Inilah Penyebab Pintu Kantor BPKAD Biak Numfor Digembok

Sabtu (7/10), Wakil Bupati Biak Numfor Hery Ario Nap, M.Pd tanpa diduga mengambil tindakan tegas dengan menggembok pintu masuk pagar kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) setempat.
Share it:
Para kepala kampung melakukan aksi protes di depan kantor BPKAD Biak Numfor
Biak, Dharapos.com
Sabtu (7/10), Wakil Bupati Biak Numfor Hery Ario Nap, M.Pd tanpa diduga mengambil tindakan tegas dengan menggembok pintu masuk pagar kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) setempat.


Penguncian pintu masuk pagar kantor tersebut dilakukan dengan menggunakan rantai dan gembok.

Namun, kedatangan para kepala kampung pada Senin (9/10), ke gedung yang berlokasi Jl. Majapahit, Distrik Samofa ini yang kemudian disusul dengan aksi protes sekitar pukul 10.20 WIT menjadi penyebab dibukanya kembali rantai dan gembok pada pagar kantor tersebut.

Wabup mengakui alasan dirinya mengambil langkah tersebut, karena Kepala BPKAD setempat, Enias Rumbewas, SE, M.Si tak juga menepati permintaan orang nomor dua di kabupaten yang berjuluk
“Karang Panas” ini.  

Saat itu, seusai pelaksanaan sidang paripurna DPRD Biak Numfor, Wabup telah meminta data keuangan daerah kepada Kepala BPKAD setempat namun sampai berita ini dimuat, data-data tersebut tidak juga diserahkan.

Juga, karena tidak adanya keterbukaan serta transparansi dari Kepala BPKAD Biak Numfor, menjadi penyebab Wabup langsung memutuskan untuk menggembok pagar kantor dengan rantai dan gembok pada Sabtu (7/10).

Terpisah, Sekretaris Daerah Biak Numfor Markus Mansnembra, SH, MM yang dimintai tanggapannya terhadap persoalan ini memilih tak berkomentar apa-apa.

Sebagaimana informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, kronologis awal hingga Wabup membuka gembok bermula pasca datangnya para kepala kampung menuju kantor BPKAD Biak Numfor untuk mencairkan dana kampung.

Wabup Hery Ario Nap, M.Pd didampingi Staf Pemda berjalan kaki menuju kantor BPKAD Biak 
Tetapi sesampainya di gerbang pintu masuk pagar kantor yang mengurusi keuangan daerah ini, niat para aparatur kampung harus terhenti karena mendapati pintu pagar digembok atau dikunci.

Setelah mengetahui dari personel Satpol PP yang berjaga di kantor BPKAD Biak Numfor, sekitar pukul 11.30 WIT para kepala kampung menunggu Wabup untuk datang dan menjelaskan kenapa sampai kantor tersebut digembok/dikunci.

Pukul 11.45 WIT, Wabup  beserta Staf Pemda Biak Numfor tiba di kantor BPKAD.

Pada momen ini, Obet Ap yang juga Ketua RT 01 Pondok Indah menyesalkan langkah yang dilakukan Wabup.

“Seharusnya bapak memberikan tembusan kepada kami selaku Ketua RT sebagai penanggung jawab di lingkungan RT Pondok Indah,” sesalnya.

Obet kemudian meminta kepada Wabup untuk membuka gembok pintu pagar.

Menanggapi permintaan itu, Wabup menyampaikan permohonan maaf karena adanya permasalahan internal mendorong dirinya mengambil sikap menggembok pintu masuk pagar BPKAD.

“Sudah 6 kali saya melakukan pertemuan dengan pihak BPKAD tetapi tidak ada realisasinya terkait pertanggung jawaban data anggaran,” bebernya.

Sekitar pukul 11.52 Wit, pintu pagar akhirnya di buka Wabup dan langsung menuju ruang rapat BPKAD Biak Numfor untuk melaksanakan rapat dengan para Staf setempat yang intinya agar menyerahkan data keuangan daerah secepatnya.

Pukul 12.20 Wit, Wabup beserta staf meninggalkan kantor BPKAD dengan aman dan lancar, sementara para kepala kampung tetap pada tujuan awal untuk memproses pencairan dana kampung.

(Hend DK)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga