Puskesmas Wesaput Masih Terkendala Tenaga Dokter dan Peralatan Medis

Sejak diresmikan pada 16 Agustus lalu, Puskesmas Wesaput bertugas melayani masyarakat di 7 kampung masing-masing Wasangenya, Jaluaput, Parema, Mawampi, Kilimasom, Kama dan Kampung Ilokama.
Share it:
Puskesmas Wesaput, yang baru diresmikan pada 16 Agustus 2017 lalu  
Wamena, Dharapos.com
Sejak diresmikan pada 16 Agustus lalu, Puskesmas Wesaput bertugas melayani masyarakat di 7 kampung  masing-masing Wasangenya, Jaluaput, Parema, Mawampi, Kilimasom, Kama dan Kampung Ilokama.

Pusat layanan kesehatan masyarakat di tingkat distrik yang dibangun Dinas Kesehatan Jayawijaya sejak 2016 lalu ini dilengkapi dengan beberapa ruangan antara lain ruang dokter gigi, ruang rapat, ruang loket kartu, ruang gizi, ruangan laboratorium dan ruang tindakan ditambah ruangan apotek.

Meski demikian, Kepala Puskesmas Wesaput Manu Huby yang dikonfirmasi, mengakui tenaga medis yang bekerja saat ini sebanyak 18 orang namun belum memiliki tenaga Dokter.

“Untuk itu, kami minta Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya agar segera menempatkan paling tidak dua tenaga masing-masing dokter umum dan dokter gigi,” pintanya.

Kepala Puskesmas Wesaput, Manu Huby
Dirincikan Huby, mayoritas masyarakat di tujuh kampung yang datang berobat ke sini rata-rata menderita sakit gigi, ISPA dan diare.

“Kalau pun ada pasien yang sakit parah, kami tidak bisa melayani karena keterbatasan alat medis sehingga terpaksa kami harus rujuk ke Rumah Sakit Umum Wamena,” bebernya.

Selain itu, lanjut Huby, untuk proses rujuk pun dirinya langsung turun tangan mengantar pasien memakai motor pribadinya karena belum adanya mobil ambulans.

Oleh karena itu, dirinya kembali meminta Pemda setempat agar dapat memberikan bantuan mobil dalam rangka mendukung operasional Puskesmas Wesaput.

“Kami akan terus berjuang bersama teman-teman untuk melayani masyarakat agar mereka mendapatkan layanan kesehatan dengan maksimal dan bisa merasakan hidup sehat,” tukasnya.

(Vian)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments: