2018, 14 Titik di Papua Jadi Target “BBM Satu Harga”

Tahun 2018 mendatang, Pemerintah pusat (Pempus) menargetkan penyetaraan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Papua pada 14 titik.
Share it:
Ilustrasi BBM Satu Harga
Mulia, Dharapos.com
Tahun 2018 mendatang, Pemerintah pusat (Pempus) menargetkan penyetaraan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Papua pada 14 titik.

Ke 14 titik tersebut tersebar di wilayah Bolkame, Abonaho, Keerom dan Tolikara.

Sementara itu, penyetaraan harga BBM dilakukan dengan menambah jumlah Lembaga Penyalur (LP) total BBM Satu Harga yang telah beroperasi sejak tahun 2016 dan terus berlangsung di 2017.

Sebagaimana siaran pers Humas Kementrian BUMN yang diterima Beritapapua.Dharapos.com,
Pertamina mencatat, kebutuhan BBM di wilayah Papua saat ini tercatat hampir mencapai 800 ribu KL per tahun dengan alokasi sekitar 500 ribu KL untuk wilayah Papua dan 300 ribu KL untuk wilayah Papua Barat dengan distribusi penyaluran BBM yang dilakukan melalui moda transportasi darat, laut dan udara.

Hingga November 2017, di Provinsi Papua tercatat sudah 9 LP dan di Papua Barat terdapat 2 LP.

Untuk diketahui, harga BBM di Papua sebelum 2016 berada di kisaran Rp 50.000 – 60.000 per liter.

Namun, dengan adanya kebijakan BBM Satu Harga, harga penjualan BBM di Papua setara dengan wilayah Jawa dan Bali sesuai penetapan pemerintah dimana harga premium Rp6.450 dan harga Solar Rp5.150,-

“Kami akan terus mendorong penambahan jumlah lembaga penyalur, sehingga masyarakat di pelosok atau pedalaman Papua juga mendapatkan keadilan,” tukas Menteri BUMN Rini M, Soemarno saat melakukan kunjungan resmi ke Mulia, Puncak Jaya, Senin (20/11).

Pemerintah pusat melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendorong percepatan pemerataan ekonomi dan terwujudnya keadilan sosial terutama bagi masyarakat di daerah terluar, terdepan dan terpencil.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga