Pemkot Jayapura Gelar Peringatan Sumpah Pemuda ke 89

Upacara hari Sumpah Pemuda yang seyogyanya berlangsung Sabtu (28/10), baru dilaksanakan Pemerintah Kota Jayapura, pada Senin (30/10).
Share it:
Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM saat membaca sambutan Menpora RI
Jayapura, Dharapos.com
Upacara hari Sumpah Pemuda yang seyogyanya berlangsung Sabtu (28/10), baru dilaksanakan Pemerintah Kota Jayapura, pada Senin (30/10).

Upacara tersebut melibatkan peserta dari TNI, Polri, ASN Pemkot Jayapura, KNPI dan para pelajar.

Selain Wali Kota, Hadir pada momen tersebut, Wakil Wali Kota, Kapolres Jayapura Kota dan seluruh Muspida kota Jayapura, organisasi perempuan, Bhayangkari, para asisten dan pimpinan OPD lingkup Pemkot Jayapura.

Pembacaan naskah Kongres Pemuda Indonesia Tahun 1928 oleh Ketua KNPI Kota Jayapura, Marsel Morin.

Sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga RI yang dibacakan Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM menyatakan Ikrar Sumpah Pemuda merupakan sebuah ikrar yang sangat monumental bagi perjalanan bangsa Indonesia.

“Kita tentu harus bersyukur atas sumbangsih para pemuda Indonesia yang sudah melahirkan Sumpah Pemuda sehingga sudah seharusnya kita melihat dan meneladani langkah-langkah serta keberanian mereka hingga mampu berbuat sesuatu untuk bangsanya,” tegasnya.

Dikatakannya, untuk menjangkau ujung timur dan barat Indonesia hanya dibutuhkan waktu beberapa jam saja dan untuk dapat berkomunikasi dengan pemuda di pelosok-pelosok negeri ini cukup dengan menggunakan alat komunikasi tanpa perlu menunggu datangnya tukang pos hingga berbulan-bulan lamanya.

Kemudian interaksi sosial dapat dilakukan 24 jam, kapan pun dan dimana pun dengan berbagai macam kemudahan yang dimiliki hari ini.

“Namun justru yang terjadi lebih sering berselisih paham, mudah sekali dengan handphone milik seorang pemuda memecah belah persatuan, saling menuntut satu dengan yang lain, menyebar fitnah hingga kebencian yang menunjukkan seolah-olah kita ini dipisahkan oleh jarak yang tak terjangkau,” urai Menpora.

Lanjutnya, dalam sebuah kesempatan Presiden RI yang pertama Bung Karno pernah menyampaikan
“Jangan mewarisi abu Sumpah Pemuda tapi warisilah api Sumpah Pemuda. Kalau sekedar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang sudah satu bahasa satu bangsa dan satu tanah air tapi ini bukan tujuan akhir”.

“Pesan ini tentu sangat mendalam khususnya bagi generasi muda Indonesia bahwa api Sumpah Pemuda harus kita ambil dan terus kita nyalakan dengan berani melawan segala bentuk upaya yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa kita juga harus berani melawan ego kesukuan, keagamaan dan kedaerahan kita,” tandasnya.

Untuk itu, Menpora meminta dihentikan segala bentuk perdebatan yang mengarah pada memecah belah bangsa.

“Kita seharusnya malu dengan para pemuda tahun 1928 dan juga kepada Bung Karno kalau masih harus berkutat di soal-soal ini. Sudah saatnya kita melangkah ke tujuan lain yang lebih besar yaitu mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” cetusnya.

Menpora juga mengajak seluruh pemuda/i untuk patut bersyukur dan berterima kasih kepada Presiden RI Joko Widodo yang selama ini memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pembangunan kepemudaan Indonesia.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga