Koya Barat Jadi Prioritas Pengembangan Ketahanan Pangan

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua, Yulianus Mambrasar, S.ST, M.Si, MT menegaskan program utama Presiden Joko Widodo yaitu irigasi dalam rangka ketahanan pangan dan penyediaan air baku.
Share it:
Kepala BWS Papua.Yulianus Mambrasar, S.ST, M.Si, MT saat mendampingi Wawali Ir. H. Rustan
Saru, MM saat meninjau lokasi pertanian di Koya Barat dan Timur, Sabtu (7/10)  
Jayapura, Dharapos.com
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua, Yulianus Mambrasar, S.ST, M.Si, MT menegaskan program utama Presiden Joko Widodo yaitu irigasi dalam rangka ketahanan pangan dan penyediaan air baku.

Dua program utama tersebut diturunkan oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang diteruskan kepada satuan kerja yang ada yaitu BWS.

“Dan Koya Barat menjadi prioritas dalam menumbuhkembangkan ketahanan pangan di Kota Jayapura,” tegasnya disela-sela mendampingi Wakil Wali Kota Jayapura meninjau lokasi pertanian di Koya Barat dan Timur, Sabtu (7/10).

Menurut Mambrasar, wilayah Koya mempunyai potensi lahan sawah kurang lebih 5000 hektar yang terdapat di Koya Barat dan Timur.

“Terkait persoalan yang ada pada daerah irigasi persawahan, semuanya kembali kepada kita masing-masing,” akuinya.

Sangat disayangkan bahwa dari potensi 5000 hektar ini ternyata yang efektif baru mencapai 550 hektar untuk lahan irigasi dan 900 hektar untuk palawija.

“Apalagi menurut aturan, tidak boleh melakukan pembangunan di atas saluran irigasi dan hal ini merupakan kendala dan penyebabnya,’ cetus Mambrasar.

Pasalnya, hal itu membuat aliran irigasi terhambat dan pembagian petak persawahan juga tidak dilakukan dengan baik.

“Untuk itu, kami akan membangun kerja sama dan membangun Satgas Irigasi dalam rangka mendukung ketahanan pangan Kota Jayapura,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut juga Wakil Wali Kota Ir. H. Rustan Saru, MM bersama Kepala BWS Papua mengunjungi Bendungan Tami yang ada di wilayah Koya Timur, Distrik Muara Tami.

Mambrasar memastikan aliran air dari bendungan tersebut akan sampai ke persawahan para petani.

“Dan nantinya akan dibuat daerah pengairan ke arah irigasi sawah ke sawah hingga akhirnya dibendung. Di sepanjang 500 meter, kita akan buat saluran samping sehingga air bisa mengalir dengan baik,”
tukasnya.

Pantauan media ini saat meliput kunjungan Wakil Wali Kota bersama Kepala BWS Papua kondisi Bendungan tersebut dipenuhi sedimen akibat banjir di mana lumpur terlihat sudah menutupi sebagian daerah irigasi menuju ke persawahan para petani.

Sehingga, pintu-pintu tersebut sengaja ditutup dan tidak bisa dimanfaatkan untuk mengairi sawah karena kadar lumpur di bendungan Tami cukup tinggi.

“Jika Koya Barat dan Timur kita fokuskan untuk wilayah ketahanan pangan maka tidak boleh ada pembangunan apapun di daerah tersebut dan kita fokus pada pertanian seperti sawah dan tumbuhan palawija lain,” tukasnya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Ekonomi

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga