Persalinan Ibu Hamil Melalui Rumah Tunggu Capai 300 orang

Di tahun 2016, kurang lebih 300 ibu hamil yang berdomisili di Koya Barat, Distrik Muara Tami, serta Abepantai, dan di dekat RSUD Abepura Distrik Abepura, memanfaatkan rumah tunggu di wilayahnya masing-masing.
Share it:
Foto bersama usai Program Evaluasi Pemanfaaran Jaminan Persalinan.yang dilaksanakan Sabtu (7/10)
Jayapura, Dharapos.com 
Di tahun 2016, kurang lebih 300 ibu hamil yang berdomisili di Koya Barat, Distrik  Muara Tami, serta Abepantai, dan di dekat RSUD Abepura Distrik Abepura, memanfaatkan rumah tunggu di wilayahnya masing-masing.

“Dari ke 300 ibu hamil ini, semuanya selamat baik sang ibu maupun bayi yang di lahirkan,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Dwi Arif Darmanto, yang dikonfirmasi, Sabtu (7/10).

Dikatakannya, Dinkes Kota Jayapura memiliki satu program kegiatan untuk menunjang kesehatan ibu dan anak berupa Program Evaluasi Pemanfaaran Jaminan Persalinan.yang dilaksanakan pada Sabtu (7/10) di kantor Distrik Abepura.

Kegiatan ini lanjut Kadis, berhubungan dengan rumah tunggu bagi ibu hamil yang akan melaksanakan persalinan.

“Jadi kalau ada kematian yang lain yang tercatat bukan dari mereka yang memanfaatkan rumah tunggu,” lanjutnya.

Untuk 2017, di targetkan mencapai 500 ibu hamil dimana angka ini meningkat dari tahun sebelumnya.

“Sampai dengan semester pertama kemarin sudah tercatat 270 ibu hamil yang memanfaatkan rumah singgah tersebut. Dan mudah-mudahan nanti bisa tercapai target kita. Karena kita sudah menghitung jumlah wanita usia subur yang ada di Kota Jayapura sehingga bisa ditentukan sasaran kita untuk tahun 2017,” tandas Kadis.

Dia mengaku selalu berpesan kepada pengelola program baik kepala bidang maupun seksi serta seluruh Kepala Puskesmas.

Terutama mereka yang berada di wilayah rumah tunggu untuk memberikan perhatian lebih sehingga dapat mencegah terjadinya kematian ibu karena melahirkan maupun angka kematian bayinya.

“Semua itu tidak terlepas dari program kepala daerah kita, Wali Kota tentang pengoperasian alat USG portable  dengan aplikasi MOM. Sehingga bagi mereka yang memanfaatkan rumah tunggu bisa terdeteksi jika terjadi komplikasi kebidanan sebelum melahirkan,” sambung Kadis.

Sehingga tindak lanjutnya, bisa dilakukan upaya-upaya operasi yang tentu dapat menolong keselamatan ibu yang akan melahirkan maupun bayinya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kesehatan

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga