Presiden Tak Segan Datangi Daerah yang Persulit Pengurusan Izin

Presiden Joko Widodo menyatakan tak akan segan-segan untuk mendatangi daerah yang masih mempersulit urusan perizinan.
Share it:
Presiden RI, Joko Widodo
Jakarta, Dharapos.com 
Presiden Joko Widodo menyatakan tak akan segan-segan untuk mendatangi daerah yang masih mempersulit urusan perizinan.

Tentunya setelah mendapatkan laporan terkait lamanya pengurusan izin investasi.

“Awal tahun depan kita akan punya single submission, izin dari pusat sampai daerah. Jadi mana yang yang melayani masyarakat dalam melakukan pengurusan Izin cepat dan  lambat pasti diketahui," demikian pernyataan Kepala Negara saat memberikan pengarahan kepada para Gubernur, Bupati, dan Wali Kota seluruh Indonesia, di Istana Negara, Selasa (24/10).

Diakui Presiden, saat ini dunia berada pada persaingan global yang menurutnya sudah gila-gilaan begitu pula inovasi teknologi yang gila-gilaan sehingga jika tidak ada terobosan maka Indonesia akan tertinggal.

Di samping itu, Presiden juga mengingatkan para kepala daerah untuk tidak takut dalam mengelola anggaran.

Karena Pemerintah akan segera mengeluarkan Peraturan Presiden untuk membangun sistem  e-planning dan e-budgeting sehingga diharapkan sistem tersebut dapat meminimalisir tindak korupsi.

“Sistem itu akan menghilangkan OTT (Operasi Tangkap Tangan, red). Artinya, kalau sistem ini berjalan maka tidak akan ada yang namanya OTT,” tandasnya.

Presiden kembali menitipkan pesan kepada seluruh Bupati, Wali Kota dan Gubernur di Indonesia untuk tidak main-main dengan masalah uang apalagi APBD.

“Saya tidak bisa bilang jangan kepada KPK. Tapi saya bantu hanya ini, dengan membangun sistem ini,” terangnya.

Kepala daerah juga didorong untuk terus berinovasi dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerahnya masing-masing dimana,  salah satunya dengan mengutamakan kesejahteraan para petani.

“Walau para petani kita sejahtera tapi jika masih menggunakan pola lama maka sampai kapan pun petani tidak bisa sejahtera. Sehingga perlu ada konsep baru,” sambung Presiden.

Salah satunya adalah dengan mengelompokkan serta mengkorporasikan petani dalam skala besar sehingga tercipta skala ekonomi yang besar pula.

Terkait pembangunan SDM, Presiden juga mendorong agar pendidikan sekolah kejuruan di daerah dapat disesuaikan dengan potensi daerahnya masing-masing.

Apalagi persaingan global saat ini membutuhkan SDM yang mampu berkompetisi dan yang bisa mendorong terwujudnya hal tersebut adalah Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.

“Begitu pula yang berkaitan dengan sekolah vokasi atau pelatihan vokasi, disesuaikan dengan kebutuhan daerah,” tukasnya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga