Badan Litbang Kemenkominfo RI – BP3TI Gelar Jambore TIK Tahun 2017

Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI bekerja sama dengan Balai Penyedia dan Pengelolaan Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) melaksanakan Jambore TIK Tahun 2017.
Share it:
Sekretaris Badan Litbang SDM Kementrian Kominfo RI, Sri Cahaya Khoironi saat membuka Jambore
TIK Tahun 2017 bagi penyandang disabilitas di Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (17/10)
 
Sentani, Dharapos.com
Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI bekerja sama dengan Balai Penyedia dan Pengelolaan Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) melaksanakan Jambore TIK Tahun 2017.

Jambore tersebut diperuntukkan bagi remaja dan dewasa penyandang disabilitas di wilayah 1,yang berlangsung di Kabupaten Jayapura, 17-20 Oktober, bertempat di Hotel Grand Allison Jayapura.

Turut hadir, Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM yang diwakili Asisten III Setda Kota Jayapura, Frans Pikey.

Sebanyak 100 peserta disabilitas, baik penglihatan, pendengaran, fisik dan intelektual yang berusia remaja 15 - 24 tahun dan usia dewasa 25 - 35 tahun datang dari wilayah Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara.

Masing-masing peserta di kirim dari sekolah luar biasa, panti asuhan, komunitas dan yayasan yang menaungi kelompok disabilitas yang telah lulus seleksi dalam proses pendaftaran secara Online.


Materi pelatihan yang berikan yaitu beberapa program dari Microsoft Office diantaranya Excel, Word, Power Point serta internet, desain grafis dan publik speaking.

Untuk kompetisi dibagi dalam dua bagian yaitu kompetisi kategori individu dan kompetisi kategori kelompok.

Sejumlah motto bagi kaum disabilitas ditampilkan pada kegiatan Jambore TIK Tahun 2017  
Jambore TIK Tahun 2017 ini bertujuan untuk meningkatkan e-literasi remaja dan dewasa penyandang disabilitas yang akan diberi wawasan mengenai peluang TIK dalam memanifestasikan potensi mereka untuk produktif.

Sekretaris Badan Litbang SDM, Sri Cahaya Khoironi dalam sambutannya mengatakan ajang ini merupakan salah satu dari kegiatan Kementrian Kominfo RI terkait dengan pengembangan SDM bidang komunikasi dan Informatika.

Diharapkan dengan adanya Jambore TIK ini dapat mengurangi kesenjangan terkait kehidupan para disabilitas.

“Karena dengan TIK ini menjadi salah satu cara yang membuat mereka dimanusiawikan dan juga menjadi setara dengan teman-teman mereka yang non disabilitas,” ungkapnya.

Kementerian Kominfo RI melalui Badan Litbang SDM bekerjasama dengan BP3TI telah melakukan kegiatan jambore TIK ini sejak 2015 lalu.

“Mereka juga akan melaksanakan kegiatan di Jakarta sebagai ajang puncak untuk menampilkan peserta terbaik dari setiap wilayah yang nantinya akan dikirim ke tingkat nasional,” cetus Sri Cahaya.

Dirinya juga mengakui penyandang disabilitas mereka sangat luar biasa dalam bidang TIK.

“Yang sangat membanggakan, mereka berhasil sampai ke jenjang sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia dimana mereka yang diuji 90 persen lulus. Berati ini menunjukkan bahwa mereka tidak kalah dari teman-teman mereka yang non disabilitas,” tandasnya.

Sri Cahaya juga menawarkan agar penerimaan CPNS yang diperuntukan bagi kaum disabilitas harus diakomodir melalui kerja sama dengan kementrian-kementrian lain.

“Hal ini merupakan satu kemajuan besar bagi kita dengan mengapresiasi kaum disabilitas untuk kesetaraan dengan non disabilitas,” tandasnya.

Sesi foto bersama seluruh peserta Jambore TIK Tahun 2017
Diakui Sri Cahaya, sejauh ini belum ada data dari Kementerian Kominfo RI terkait dengan kaum disabilitas yang telah diterima sebagai aparatur sipil negara maupun sebagai karyawan swasta/

“Sebetulnya kami harapkan semua bisa mengakomodir kegiatan seperti ini karena hampir 5 persen dari penduduk kita adalah penyandang disabilitas namun dalam tataran umur sudah lebih dari umur tenaga kerja muda mulai dari 19-25 Tahun dan ini menjadi salah satu kendala,” akuinya.

Untuk itu, Kementrian Kominfo RI berharap semua Kementrian juga terlibat atau punya peran.

“Seleksi ini cukup ketat dan mereka sangat mampu secara Online,” tukasnya.

Sementara itu, Fadilah Matar, Direktur Umum BP3TI Kementrian Kominfo RI mengakui kegiatan ini untuk memastikan ekosistem disabilitas juga bisa menikmati layanan telekomunikasi dan Informatika.

“Jambore TIK ini merupakan satu keunggulan yang bisa membuat adik-adik disabilitas sejajar dengan non disabilitas,” cetusnya.

Bahkan mereka lebih jauh lebih baik mengetik word dibanding non disabilitas karena tanpa melihat keyboard sehingga mereka harus memastikan bahwa ketidakmampuan mereka dari aspek fisik tidak membuat mereka gagal untuk bersaing dengan teman-teman lain.

Fadilah berharap kompetisi ini bukan tujuan akhir tapi merupakan sarana awal bagi mereka untuk bisa belajar. Karena TIK merupakan pintu agar mereka bisa sejajar dengan kawan-kawan dalam memanfaatkan semua hal untuk berkreasi.

“Dan suatu saat akan membuat mereka secara produktif bisa dimanfaatkan untuk mencari nafkah sebagaimana amanat konstitusi UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas di mana mereka diberikan hak dan kesempatan yang sama untuk menyalurkan, mengembangkan potensi serta kemampuan yang dimiliki dalam berbagai aspek kehidupan yang salah satunya melalui kegiatan Jambore TIK Tahun 2017 ini,” tukasnya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga