Arsip Historis Mampu Bangkitkan Nasionalisme Masyarakat Perbatasan

Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menyelenggarakan pameran arsip yang di pusatkan di areal PLBN Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Provinsi Papua.
Share it:
Salah satu arsip Rumah Panggung Papua, 1903
Jayapura, Dharapos.com 
Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) telah menyelenggarakan pameran arsip yang di pusatkan di areal PLBN Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Provinsi Papua.

Bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jayapura, kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati HUT ke 72 Tentara Nasional Indonesia (TNI).

“Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk membangkitkan nasionalisme dan menumbuhkan nilai-nilai patriotisme masyarakat khususnya yang berada di wilayah perbatasan,” demikian Fungsionaris Arsiparis Arsip Nasional RI, Neneng Ridayanti, yang dikonfirmasi di kantor Wali Kota Jayapura, Jumat (6/10).

ANRI, lanjut dia, adalah lembaga yang berfungsi menyimpan dan menyelamatkan dokumen yang bernilai historis.

Ridayanti kemudian merincikan arsip-arsip yang dipamerkan di wilayah etalase RI-PNG tersebut berjumlah sebanyak 30 buah meliputi kebudayaan, politik, pemerintahan dan industri.

Hal ini dilakukan semata-mata untuk menunjukkan jati diri Papua dalam arsip.

Kemudian, arsip yang dipamerkan tersebut  adalah dalam kurun waktu 1903 termasuk arsip rumah adat kampung Tobati dan tahun 1955 yakni tarian adat juga dari kampung Tobati.

“Pameran arsip yang dilakukan di wilayah etalase intinya adalah untuk membangkitkan dan menumbuhkembangkan nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme masyarakat khususnya di wilayah perbatasan serta ingin membangkitkan dan mengenalkan jati diri masyarakat Papua tempo dulu yang terangkum dalam arsip yang berada di Arsip Nasional Republik Indonesia,” urainya.

Fungsionaris ANRI, Neneng Ridayanti saat berdiskusi dengan Wali Kota, DR, Benhur Tomi Mano, MM
Pada kesempatan tersebut, Ridayanti juga memberikan apresiasi kepada Wali Kota Jayapura, karena telah mengunjungi stand pameran arsip yang memamerkan  arsip dari 1602.

“Harapan kami ke depan agar Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan bisa menelusuri arsip-arsip khusus mengenai identitas atau jati diri Kota Jayapura,”  harapnya.

Ridayanti mengakui alasan pihaknya memilih 5 Oktober 2017 untuk waktu penyelenggaraan karena merupakan momen yang sangat pas dalam melaksanakan pameran di wilayah perbatasan RI – PNG.

“Dan etalase negara kita merupakan garda terdepan adalah Tentara Nasional Indonesia yang tentu tugas mereka untuk menjaga dan mengembangkan wilayah kita sehingga arsip berperan serta pada perayaan HUT TNI,” cetusnya seraya menambahkan arsip yang dipamerkan adalah tentang bagaimana TNI di garda terdepan salah satunya adalah kamp tahanan di Boven Digoel.

Personel TNI yang bertugas berkesempatan melihat pameran arsip sehingga tentunya turut pula menumbuhkan nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme dalam tugas menjaga dan mengawal perbatasan.

Ridayanti juga mengakui dari segi kuantitas Banyak masyarakat yang mengunjungi lokasi pameran tersebut.

Antusias masyarakat untuk menyaksikan pameran tersebut cukup tinggi karena ini baru dilakukan secara perdana di wilayah etalase RI – PNG.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments: