Angka Kematian Ibu – Anak di Kota Jayapura Turun Hingga 85 Persen

Setelah melakukan berbagai langkah dan upaya, Pemerintah Kota Jayapura berhasil menurunkan angka kematian ibu dan anak hingga 85 persen.
Share it:
Wali Kota saat meninjau kegiatan "BTM Peduli Kesehatan" di Kp. Tobati, Sabtu (30/9)
Jayapura, Dharapos.com
Setelah melakukan berbagai langkah dan upaya, Pemerintah Kota Jayapura berhasil menurunkan angka kematian ibu dan anak hingga 85 persen.

Hal ini sejalan dengan program Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM yang berkomitmen memprioritaskan pelayanan kesehatan masyarakat di Kota Jayapura dengan terus menggelorakan peningkatan angka harapan hidup.

“Dan kini mulai terlihat dimana untuk angka kematian ibu dan anak di Kota Jayapura sudah menurun hingga 85 persen," urai Wali Kota, di sela-sela meninjau kegiatan "BTM Peduli Kesehatan" di Kampung Tobati, Distrik Jayapura Selatan, Sabtu (30/9).

Dikatakan, dalam melakukan pelayanan kesehatan di tingkat distrik hingga ke kampung-kampung, pria yang akrab disapa BTM ini terus menekankan jajaran khususnya instansi terkait soal perhatian yang maksimal terhadap pasokan gizi bagi ibu yang melahirkan dan juga anak di bawah umur 5 tahun.

“Karena jika  ibu sehat maka tentu dia akan melahirkan anaknya yang sehat pula, karena didukung dengan gizi yang baik dan ini terus menjadi harapan saya bagi kesehatan masyarakat Kota Jayapura,” tandasnya.

Selain itu juga, alat Health Mobile Obstetric Monitoring yang dibeli Pemkot dari Phillips Indonesia diakuinya sangat membantu ibu hamil.

Untuk Kota Jayapura, baru ada di 2 Puskesmas yang memanfaatkan alat canggih yang dapat mengakses screaning USG bagi ibu hamil masing-masing di Puskesmas Whano dan Puskesmas Waena.

“Hal ini tentu untuk menekan angka kematian ibu dan anak di bawah lima tahun,” bebernya.

Terkait dengan alat tersebut, BTM mengaku pernah diwawancarai wartawan asing di ruang kerjanya dan hasilnya diputar saat Sidang PBB mengingat alat tersebut juga memiliki  kemampuan untuk bisa melihat janin dalam perut ibu yang mengandung dan faktor ini dinilai sangat membantu.

Putra asli Port Numbay ini juga berjanji akan mendatangkan alat yang sama.

“Apabila tahun depan, anggaran kita mencukupi, maka kita akan menambah alat tersebut untuk 2 Puskesmas dalam rangka memaksimalkan pemeriksaan ibu hamil di kampung-kampung,” janjinya.

Ditambahkan, anggaran untuk Dinas Kesehatan Kota Jayapura yang alokasikan dari APBD 2017 sebesar Rp17 Miliar.

“Anggaran ini menjadi prioritas demi melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” tukas BTM.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments: