Satgas Yon 410 - Dinkes Keerom Patroli Kesehatan di Sawanawa

Dansatgas Yonif 410/Alugoro Letkol. Inf. M. Heri Amrullah, S.Sos bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom, dr. Rony JM. Situmorang memimpin langsung kegiatan patroli kesehatan door to door di sebuah perkampungan terpencil, Sawanawa, Distrik Arso.
Share it:
Tim Satgas saat membantu evakuasi warga bernama Dominggus (63 th) yang terindikasi menderita
penyakit TBC dengan kondisi sangat memprihatinkan dan tidak bisa berjalan 
Keerom, Dharapos.com
Dansatgas Yonif 410/Alugoro Letkol. Inf. M. Heri Amrullah, S.Sos bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom, dr. Rony JM. Situmorang memimpin langsung kegiatan patroli kesehatan door to door di sebuah perkampungan terpencil, Sawanawa, Distrik Arso.

Rombongan tim patroli kesehatan berangkat dari Pos Kout Arso Kota sekitar pukul 07.00 WIT dengan menempuh jarak  lebih kurang sejauh 35 Km.

Karena medan yang cukup berat dengan jalan yang becek sehingga perjalanan memakan waktu hingga 1,5 jam. Jalanan ke sasaran juga harus banyak melintasi jembatan yang terbuat dari kayu, sehingga harus lebih berhati-hati.

Sesampai di tempat tujuan, tim patroli Satgas mendatangi semua rumah warga dari pintu ke pintu untuk mengecek kondisi kesehatan warga.

Karena disinyalir warga di perkampungan tersebut percaya dan menganggap bahwa penyakit itu akan sembuh dengan sendirinya tanpa harus berobat.

Hal ini diperkuat dengan keterangan beberapa warga masyarakat sekitar, sehingga menggugah keinginan tim gabungan patroli kesehatan untuk mengecek kebenaran informasi ini.

Tim Satgas akhirnya menemukan warga yang bernama Dominggus (63 th) yang terindikasi menderita penyakit TBC dengan kondisi sangat memprihatinkan dan tidak bisa berjalan.

Tim patroli memutuskan untuk mengevakuasi ke tempat pos kampling dimana Dansatgas dan Kadinkes sudah menunggu dengan cara ditandu karena kendaraan tidak bisa masuk ke rumah warga. Sampai di pos kampling langsung ditangani Kadinkes dr. Rony JM Situmorang dan Letda Ckm dr Rinto H. Manurung dari Satgas.

Dominggus sempat menyampaikan keluhannya ke tim medis.

“Ini Bapak dokter, saya ini sakit (TBC) sudah berobat di RS, tapi belum sembuh. Karena saya tidak ada uang, lalu disuruh pulang,” keluhnya kepada dr. Rony JM. Situmorang

Tim patroli melanjutkan penyisiran ke beberapa rumah warga lainnya, kembali lagi menemukan warga bernama Yoseph (65 th) yang terindikasi menderita penyakit kaki gajah (Filariasis) yang sangat serius.
Warga lainnya, Yoseph (65 th) yang juga terindikasi menderita penyakit kaki gajah (Filariasis) yang
sangat serius harus ditandu tim Satgas guna mendapat penanganan medis 

Karena tidak bisa berjalan tim patroli Satgas harus mengevakuasi dengan cara ditandu ke pos kampling untuk mendapatkan penanganan secara medis.

Yoseph kemudian menyampaikan keluhannya tentang penyakit yang sudah lama dideritanya.

“Ini (penyakit kaki gajah) sudah sejak 1985. Sudah berobat ke dokter, katanya negatif tidak ada penyakit (hasil diagnosa negatif penyakit kaki gajah). Bagaimana ini Bapak dokter,”herannya sambil berkeluh kesah di depan tim medis.

Tim medis berusaha untuk menangani kedua warga yang menderita sakit ini secara maksimal, mereka juga berusaha membesarkan hatinya dan memutuskan mengevakuasi dan memberikan rujukan ke RS di Abepura supaya penanganannya lebih maksimal.

Sedangkan akomodasi (kendaraan) dan biaya pengobatan serta biaya keluarga yang mendampingi akan ditanggung oleh Kadinkes.

“Pak Dominggus dan Pak Yoseph tidak perlu khawatir, kami akan merujuk Bapak berdua ke RS Abepura. Soal kendaraan dan biaya, saya tanggung. Termasuk biaya keluarga yang mendampingi selama perawatan di RS” janji dr. Rony JM Situmorang membesarkan hati kedua warga tersebut.

Saat pelaksanaan pengobatan, Dansatgas Yonif 410/Alugoro Letkol Inf M. Heri Amrullah, S.Sos menuturkan, selain menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan, pihaknya juga membantu tugas Pemda khususnya dalam pelayanan kesehatan bagi warga masyarakat di perbatasan, terutama bagi warga masyarakat yang ada di pelosok dan sulit dijangkau.

“Dalam melayani kesehatan masyarakat, Satgas selalu bekerja sama dan bersinergitas dengan Dinkes Keerom. Terima kasih, selama ini Kadinkes selalu memberikan dukungan dalam kegiatan ini, baik berupa obat-obatan maupun tenaga medis,” ucapnya.

Tak mau ketinggalan, Kadinkes disela-sela kegiatan pengobatan juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Satgas yang sudah mau membantu tugas Dinkes dalam melayani kesehatan warga masyarakat.

“Kehadiran Satgas sangat membantu kami dalam melayani kesehatan warga masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di pelosok dan sulit dijangkau. Kami ingin selalu bersinergi dengan Satgas. Kami atas nama Pemerintah dan masyarakat Keerom, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dansatgas dan seluruh jajaran,” tukasnya.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga