Dinkes Papua Gelar Sosialisasi Pembekalan GeMaCeMat

Dinas Kesehatan Provinsi Papua menggelar Sosialisasi Pembekalan Gerakan Cerdas Menggunakan Obat (GeMaCeMat) pada pemegang kebijakan di kabupaten/kota.
Share it:
Dinkes Papua menggelar Sosialisasi Pembekalan Gerakan Cerdas Menggunakan Obat (GeMaCeMat)
pada pemegang kebijakan di kabupaten/kota bertempat di Hotel Aston Jayapura, Rabu (4/10) 
Jayapura, Dharapos.com 
Dinas Kesehatan Provinsi Papua menggelar Sosialisasi Pembekalan Gerakan Cerdas Menggunakan Obat (GeMaCeMat) pada pemegang kebijakan di kabupaten/kota.

Kegiatan sosialisasi yang digelar Seksi Kefarmasian Dinkes Papua di Hotel Aston Jayapura, Rabu (4/10) ini turut dihadiri Anggota DPR RI Komisi IX Dapil Papua, Robert Rouw, Kepala Dinkes yang diwakili Kepala Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Papua, Seli Ayawaila, Apt.

Kemudian, Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Dra. R. Dettie Yuliati, Apt, M.Si yang diwakili Kepala Seksi Seleksi Obat, Sari Mutiarani, S.Si, Apt.

Pembukaan ditandai dengan penabuhan tifa dan penyematan pin oleh Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM kepada perwakilan peserta yakni Apoteker AOC.

Wali Kota yang di percayakan untuk membuka kegiatan tersebut mengaku sosialisasi ini sebagai wujud nyata untuk meningkatkan kompetensi dan pengetahuan bagi seluruh elemen masyarakat dan apoteker yang bertugas di Kota Jayapura.

Lanjutnya, Indonesia tengah menghadapi tantangan serius berupa beban ganda penyakit dan perubahan pola serta gaya hidup menjadi salah satu penyebab pergeseran pola penyakit dalam 30 tahun terakhir.

“Masalah ini sangat kompleks karena di satu pihak penyakit menular masih merupakan masalah di sektor kesehatan bahkan telah terjadi peningkatan penyakit tidak menular,”  akui Wali Kota.

Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM saat menyampaikan sambutan 
Maka untuk mencegah hal tersebut, perlu adanya sosialisasi kebijakan Keputusan Menteri Kesehatan RI tentang GeMaCeMat.

“Sosialisasi ini merupakan upaya bersama Pemerintah dan masyarakat dalam rangka menunjukkan kepedulian, kesadaran, pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan obat secara tepat dan benar,” sambungnya.

Diharapkan peserta yang hadir saat kembali ke tempat masing-masing dapat berperan melakukan sosialisasi kepada keluarga lain atau tetangga termasuk dalam organisasi ibu-ibu.

Seperti hal-hal yang harus diperhatikan saat minum obat dan cara penggunaannya sesuai aturan Kementrian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan yakni komposisi indikasi aturan pakai waktu minum obat hingga efek samping dari obat atau kontraindikasi.

“Tujuan sosialisasi ini juga adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menggunakan obat dan sebagai upaya meningkatkan kemandirian dan perubahan perilaku masyarakat dalam memilih, mendapatkan, menggunakan serta menyimpan dan membuang obat secara benar,” urainya.

Sehingga diharapkan masyarakat dapat cerdas menggunakan obat sebagai titik tolak menuju masyarakat sehat dan sejahtera.

Peserta sosialisasi yang berasal dari berbagai unsur
Diakui Wali Kota, masyarakat saat ini belum paham dalam menggunakan obat termasuk obat antibiotik.

Dan untuk mencapai hal tersebut perlu diberikan edukasi sebagai pengingat terhadap fenomena masyarakat yang ingin tahu menggunakan atau memperlakukan obat dengan baik dan benar.

Program ini juga diharapkan mampu menjadi media bagi Pemerintah, lingkungan serta pemangku kepentingan untuk bersama-sama mencerdaskan masyarakat Indonesia terutama di Kota Jayapura mengenai cara penggunaan obat dengan baik dan benar.

Kepala Seksi Kefarmasian Dinkes Papua, Ponidin juga menambahkan tujuan dari sosialisasi ini adalah agar masyarakat bisa mengetahui dan paham bagaimana penggunaan antibiotik secara benar.

Urainya, berdasarkan hasil riset penelitian terdapat 50 persen pengguna antibiotik dipastikan kurang tepat karena ada beberapa kasus penyakit yang tidak memerlukan obat antibiotik.

“Namun kenyataannya, masyarakat masih banyak menggunakan obat antibiotik,” beber Ponidin.

Peserta yang mengikuti sosialisasi ini berjumlah 150 orang yang terdiri oleh Apoteker pelayanan, unsur Dinkes Kota Jayapura, unsur Puskesmas Kotaraja dan Hamadi.

Selain itu, unsur TP PKK kota dan provinsi, unsur Bhayangkari Polda Papua,Persit Kodam XVII/ Cenderawasih,  Jalasenastri, KNPI dan unsur Dharma Wanita.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kesehatan

Masukan Komentar Anda:

0 comments: