Satgas Pamtas RI-PNG bersama Dinkes Keerom Gelar Sunatan Massal

Jajaran TNI di perbatasan RI – PNG bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom menggelar sunatan massal dalam rangka menyambut HUT TNI ke 72 pada 5 Oktober mendatang.
Share it:
Salah satu warga sedang menjalani operasi sunat yang ditangani tenaga medis Satgas 
Keerom, Dharapos.com
Jajaran TNI di perbatasan RI – PNG bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom menggelar sunatan massal dalam rangka menyambut HUT TNI ke 72 pada 5 Oktober mendatang.

Kegiatan berlangsung di pos Kout Yonif 410/Alugoro, Selasa (26/9).

Adapun jajaran TNI yang ada di wilayah Kabupaten Keerom yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini diantaranya Satgas Yonif 410/Alugoro, Satgas Yonif PR 432/Kostrad, Satgas Yonif Mekanis 512/QY, Yonif 756/WMS dan Kodim 1701/Jayapura.

Dari instansi Pemerintah setempat diantaranya Dinkes, Dinas Pengendalian  Kependudukan dan BKKBN serta BPJS Keerom.

Satuan jajaran TNI mengerahkan seluruh tenaga medisnya yang di bantu dari tim medis Dinkes Keerom karena jumlah pasien yang ikut dalam kegiatan sunatan massal ini cukup banyak berjumlah 87 orang.

Peserta sunatan massal tak hanya di dominasi masyarakat Muslim saja, tetapi juga masyarakat non Muslim bahkan ada dua orang anggota TNI yang ikut disunat.

Hadir dalam acara kegiatan sunatan massal ini, diantaranya Dansatgas Yonif 410/Alugoro, Letkol. Inf. M. Heri Amrullah, S.Sos, Dansatgas Yonif PR 432/Kostrad Letkol. Inf. Ahmad Daud, Wadan Satgas Yonif Mekanis 512/QY dan pejabat TNI lainnya.

Adapun pejabat dari Pemda setempat dihadiri langsung oleh Kepala Dinkes Keerom, dr. Roni JM. Situmorang.

Dansatgas Yonif 410/Alg dalam sambutannya menyampaikan, maksud diadakannya kegiatan sunatan massal ini sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan YME, dimana TNI telah genap berusia 72 tahun dalam pengabdiannya kepada nusa, bangsa, negara dan rakyat Indonesia.

Diakuinya, momen ini menunjukkan usia TNI yang telah cukup matang.

“Kami juga dari jajaran TNI telah mengerahkan tim kesehatan atau tim medis untuk melayani mayarakat yang ingin mengkhitankan putranya" imbuh Dansatgas.

Di momen yang sama Kadinkes Keerom, dr. Roni JM. Situmorang mengakui pihaknya memberikan dukungan secara penuh baik berupa sarana medis maupun tenaga medis kepada TNI yang memiliki niat yang sangat mulia dalam membantu Pemda Keerom untuk melayani masyarakat dalam sunatan massal ini.

"Kami dukung secara penuh untuk TNI. Kami membantu dalam bentuk obat-obatan begitu juga tenaga medis kami kerahkan untuk bantu kegiatan sunatan massal ini," cetusnya.

Usia peserta sunatan bukan hanya didominasi anak-anak saja, bahkan ada yang sudah berusia dewasa, seperti pasien Gafur (22 th) agama Nasrani yang berasal dari Fak-fak.

“Saya ikut disunat biar bersih saya punya (alat kelamin, red),” ucapnya saat ditanya latar belakang ikut sunatan massal.

Begitu halnya pasien Irmansyah (21 th) anak pasangan dari Iskakamsari dan Ibu Asmah asal Kampung PIR 1, Distrik Arso, mempunyai alasan yang sama.

“Saya dengar dari orang, kalau itu (kemaluan, red) bisa bersih dan bebas dari penyakit,” pujinya.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga