Di Kota Jayapura, Ibadah Syukur Warnai HUT ke 61 GKI di Tanah Papua

Tepat 26 Oktober 2017, umat Kristiani di provinsi paling timur Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Gereja Kristen Injili di Tanah Papua.
Share it:
Pdt. Imanuel Warikar, MTh saat menyampaikan kotbah Firman Tuhan
Jayapura, Dharapos.com
Tepat 26 Oktober 2017, umat Kristiani di provinsi paling timur Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Gereja Kristen Injili  di Tanah Papua.

Momen ke 61 tahun GKI di Tanah Papua ini, dirayakan Pemerintah bersama masyarakat Kota Jayapura dengan menggelar ibadah syukur yang berlangsung di GOR Waringin Kotaraja.

Selain Wali Kota DR.Benhur Tomi Mano, MM, hadir pula Kapolres Jayapura Kota, AKBP. Tober Sirait, Ketua Klasis GKI Port Numbay, Pdt. Carlos Mano, S.Th bersama para hamba Tuhan, pengurus Sinode GKI, Sekda Kota Rasmus D. Siahaya, SH, MM, Ketua TP PKK Kota Ny. Christin Mano/L, Ketua DWP Kota Jayapura, Ny. J. Siahaya serta ribuan masyarakat.

Tema yang diusung pada momen kali ini "Datanglah Kerajaan-Mu".

Firman Tuhan yang di sampaikan oleh Pdt. Imanuel Warikar, MTh terambil dari kitab Injil Matius 6:10 dan 9:35-38.

“Permohonan tentang datanglah kerajaan-Mu tentu merupakan sesuatu yang berkaitan dengan manusia. Dimana dalam doa tersebut, Tuhan Yesus menekankan hal  tersebut kepada murid-muridnya dalam menyampaikan permohonan berdoa,” urainya mengawali khotbah.

Kitab Matius ini mengajak orang percaya untuk mengundang “Datanglah kerajaanmu” serta memaknainya sebagai permohonan atas damai sejahtera, kabar gembira, sukacita serta membahagiakan.

Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM dan para tamu undangan
“Empat hal ini tidak akan turun dari langit dan jatuh ke tengah-tengah kita namun harus direspons oleh umat percaya dan dikerjakan oleh kita untuk meraih damai sejahtera dan bagi setiap mereka yang membutuhkannya melalui tindakan kita membawa kabar gembira dan kabar sukacita,” jelasnya.

Dengan merespon dan memberi jawaban, maka mereka akan mengalami kebahagiaan di dalam hidupnya.

Mengawali sambutannya, Wali Kota kembali mengulang sejarah dimana GKI di Tanah Papua adalah gereja yang lahir melalui pemberitaan Injil kesukaan oleh Ottow dan Geisler pada 5 Februari 1855 di Mansinam, Manokwari.

“Kemudian menyebar di atas tanah yang diberkati ini dan disebarluaskan oleh pekerja dan tenaga Injil baik yang datang dari Jerman, Belanda dari Sangir Talaud dan dari Maluku dan dilanjutkan oleh anak-anak Papua,” urainya.

Pekerjaan ini kemudian dilanjutkan dengan terbentuknya pos-pos pekabaran Injil, bakal jemaat hingga jemaat mandiri.

Semua itu kemudian menjadi nyata dalam bentuk persekutuan dimana tenaga PI bersama dengan petugas gereja Papua serta warga Jemaat GKI menyelenggarakan persiapan sidang sinode pada tanggal 19 - 24 September 1954 di klasis GKI Yapen Timur

Dari persiapan itu maka diputuskan adanya sidang sinode pertama yang dilaksanakan di Jemaat GKI Harapan Abepura.
Ribuan masyarakat yang hadir pada momen perayaan HUT ke 61 GKI di Tanah Papua, Kamis (26/10)

“Dari sinilah, menjadi tonggak bersejarah lahirnya lembaga dan organisasi Gereja Kristen Injili di Irian Barat, Irian Jaya dan selanjutnya Gereja Kristen Injili di tanah Papua,” lanjut Wali Kota.

Dari hasil sidang sinode pertama, kemudian ditetapkan tanggal 26 Oktober sebagai hari lahirnya GKI di Tanah Papua hingga hari ini genap berusia 61 tahun.

Diakui Wali Kota, sejarah perkembangan GKI di Tanah Papua mengalami pasang surut baik suka maupun duka tapi tugas pekabaran injil dari waktu ke waktu hingga saat ini mengalami perkembangan yang sangat luar biasa.

“Meski tidak sedikit tantangan dan hambatan yang dialami tapi Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang percaya dan menembus masuk relung hati yang paling dalam melebihi akal dan pikiran manusia sehingga berbalik dari kehidupan yang lama kepada kehidupan yang baru,” tandasnya.

Sementara, Ketua Klasis GKI Port Numbay, Pdt. Carlos Mano, STh merincikan ada tiga hal penting berkaitan dengan nama Gereja Kristen Injili di Tanah Papua.

“Dengan menyebutkan Kristen artinya seluruh warga gereja adalah pengikut Kristus. Dan kalau menjadi pengikut Kristus maka harus menyatakan apa kehendak Kristus bagi kita dalam hidup tiap-tiap hari,” terangnya.

Kemudian Injil yaitu semua warga yang ada dalam gereja ini harus ada di dalam Injil yang sudah tentu harus mengikuti keteladanan Yesus Kristus dan selalu setia dalam perjalanan Yesus Kristus.

“Dan yang terakhir gereja ini ada di tanah Papua berarti di sini karya dan keteladanan yang Kristus kehendaki harus kita lakukan,” tukasnya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga