Pangdam Cendrawasih Resmi Tutup TMMD ke 100 di Sarmi

Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-100 Tahun Anggaran 2017 di Desa Nikatidi, Distrik Fi'en, Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua resmi ditutup.
Share it:
Pangdam, Mayjen. TNI. George E. Supit, S.Sos menjadi Irup pada upacara penutupan kegiatan
TMMD ke 100, TA 2017 di Desa Nikatidi, Distrik Fi'en, Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua
Sarmi, Dharapos.com
Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-100 Tahun Anggaran 2017 di Desa Nikatidi, Distrik Fi'en, Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua resmi ditutup.

Kegiatan TMMD ke-100 pada tahun 2017 ini diselenggarakan selama satu bulan mulai 27 September - 26 Oktober 2017, secara serentak pada 52 titik di 52 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

Bertempat di Pos Ramil Fie'en, Distrik Fie'en, berlangsung upacara penutupan dengan mengusung tema "Percepatan Pembangunan Meningkatkan Kemandirian Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat”.

Siaran pers Pendam XVII Cendrawasih yang diterima Beritapapua.Dharapos.com, Pangdam, Mayjen. TNI. George Elnadus Supit, S.Sos tampil sebagai Inspektur Upacara (Irup) dengan komandan upacara
Mayor Inf. Irianto Keliopas Yandewao (Kasdim 1712/Sarmi).

Peserta upacara penutupan dari jajaran TNI AD dan AL, Polres Sarmi, ASN, Satpol PP, Pemuda dan pelajar dari jenjang SD – SMA serta masyarakat.

Turut mewarnai penutupan, persembahan Suling Tambur, Korsik dan Tarian.

Upacara diawali dengan pembacaan laporan oleh Ketua Satgas TMMD ke 100, yang juga Dandim 1712/Sarmi Letkol Arm. Hendra Pesireron yang dilanjutkan dengan pelepasan tanda peserta TMMD, yang di wakili oleh masyarakat dan anggota Kodim 1712/Sarmi.

Kepala Staf Angkatan Darat dalam arahannya yang dibacakan Pangdam XVII/Cendrawasih sebelumnya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Indonesia atas doa restunya sehingga peringatan ke-72 HUT TNI berjalan lancar, sekaligus permohonan maaf apabila ada hal-hal yang belum memuaskan masyarakat.

Tarian adat masyarakat setempat mewarnai penyambutan Pangdam dan rombongan  
Lanjutnya,  modal utama dalam pembangunan inti kekuatan pertahanan Negara yang bersifat semesta.

“Slogan Bersama Rakyat TNI Kuat, yang ditetapkan sebagai tema HUT TNI yang baru lalu, bukanlah semata-mata kalimat yang dibuat supaya manis didengar, tetapi karena TNI sangat menyadari dahsyatnya kekuatan kebersamaan dalam mempertahankan kedaulatan dan mengawal eksistensi NKRI,” lanjut Kasad.

Oleh karenanya, sebagai bagian dari sistem nasional, TNI AD terus berusaha mengambil bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan rakyat dan mewujudkan kemanunggalan TNI dan Rakyat sebagai
kekuatan pertahanan.

Secara universal, tugas tentara memang untuk berperang, tetapi pada masa damai, tentara akan turun kelapangan untuk membantu kesulitan rakyatnya dan membantu program pembangunan pemerintahnya, karena pada masa damai sesungguhnya merupakan suatu masa untuk mempersiapkan peperangan.

“Tujuan kegiatan TMMD adalah membantu Pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka menyiapkan Ruang Juang, Alat Juang dan Kondisi Juang yang tangguh, dengan sasaran melaksanakan pembangunan fisik dan non fisik,” cetusnya.

Secara fisik, pada TMMD ke-100 ini, TNI menyelesaikan berbagai sasaran infrastruktur seperti pembangunan, rehabilitasi, pengerasan, pengaspalan dan peningkatan badan jalan, pembuatan dan rehab pembangunan dan renovasi rumah ibadah, pembangunan dan renovasi sekolah serta rumah tidak layak huni.

“Pada akhirnya, diharapkan bahwa seluruh kondisi tersebut semakin memantapkan Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Nasional dalam rangka menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” sambung Kasad.

Aksi menanam pohon turut juga dilakukan Pangdam XVII Cendrawasih
Untuk lebih merekatkan kemanunggalan TNI dan Rakyat serta mempererat hubungan silaturahmi dan kekeluargaan antara TNI dan Rakyat, maka Satgas TMMD ke-100 wajib tidur di rumah masyarakat dan makan bersama masyarakat dengan memanfaatkan ULP Prajurit yang diberikan oleh Komando Atas.

“Hal ini membuktikan bahwa TNI dan Rakyat memang tidak terpisahkan. Roh TNI adalah rakyat, karena sejarah menunjukkan bahwa TNI lahir dari rakyat,” tukasnya.

Mengakhiri amanatnya, selaku Penanggung Jawab Operasional TMMD, Kasad menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemda, masyarakat dan semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan TMMD ke-100 TA. 2017 sehingga dapat berjalan dengan sukses, aman dan lancar.

“Saya juga memohon maaf apabila dalam pelaksanaan TMMD ke-100 ini, terdapat tutur kata maupun tingkah laku para prajurit atau ada hal-hal lain yang kurang berkenan di hati masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat di dalam kegiatan ini,” ucapnya mengakhir sambutan.

Usai  upacara, dilakukan penandatanganan Berita acara serah terima hasil TMMD ke-100 oleh Bupati Sarmi Drs. Eduard Fonataba, MM dan Dandim 1712/Sarmi Letkol Arm. Hendra Pesireron, S.Sos.

Turut hadir, Danrem 172/PWY Kol. Inf. Boni C. Pardede, Asintel Kasdam XVII/Cen Kol. Inf. Bosco Haryo Yunanto, Aslog Kasdam XVII/Cen Kol. Inf Puguh Binawanto, Asters Kasdam XVII/Cen Kol. Kav. Edward Sitorus, dan Kapendam XVII/Cen Kol Inf. Muhammad Aidi.

Selain Bupati dan Dandim 1712/Sarmi, turut hadir pula Kapolres AKBP. Paulus Isak, para tokoh adat dan masyarakat.

Selain upacara penutupan, turut diwarnai berbagai  kegiatan lainnya seperti peninjauan lokasi dan penanaman, penyerahan 200 sembako secara simbolis kepada masyarakat Kampung Nikatidi, yang di lanjutkan dengan pengobatan massal bagi warga Kampung Nikatidi serta foto bersama.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga