BVD Jadi Kabupaten ke 8 Lakukan Studi Tiru di DPMPTSP Kota Jayapura

Untuk ke sekian kalinya Pemerintah Kota Jayapura mendapat kunjungan dari salah satu kabupaten di Provinsi Papua yakni Boven Digoel (BVD).
Share it:
Peserta magang dan OPD saat mendengar sekapur sirih dari Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM
Jayapura, Dharapos.com 
Untuk ke sekian kalinya, Pemerintah Kota Jayapura mendapat kunjungan dari kabupaten lainnya di Provinsi Papua.

Salah satunya, Kabupaten Boven Digoel (BVD) dalam rangka melaksanakan studi tiru di Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Jayapura yang kini menjadi rol model di Tanah Papua.

Tepat Senin (30/10), Bupati BVD Benediktus Tambonop bersama wakilnya H. Chaerul Anwar, ST langsung memimpin sejumlah ASN di wilayahnya untuk menimba pengetahuan dari apa yang telah dilakukan DPMPTSP Kota Jayapura.

Penyerahan ASN BVD peserta magang di Pemkot Jayapura diterima langsung DR. Benhur Tomi Mano, MM yang didampingi wakilnya, Ir. H. Rustan Saru, MM bertempat di ruang rapat Wali Kota Jayapura.

Perlu diketahui, Pemkab BVD merupakan kabupaten ke 8 yang melaksanakan magang dan studi tiru di Kota Jayapura.

Pantauan media ini, Wali Kota pada kesempatan tersebut mengajak Bupati BVD untuk  meninjau ruang Cash Management System (CMS) dan Kantor Layanan Pengadaan (KLP) Pemkot Jayapura.

Bupati BVD menegaskan langkah yang diambil pihaknya untuk melaksanakan magang dan studi banding ke Kota Jayapura adalah sangat tepat karena dalam rangka pelayanan yang efisien.

Pertukaran cendera mata yang dilakukan kedua kepala daerah
“Kami baru memiliki kantor Perizinan Terpadu Satu Pintu sehingga tentu kami membutuhkan banyak hal untuk melengkapi OPD baru ini dalam melaksanakan tugasnya sehingga bisa mencapai target yang direncanakan dalam perencanaan pembangunan daerah,” tegasnya.

OPD baru ini, lanjut Bupati, adalah untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat BVD yang efektif dan efisien.

“Kami telah mencari referensi daerah untuk kita datangi dan biasanya orang belajar ke daerah-daerah yang sudah maju di pulau Jawa. Tetapi kami melihat pada 2017 ini DPMPTSP Kota Jayapura sudah sangat bagus dalam pelayanan dan patut dijadikan sebagai daerah tujuan belajar terkait perizinan terpadu satu pintu,” cetusnya.

Untuk itu, Bupati berharap jajarannya yang ditunjuk untuk menjalani magang ini dapat mengikutinya dengan baik  dan serta banyak bertanya agar semakin luas memahaminya.

Sementara itu, Wali Kota mengakui awal pembentukan DPMPTSP yang tadinya bernama Badan PTSP Kota Jayapura didahului dengan melakukan studi tiru bersama anggota DPRD setempat ke Kabupaten Sragen.

Bahkan kini dengan berbagai inovasi yang dilakukan, Kota Jayapura sudah maju selangkah dari Kabupaten Sragen.

Bertolak dari situ, semua pegawai yang berada di BPSTP dibijaki dengan memberi seragam khusus dan diperkuat dengan SK Wali Kota serta diberikan tunjangan khusus baik Kepala, Sekretaris, Kabid sampai kepada kepala seksi.

Lanjutnya, BPTSP Kota Jayapura telah ditunjuk sebagai rol model oleh Komisi Pemberantasan Korupsi RI dan hingga saat ini telah melayani 98 perizinan.

Wali Kota bersama Bupati BVD saat meninjau pelayanan di CMS dan BPBJ Kota Jayapura 
Dirincikan, dari 98 perizinan tersebut hanya 5 yang dikenakan pembayaran yakni izin mendirikan bangunan, izin miras, izin trayek, izin gangguan dan izin perikanan. Dan ini sesuai dengan UU Nomor 25 Tahun 2011 tentang penyelenggaraan publik.

“Artinya  kita harus memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat secara efektif, efisien, transparan dan akuntabel,” tandasnya.

Masih menurut Wali Kota, BVD merupakan kabupaten ke 8 yang melakukan magang dan studi banding atau studi tiru di DPMPTSP Kota Jayapura.

“Dan, kami siap 100 persen membantu Pemerintah Kabupaten Boven Digoel dengan berbagai regulasi-regulasi yang dikeluarkan,” sambungnya.

Wali Kota juga menyarankan kabupaten lain untuk tidak perlu jauh-jauh belajar keluar Papua karena tentu hanya akan menghamburkan uang saja.

Orang nomor satu di ibukota Provinsi Papua ini pun mengapresiasi langkah yang diambil Pemkab BVD untuk datang belajar ke DPMPTSP Kota Jayapura yang sudah mendapat rekomendasi langsung dari KPK RI.

Ia juga membuka diri untuk pelayanan publik lainnya seperti di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan berbagai inovasi yang berujung pada pengakuan dari Pemerintah pusat dan juga kantor CMS.

Usai penyerahan peserta magang dan studi tiru serta sekapur sirih dari Wali Kota dilanjutkan dengan pertukaran cendera mata antara kedua kepala daerah.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga