Pemkot Gelar Pelatihan Usaha Kerajinan Khas Port Numbay

Wakil Wali Kota Ir. H. Rustan Saru, MM membuka secara resmi Pelatihan Usaha Kerajinan Cendera Mata Khas Port Numbay yang berlangsung di aula Balai Latihan Kerja Provinsi Papua, Kamis (5/10).
Share it:
Wawali Ir. H. Rustan Saru, MM terlibat diskusi dengan Kepala BPMPK Kota Jayapura Daniel Mano, 
seusai pembukaan Pelatihan Usaha Kerajinan Cendera Mata Khas Port Numbay yang
berlangsung  
di aula Balai Latihan Kerja Provinsi Papua, Kamis (5/10)
Jayapura, Dharapos.com
Wakil Wali Kota Ir. H. Rustan Saru, MM membuka secara resmi Pelatihan Usaha Kerajinan Cendera Mata Khas Port Numbay yang berlangsung  di aula Balai Latihan Kerja Provinsi Papua, Kamis (5/10).

Salah satu kerajinan dimaksud berupa pembuatan miniatur perahu semang  sebelah yang merupakan ciri khas Port Numbay.

Kemudian, pembuatan miniatur rumah adat dan pembuatan miniatur putra-putri Port Numbay mengenakan pakaian adat.

Peserta yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 30 orang yang berasal dari 10 kampung adat di kota Jayapura khususnya bagi mereka yang memiliki keahlian dan kemampuan dalam membuat ukiran kerajinan khas Port Numbay.

Wawali dalam sambutannya mewakili Wali Kota Jayapura mengatakan pelatihan pembuatan cendera mata khas Port Numbay, merupakan satu peluang yang besar untuk meningkatkan kemampuan individu dari masing-masing kampung adat.

“Tentu bertujuan untuk membuat suatu hasil karya yang bernilai dan yang bisa diandalkan sesuai dengan ciri khas masing-masing budaya kampung. Dengan harapan hasil karya tersebut akan menjadi satu potensi yang dapat dikembangkan,” terangnya.

Pemkot juga berharap cendera mata khas Port Numbay ini nantinya akan menjadi ikon kota yang bisa dijual di pasaran.

Lanjut Wali Kota, kegiatan ini juga harus dilakukan secara berkesinambungan sehingga mempunyai jangkauan pasar agar bisa meningkatkan produksi dan meningkatkan perekonomian masyarakat yang ada di 10 kampung adat.

Diharapkan, cendera mata yang dibuat nantinya harus mempunyai nilai jual dan menarik sehingga tamu atau konsumen yang hendak membeli karena dasarnya memang menyukainya karena kualitas dan mutunya turut diperhatikan.

“Apalagi menjelang  even akbar Pekan Olahraga Nasional pada tahun 2020 mendatang sehingga para tamu dari luar bisa membelinya untuk dibawa pulang ke daerahnya,” sambungnya.

Untuk itu, Wali Kota minta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung agar kegiatan ini tidak hanya untuk menghabiskan uang saja namun harus berkesinambungan.

“Nantinya harus mengundang para pemilik hotel, PHRI ataupun pedagang penjual souvenir agar jaringan antar kampung dengan BPMPK bersinergi dalam menawarkan produk,’ tandasnya.

Demi hasil karya yang maksimal diperlukan juga kesabaran dan kreativitas serta tidak langsung jadi karena butuh waktu dan butuh proses.

Sementara itu, Kepala BPMPK Kota Jayapura, Daniel Mano mengakui pelatihan ini merupakan hal 
yang baru terlebih bagi 10 kampung adat yang ada dalam rangka menampilkan produk yang merupakan ciri khas Port Numbay.

“Melalui pelatihan ini kita akan mencobanya yaitu output yang ada nilai ekonomisnya dari hasil karya tangan artinya kita tunjukkan bahwa cendera mata ini berasal dari salah satu kampung adat di Kota Jayapura,” cetusnya.

Untuk itu pihaknya akan terus berkoordinasi agar masyarakat mempunyai tempat berlatih dan juga bisa langsung menjual hasil produksi.


(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments: