Soal Pil PCC, Kepala SMAN 4 Jayapura Langsung Antisipasi Sejak Awal

Pil Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC) beberapa hari belakangan ini menjadi “Trending Topic”.
Share it:
Kepala SMAN 4 Jayapura, Laban Sembiring, M.Pd
Jayapura, Dharapos.com
Pil Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC) beberapa hari belakangan ini menjadi “Trending Topic”.

Keberadaan dan dampak dari pil setan tersebut sempat mengejutkan publik khususnya di kalangan para pelajar berkaitan dengan penyalahgunaan obat jenis baru.

Fakta ini kemudian membuat seluruh sekolah di Kota Jayapura mulai mengantisipasi masuknya pil tersebut di lingkungan sekolah.

Kepala SMA Negeri 4 Jayapura, Laban Sembiring, M.Pd yang dikonfirmasi Selasa (19/9) mengaku berkaitan dengan fenomena pil tersebut pihaknya tidak bisa mengatakan bahwa di kota ini belum ada.

“Karena faktanya yang disampaikan oleh pihak Kepolisian bahwa pil PCC sudah beredar di Kota Jayapura. Siapa yang menjadi target sasaran mereka? Siapa yang ingin mereka sasar untuk mengonsumsi PCC tersebut? Tentu generasi muda di sekolah,” akuinya.

Sebab itu, pihaknya telah mengantisipasi masuknya pil PCC di lingkungan SMAN 4 sejak informasi itu mulai beredar di media sosial yakni di salah satu kota di Pulau Sulawesi.

“Akibat yang ditimbulkan oleh PCC itulah yang kami langsung sosialisasikan ke kelas-kelas lewat para guru. Kami informasikan supaya mereka dapat luangkan waktu sesaat sebelum memulai pelajaran minimal 10 menit untuk menyampaikan informasi soal pil PCC ini sejelas-jelasnya,” sambung Sembiring.

Dalam hal ini, berkaitan dengan akibat yang ditimbulkan dari mengonsumsi pil PCC tersebut.

“Karena jika informasi ini sifatnya secara umum atau dalam bentuk pertemuan dengan jumlah yang banyak maka kami khawatir nanti informasi ini tidak  menyentuh anak secara personal. Karena itu, kami merasa bahwa keterlibatan setiap guru pada setiap jam pelajaran sangat penting,” imbuhnya.

Karena itu, sebelum memulai pelajaran para guru diminta untuk mengingatkan anak-anak tentang bahaya mengonsumsi PCC dan akibat yang ditimbulkan oleh obat ini menyerang saraf otak  hingga menyebabkan hilangnya kesadaran mereka hilang hingga melakukan gerak yang tidak terkontrol bahkan nyawa pun terancam.

“Kita juga sampaikan fakta-faktanya dan perlihatkan video kepada para siswa,” tandas Sembiring.

Ia menambahkan pula, setelah berbagai upaya yang telah dilakukan namun apabila pihaknya melihat ada indikasi lewat perilaku siswa, maka tindakan nyata langsung dilakukan.

“Kami langsung melakukan sweeping ke setiap anak di dalam kelas,” tukas Sembiring.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Pendidikan

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga