BBPOM Jayapura Musnahkan Obat - Makanan Ilegal Senilai 400 Juta

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makan (BBPOM) Jayapura melakukan pemusnahan obat dan makanan ilegal termaksud produk Tidak Memenuhi Syarat (TMK).
Share it:
BBPOM Jayapura melakukan pemusnahan obat dan makanan ilegal termaksud produk TMK
Jayapura, Dharapos.com
Balai Besar Pengawasan Obat dan Makan (BBPOM) Jayapura melakukan pemusnahan obat dan makanan ilegal termaksud produk Tidak Memenuhi Syarat (TMK).

Produk yang dimusnahkan adalah produk obat, makanan, kosmetika, obat tradisional (OT) jamu dan suplemen kesehatan sebanyak 2.323 item dengan nilai keekonomian lebih dari Rp400 juta.

Apabila ditotalkan dengan tahun-tahun sebelumnya yaitu 2016 - semester pertama 2017 nilai ekonomi produk tidak memenuhi ketentuan (TMK) yang dimusnahkan mencapai nilai ekonomi lebih dari Rp2,5 miliar.

Selain melakukan pemusnahan, pada momen yang sama, BBPOM juga melakukan penanda tangan Komitmen Bersama Lintas Pemangku Kepentingan Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat yang berlansung di kantor BBPOM Jayapura, Rabu (4/10).

Kepala BBPOM Jayapura, Dra. Mudi Yunita Bukit mengungkapkan kegiatan ini merupakan upaya bersama untuk melindungi masyarakat Papua dari peredaran obat ilegal dan penyalahgunaan obat serta dari produk makanan yang tidak memenuhi ketentuan.

“Hal ini untuk memastikan bahwa masyarakat terlindungi dan produk tersebut tidak lagi diedarkan dan di konsumsi oleh masyarakat,” cetusnya.

Yunita menilai pentingnya perlindungan terhadap masyarakat dari peredaran produk obat dan makanan tanpa jaminan keamanan,manfaat dan mutu.

Sehingga dilakukan tindakan pengamanan dan pemusnahan terhadap produk yang secara terus menerus dilakukan oleh Badan POM dan balai besar di seluruh Indonesia.

Termasuk dukungan dari Pemerintah Daerah Provinsi Papua serta unsur Integrated Criminal Justice System (ICJS) yang terdiri dari Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan melalui penanda tangan komitmen bersama.

Lanjut Yunita, peredaran produk obat dan makanan ilegal merupakan kejahatan kemanusiaan.

Pasalnya, produk tersebut berisiko membahayakan kesehatan terutama kelompok masyarakat dengan penyakit yang sedang membutuhkan pengobatan bayi,anak kecil maupun orang tua

Untuk itu Badan POM menghimbau kepada masyarakat agar turut berpartisipasi aktif dalam pengawasan obat dan makanan.

“Sebelum membeli dan mengonsumsi obat dan makanan, pastikan kemasan dalam kondisi baik,baca informasi produk pada lebel,memiliki izin edar dan tidak melebihi kedaluwarsa,” tukasnya.

(Vian)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kesehatan

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga