Sambut HUT ke 72, Kepala Daerah di Papua Jadi Pembaca Berita Pagi RRI Jayapura

Bertempat di studio I LPP RRI Jayapura, Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM diberi penghormatan untuk membaca berita pagi, Senin (4/9) tepat pukul 6.30 WIT.
Share it:
Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano saat menjadi pembaca berita pagi RRI Jayapura, Senin (4/9)
Jayapura, Dharapos.com 
Bertempat di studio I LPP RRI Jayapura, Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM diberi penghormatan untuk membaca berita pagi, Senin (4/9) tepat pukul 6.30 WIT.

Momen ini dilaksanakan dalam rangka  menyambut hari jadi ke 72 lembaga penyiaran nasional tersebut dan hanya ada RRI Nusantara I Jayapura, Provinsi Papua.

Direncanakan, seluruh kepala daerah di provinsi paling timur Indonesia ini akan diundang sebagai pembaca berita pagi.

Dan,  orang nomor satu di ibukota Provinsi Papua ini di berikan kesempatan  perdana  memulainya.

“Program ini akan berlangsung hingga  11 September 2017," ungkap salah satu wartawan senior RRI Jayapura, Hery Usulu saat berbincang-bincang dengan Beritapapua.Dharapos.com ini, Senin pagi (4/9).

Dikatakannya, apa yang di lakukan RRI Jayapura ini telah mendapat pengakuan dari pusat atas program setiap menjelang hari jadinya.

“Tugas baca berita dari para kepala daerah ini nantinya akan mendapat penilaian berdasarkan masukan dan dukungan dari masyarakat,” kata dia.

Diakui Hery, memang program ini agak unik karena biasanya seorang Wali Kota atau para kepala daerah lainnya bertindak sebagai nara sumber. Namun kali ini sedikit berbeda dengan mendapat tugas baru sebagai pembaca berita pagi.

Pantauan media ini, Wali Kota usai membaca berita  dilanjutkan dengan  dialog pagi mengusung  topik “Kota Jayapura menjadi Entry Point untuk Papua”.

Hal ini tentu didasari berbagai keberhasilan menjalankan program prioritas sehingga Kota Jayapura menjadi salah satu tempat belajar bagi kabupaten lain di Papua dan Papua Barat.

Salah satunya dalam pelayanan publik, hingga mendapat pengakuan dari sejumlah kalangan baik di Papua maupun luar Papua.

Kabupaten Sragen misalkan, yang pada awalnya menjadi tempat belajar Pemkot Jayapura.

Namun seiring dengan perkembangan itu, negeri berjuluk Port Numbay ini mendapat pengakuan dari
Bupati Sragen bahwa pelayanan yang dilakukan baik pelayanan publik maupun sistem pemerintahan sudah melebihi Kabupaten Sragen yang dulunya menjadi guru bagi Kota Jayapura.

Dalam dialog tersebut, Walikota kembali menghimbau kepada seluruh Bupati yang ada di Provinsi Papua maupun di Papua Barat untuk tidak perlu berguru ke daerah lain karena akan membuang anggaran yang cukup besar.

“Cukup berguru ke Kota Jayapura karena pelayanan disini tidak kalah dari daerah lain di Indonesia. Karena dalam pelayanan publik hingga sistem birokrasi pemerintahan sudah berjalan maksimal,” tukasnya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga