Peracik Madu Palsu Masih Mendekam di Rutan Polres Biak

Peracik madu palsu, Maduri yang beberapa waktu lalu berhasil diringkus Polisi hingga saat ini masih mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Biak Numfor.
Share it:
Madu palsu karya Maduri yang berhasil disita Polres Biak dan BBPOM Jayapura
Biak, Dharapos.com 
Peracik madu palsu, Maduri yang beberapa waktu lalu berhasil diringkus Polisi hingga saat ini masih mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Biak Numfor.

Demikian pernyataan Kapolres AKBP H. Rachmad Amsori, SIK melalui Aiptu Ruslan selaku Paur Humas Kepolisian Resort Biak yang dikonfirmasi Beritapapua.Dharapos.com, Senin (9/10).

“Yang bersangkutan hingga saat ini masih ditahan di Rutan Polres,” terangnya.

Meski demikian, terkait kelanjutan dari pemeriksaan kasus ini, Ruslan mengaku jika pelaku hanya dititp di Rutan Polres Biak Numfor.

"Kalau Polisi terlibat dalam kasus ini, hanya sebatas memback up saja, seperti kemarin ketika terjadi penyitaan barang - barang bukti, tetapi itu dilakukan bersama Balai POM," sambung Ruslan.

Dijelaskan, untuk kasus ini keseluruhannya ditangani oleh Balai POM dan masih ada barang bukti berupa sekian ratus botol berisi madu palsu yang dititip di Satuan Narkoba.

"Kasus Madu Palsu ini ditangani oleh Balai POM Jayapura karena kasus ini berawal dari Jayapura, kemudian pelakunya diikuti hingga tertangkap di Biak," tandas Ruslan.

Sebelumnya, Maduri menjalankan kedoknya dengan menawarkan madu asli dari Sumbawa dan Wamena, dimana aksi tersebut sudah berlangsung 15 dengan menipu warga seantero Papua.

Bagaimana tidak, dalam kemasan berlabelkan Madu Asli Sumbawa dan Madu Liar Wamena, pria asal Majalengka Jawa Barat ini telah meraup untung yang tidak terhitung lagi.

Rumah type 45 lengkap dengan garasi dan pagar, serta fasilitas dalam rumahnya di kampung halamannya kini menjadi aset utama.

Namun, aksi pria berambut putih ini terhenti pasca 300 ratusan botol madu palsu produksinya bersama alat bantu produksi disita Satuan Narkoba Polres Biak, dalam operasi penangkapan bersama tim BBPOM Jayapura, Senin (2/10).

Maduri dalam racikannya hanya menggunakan gula pasir dimana sekali produksi bisa membuat sekitar 20-40 liter madu dengan modal berkisar 500 ribu hingga 1 Juta rupiah. Hasil madu palsu olahannya bisa menghasilkan keuntungan hingga 5 juta rupiah.

Untuk menyamarkan produksinya, Maduri hanya datang ke Biak jika saat permintaan datang.

Dalam waktu tiga bulan sekali, dia mendiami rumah produksinya yang berlokasi di Kelurahan Waupnor berupa kos-kosan yang di sewanya 200 ribu perbulan untuk produksi madu palsu.

(Hend-Dk)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Hukum dan Kriminal

Masukan Komentar Anda:

0 comments: