Tingkatkan Skill Las Listrik, 16 Orang Dikirim Ke Serang Banten

Sebanyak 16 orang peserta kursus las listrik Fabricasi di Kantor Loka Karya Dinas Tenaga Kerja Biak, dikirim ke Serang, Banten.
Share it:
Foto bersama 16 peserta program kegiatan sub kejuruan las listrik lanjutan seusai acara pelepasan 
Biak,  Dharapos.com
Sebanyak 16 orang peserta program kegiatan sub kejuruan las listrik lanjutan 6G di Kantor Loka Karya Dinas Tenaga Kerja Biak, dikirim ke Serang, Banten.

Pelepasan peserta dilakukan di Aula LLK Biak Numfor, Rabu (4/10) oleh Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Masyarakat, Pemerintahan, hukum dan HAM Setda Biak Numfor, Abdul Kahar.

Turut hadir, Kepala Disnaker setempat Iwan Ismulyanto, dan Plt Kepala Kantor LLK Biak, Esty Kbarek, serta para orang tua dari peserta.

Pembelajaran lanjutan tersebut dinilai dapat menjadikan para peserta mampu mempertajam ilmu las listrik, sekaligus perkembangan dalam bidang tersebut.

Program kegiatan yang disebut las listrik lanjutan 6G ini adalah bentuk kerjasama LLK Biak dan BBLKI Serang Banten.

Plt. LLK Biak, Esty Kbarek dalam laporannya mengatakan program peningkatan produktivitas, pengetahuan, serta kompetensi kerja pelatihan las listrik ini, adalah untuk mempersiapkan tenaga kerja yang siap mengaplikasikan ilmunya nanti di Kabupaten Biak Numfor.

Hal ini juga akan membuka peluang usaha serta mampu menciptakan lapangan kerja.

Pelatihan las dasar 6G menurutnya sudah di berikan selama di LLK Biak.

Pelatihan di Serang kata Esty dilakukan selama 30 hari, dengan sistem asrama bertempat di BBLKI setempat.

Di momen yang sama, Bupati yang diwakili Staf Ahli Bupati, Abdul Kahar mengatakan, program pelatihan yang dilaksanakan oleh LLK Biak pada umumnya sangat baik dalam memberikan peluang keahlian dalam bidang tertentu.

“Di sisi lain pun para siswa harus bersyukur mendapatkan kesempatan menunjang ilmu lanjutan bidang las listri,” cetusnya.

Kemajuan teknologi Fabricasi menurutnya makin hari kian berkembang sehingga tak heran itu karena semakin tingginya kompetensi, diiringi dengan resiko yang tinggi pula.

“Namun usaha ini membuka peluang besar menuju kesuksesan,” sambungnya.

Saat ini, lanjut Kahar, Pemerintah Indonesia terus menggalakkan program di bidang ketrampilan dan profesionalisme, dengan kondisi lapangan kerja yang menuntut tenaga kerja yang profesional.

Kahar berharap selama mendapatkan didikan disana, ke 16 peserta bisa menjaga nama baik kabupaten Biak Numfor.

Ia menambahkan terkait modal usaha mandiri membangun kewirausahaan tentu kembali pada komitmen dari seluruh peserta.

Jika memang terhambat oleh modal, Pemerintah siap membuka peluang, bisa melalui dinas terkait, program CSR BUMN/BUMD, lewat permodalan dinas Koperasi dan UKM.

“Meski begitu tentu harus terus diawasi dan dibina agar perputaran usaha bisa terus eksis,” tukasnya.

Sementara itu, Kadisnaker Biak Numfor Iwan Ismulyanto ketika ditemui Bertapapua.Dharapos.com seusai kegiatan ini,  membenarkan soal 16 siswa dari LLK Biak yang akan diberangkatkan ke Serang Banten.

Dan menurutnya ini adalah terobosan yang dilakukan Pemerintah dalam hal ini, Disnaker dan LLK Biak dalam membina putra - putra Papua untuk bisa mampu bekerja dan mandiri.

Iwan menambahkan bahwa semua siswa yang diberangkatkan adalah orang asli Papua (OAP).

(Hend DK)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga