Betty.

Program sosialisasi Kampung KB ini bukan saja menjadi tanggung jawab Dinas P3AKB namun kerja lintas sektor.

“Kami berharap tidak ada pemahaman yang keliru terhadap sosialisasi Kampung KB, karena program Keluarga Berencana tentu tidak membatasi angka kelahiran namun diprogramkan adalah bagaimana keluarga merencanakan kelahiran anak tentu antara suami dan istri,” urainya.

Foto bersama usai acara penutupan
Dan untuk mengatur jarak kelahiran tersebut maka dipakaikan alat kontrasepsi KB.

Pemerintah menilai penting untuk turun dalam menyosialisasikan KB kepada ibu-ibu yang ada  6 kampung.

“Kami berharap materi yang diberikan kepada bapak ibu selama dua hari ini kepada bapak ibu agar menjadi corong kepada warga lain yang ada di kampung,” tukasnya.

Pada momen yang sama, Ny. J. Siahaya selaku Wakil Ketua TP-PKK Kota Jayapura yang mewakili ketua sebagai salah satu narasumber mengakui sekarang ini banyak rumah tangga yang berantakan karena masing-masing mempertahankan egonya.

Padahal yang dibutuhkan untuk  kebahagiaan rumah tangga adalah saling mengerti dan saling percaya satu dengan yang lain.

Lanjutnya, materi ketahanan keluarga ini sangat penting untuk disikapi bagi keluarga-keluarga.

“Dalam keluarga banyak sekali masalah baik suami, istri maupun masalah anak-anak  sehingga perlu adanya pendidikan-pendidikan baik secara formal maupun informal (dalam keluarga, red),” tandasnya.

Salah satu peserta, Elisabet Numberi dari Kampung Waena mengaku kegiatan ini sangat baik untuk dapat mengetahui dengan jelas tentang program Kampung KB dan bisa dilakukan di tengah-tengah masyarakat.

“Nantinya kami juga akan terapkan bagi ibu-ibu yang lainnya khususnya yang baru berumah tangga,” janjinya.

Ditambahkan, sosialisasi kampung KB ini bukan untuk membatasi angka kelahiran namun untuk mengatur jarak kelahiran demi kesehatan ibu.

“Bahkan awalnya kita tidak tahu maka dengan sosialisasi ini membuat kami bisa mengerti,” tukasnya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

1 comments:

  1. blog kecantikan dan kesehatan orang jayapura punya http://caraherbalist.blogspot.co.id

    BalasHapus