Soal Talud Taman Mesran, Wali Kota Minta PT. Pelindo Bertanggung Jawab

Sejumlah kapal yang mengambil lokasi berlabuh di area Taman Mesran turut menjadi sorotan Wali Kota DR. Banhur Tomi Mano, MM.
Share it:
Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM saat meninjau Taman Mesran 
Jayapura, Dharapos.com 
Sejumlah kapal yang mengambil lokasi berlabuh di area Taman Mesran turut menjadi sorotan Wali Kota DR. Banhur Tomi Mano, MM.

“Saya akan menyurati PT. Pelindo agar tidak boleh kapal-kapal parkir di areal Taman Mesran karena mengancam keberadaan talud yang kondisinya kini sudah parah,” bebernya, saat meninjau lokasi Taman Mesran, Kamis (12/10).

Lokasi tersebut adalah milik Pemkot sehingga jika ada kapal yang berlabuh di area Taman Mesran harus membayar izin kepada pemiliknya.

Wali Kota pun berjanji akan memanggil pihak PT. Pelindo untuk meminta pertanggungjawaban mereka soal ini.

“Saya minta kita semua peduli dengan pembangunan yang ada di Kota Jayapura,” imbuhnya.

Ia pun mendesak PT. Pelindo untuk segera memperbaiki talud Taman Mesran yang telah hancur akibat ditabrak oleh kapal Papua Tiga yang sementara berlabuh di areal tersebut.

Wali Kota juga berjanji akan memerintahkan tim trantib  untuk memutuskan tali-tali kapal yang berlabuh tersebut karena areal tersebut milik Pemkot Jayapura.

“Surat ke PT Pelindo akan segera saya tandatangani terkait perbaikan talud serta larangan untuk kapal berlabuh di sisi Taman Mesran,” tegasnya.

Mantan Kadispenda Kota Jayapura ini kembali menegaskan bahwa dari Taman Mesran sampai ke Terminal Mesran adalah aset milik Pemkot dan bukan milik PT. Pelindo.

Ketika disinggung soal biaya pembuatan tersebut sudah diatur oleh dinas terkait, Wali Kota memastikan akan mengecek apakah sudah ada kerja sama atau belum.

“Kalau ada kerja sama maka uang tersebut harus disetor untuk menambah PAD Kota Jayapura,” tandasnya.

Orang nomor satu di provinsi berjuluk Bumi Cendrawasih ini juga menyinggung soal rumah makan “Rumah Laut” yang telah mengambil lokasi Pemkot bahkan sudah menyerobot masuk.

“Itu sudah menyalahi aturan dan seharusnya pemilik warung tersebut harus meminta izin ke Pemerintah Kota Jayapura. Jika tidak, maka sebagian yang telah diambil tersebut akan dibongkar,” ancamnya.

Wali Kota bahkan berjanji akan memerintahkan tim trantib untuk membongkar tempat tambatan di
Taman Mesran karena itu merupakan wilayah Pemerintah kota dan seharusnya ada kerja sama terkait penggunaan areal tersebut.

“Tetapi kalau lokasi tersebut merupakan milik PT Pelindo maka saya tetap mengizinkan dan tidak akan dipermasalahkan,” janjinya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments: